Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bisnis Ekonomi Digital Didorong untuk Makin Ditingkatkan

Kamis, 29 September 2022 | 21:59 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ilustrasi transformasi digital.

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian mendorong bisnis digital lebih dioptimalkan, khususnya terhadap kalangan muda. Saat ini wadah untuk berbisnis bagi kaum muda adalah melalui e-commerce. Pangsa pasar yang besar ternyata belum sanggup dipenuhi pelaku usaha dalam negeri.

“Bisnis digital di kalangan muda sangat potensial mengingat penetrasi yang paling tinggi memang di usia muda Berdasarkan data BPS, kendala yang paling banyak dihadapi oleh para e-commerce, karena faktor demand. Artinya dari sisi demand-nya perlu kita tingkatkan,” kata Eliza, Kamis (29/9/2022).

Dia memaparkan mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk hiburan, berkomunikasi, padahal aktivitas ekonomi belum setinggi itu. “Untuk mengonversi pengguna internet menjadi aktivitas ekonomi membutuhkan transformasi paradigma di berbagai level stakeholders, pemerintah, pelaku usaha, termasuk kebutuhan infrastruktur penunjang,” tuturnya.

Pemerintah terus membangun infrastruktur digital yang memadai di seluruh Indonesia. Salah satunya pemerintah telah menyiapkan infrastruktur teknologi berupa fiber optik maupun pengembangan teknologi terbaru yang sering disebut low earth orbit satellite, sehingga 17.000 pulau di Indonesia akan saling terkoneksi.

“Untuk pembangunan infrastruktur memang sangat diperlukan ya terutama di luar jawa. Karena infrastruktur ini bagian dari ekosistem digital. Pemerataan di luar jawa harus diprioritaskan agar meningkatkan perekonomian daerah tersebut,” tegas Eliza.

Pertumbuhan ekonomi digital akan sangat dinikmati oleh kaum muda Indonesia. Untuk itu, pemerintah diminta tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$ 150 Miliar pada 2025. Dalam digitalisasi ASEAN, Indonesia memimpin dengan porsi sebesar 40 persen dan pada 2030 diprediksi akan mengalami peningkatan.

“Para mahasiswa akan menjadi sumber SDM dan talenta digital kita ke depan, yang tentu harus dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital ini,” kata Menko Airlangga.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan upaya tersebut adalah langkah yang bagus sehingga patut diapresiasi dan didukung. Meski demikian, pemerintah diminta tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Tentu usaha pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital patut kita dukung. Upaya untuk memberikan akses internet ini suatu yang bagus. Namun demikian, pemerintah juga jangan lupa untuk menyiapkan sumber daya manusia di daerah untuk dapat menggunakan internet ke sesuatu yang produktif,” katanya.

Menurutnya, pentingnya faktor SDM dalam upaya percepatan transformasi ekonomi digital dapat dilihat dari besarnya jumlah pengguna yang memanfaat internet untuk kegiatan usaha.

“Data BPS menyebutkan meskipun sudah teraliri sinyal internet, sebagian besar penggunaan masih diperuntukkan untuk komunikasi. Untuk berdagang dan kegiatan berkegiatan produktif masih relatif rendah,” tambahnya.

Berdasarkan Statistik Komunikasi Indonesia 2021 yang dikeluarkan BPS, tujuan mengakses internet di perdesaan adalah mendapatkan berita 73,05 persen, mendapatkan informasi untuk proses pembelajaran 50,66 persen, mengirim atau menerima email 11,42 persen, media sosial 93,47 persen, pembelian barang/jasa 13,66 persen, penjualan barang/jasa 4,99 persen, hiburan 72,28 persen, dan fasilitas finansial 4,43 persen.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI