Logo BeritaSatu

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Kamis, 29 September 2022 | 19:43 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Situasi perekonomian domestik dan global tahun 2023 diprediksi bakal cukup menantang, sehingga berpotensi meningkatkan eksposur risiko industri multifinance. Oleh karena itu, pelaku usaha di sektor multifinance diharapkan lebih hati-hati dalam setiap kebijakannya.

Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W Budiawan menyampaikan, beberapa faktor berpotensi menciptakan eksposur risiko yang lebih tinggi di sisa tahun ini dan tahun depan. Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

"Lebih dari itu, kita harus berupaya untuk memitigasi potensi risiko di masa mendatang. Hal ini penting bagi perusahaan pembiayaan atau multifinance untuk secara konsisten berhati-hati dalam setiap kebijakannya," kata Bambang, Kamis (29/9/2022).

Menurut Bambang, beberapa dampak potensial yang perlu menjadi perhatian multifinance meliputi tren ekonomi, risiko geopolitik, kebijakan moneter terkait suku bunga acuan akibat peningkatan inflasi, potensi dampak kenaikan BBM, dan konflik antara Rusia dan Ukraina.

Selain itu kinerja industri otomotif, sebagai salah satu kontributor utama portofolio bisnis multifinance, juga menghadapi gangguan dari sisi pasokan karena terbatasnya pasokan semikonduktor.

"Dalam hal ini, OJK berharap industri multifinance meningkatkan kapasitasnya pencadangan dengan tepat, menyesuaikan pergerakan dan potensi NPF. Terutama bagi multifinance yang sedang memberikan fasilitas restrukturisasi pembiayaan kepada debitur," jelas Bambang.

Dia pun mengungkapkan, penting melakukan stress test secara berkala untuk mensimulasikan dampak dari kemungkinan skenario yang merugikan kinerja perusahaan. Stress test juga diperlukan terkait portofolio restrukturisasi sebagai benchmark untuk menilai kecukupan pencadangan guna menyerap risiko di masa mendatang.

Per Juli 2022, total aset industri mencapai Rp 451,9 triliun atau meningkat atau 4,5% year on year (yoy). Piutang pembiayaan juga membaik, naik 7,12% (yoy) menjadi Rp 384,6 triliun. Diikuti pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross sebesar 2,72%.

Tren perbaikan ikut dicatatkan restrukturisasi pembiayaan, ditopang oleh pemulihan ekonomi nasional yang terus berlanjut. Besaran pembiayaan restrukturisasi mengalami tren penurunan dari Rp 83 triliun menjadi sekitar Rp 22 triliun pada Juli 2022, tersisa sekitar 650.000 kontrak.

"OJK turut mengingatkan para pelaku usaha industri pembiayaan tentang pentingnya manajemen risiko pembiayaan dalam memitigasi eksposur risiko pembiayaan. Terutama, penyaluran pembiayaan yang terukur dan hati-hati, misalnya dengan membagi risiko ke perusahaan asuransi," ungkap Bambang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Erick Bangga Emiten BUMN Jadi Penggerak Bursa, Swasta?

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut emiten-emiten BUMN berkontribusi sebesar 25% sebagai penggerak pasar modal atau lebih baik dibandingkan sektor swasta.

EKONOMI | 6 Desember 2022

BI Bidik Inflasi 2023 Turun Jadi 3% Plus Minus 1%, Pemicunya

Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi 2023 akan berada di kisaran 3% plus minus 1%. Target tersebut dapat bisa dicapai bila ada sinergi.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Sambut Libur Nataru, PT KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 745.622 Tiket

PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 745.622 tiket untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berlangsung mulai 22 Desember hingga 8 Januari 2023.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Harga Minyak Terkapar karena Kekhawatiran Bunga Fed

Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$ 2,57, atau 3%, menjadi US$ 83 per barel dan WTI turun US$ 2,67, atau 3,3%, menjadi US$ 77,32 per barel.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Bursa AS Jatuh Dibayangi Kekhawatiran Kenaikan Bunga Fed

Dow Jones Industrial Average di bursa AS turun 482,78 poin, atau 1,4%, menjadi 33.947,10. S&P 500 merosot 1,79% menjadi 3.998,84.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Tiongkok Relaksasi Pembatasan Covid-19, Bursa Eropa Turun

Stoxx 600 di bursa Eropa melemah 0,4% dengan sebagian besar sektor di wilayah negatif. Saham makanan dan minuman turun 1,5% memimpin kerugian.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Cegah PHK, Apindo Minta Pemerintah Batalkan Permenaker

Aturan Permenaker dinilai akan menimbulkan risiko badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang lebih besar di tahun depan.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Penjualan Yelooo Integra Datanet Naik 179,6% karena Ekspansi

Perusahaan infrastrukkur internet, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) hingga kuartal III 2022 mencatatkan penjualan Rp 1 triliun melesat 179,6%.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Untuk Transisi Energi Berkelanjutan

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Untuk Transisi Energi Berkelanjutan

NEWS | 22 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE