Logo BeritaSatu

Right Issue 3,5 Miliar Saham, Bank Raya Bakal Ekspansif

Kamis, 29 September 2022 | 22:55 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2022 PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya/AGRO) menyepakati rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham. Dana yang diperoleh dipercaya mampu memacu perusahaan lebih ekspansif di masa mendatang.

Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri menyampaikan, RUPSLB pada Kamis, 29 September 2022, menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar dengan nilai Rp 100 per saham melalui PMHMETD. Jumlah itu setara 15,39% modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada tanggal 31 Juli 2022

"Dana yang terhimpun pada PMHMETD akan digunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan melalui penyaluran kredit serta untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum berdasarkan POJK No.12/2020," kata Fazri dalam konferensi pers daring, Kamis (29/9/2022).

Dia menerangkan, prospek bisnis Bank Raya ke depan diharapkan bisa semakin lebih baik seiring dengan transformasi menjadi bank digital. Perseroan terus berupaya mengakomodasi layanan di samping perkembangan perilaku konsumen dan teknologi yang semakin cepat.

"Meskipun baru dalam beberapa bulan kita me-launching produk digital saving, pertumbuhan penghimpunan dana customer yang diperoleh menunjukkan hal-hal positif. Tentunya dalam proses transformasi ini secara fundamental Bank Raya ini akan semakin baik dan bisnis-bisnis digital lending-nya juga sudah mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif," jelas Fazri.

Direktur Digital dan Operasional Bank Raya Bhimo Wikan Hantoro menjelaskan, realisasi kredit digital telah tumbuh positif dan dalam tren yang masih berlanjut. "Performa (outstanding) digital lending yang tercatat tumbuh 300% year on year menjadi sebesar Rp 652 miliar," kata dia.

Selain dari sisi kredit, emiten berkode AGRO ini pun berhasil mengakuisisi banyak nasabah baru. Hal ini tidak terlepas dari dukungan jaringan dari BRI sebagai induk perseroan.

"Akuisisi numbers of account (NoA) yang dilakukan secara digital dan online to offline, dimana kita memang memanfaatkan jaringan yang sudah kita punya untuk melakukan literasi. Serta melakukan akuisisi untuk customer-customer kita, yang saat ini sudah mencapai angka sekitar 350.000 new accounts dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Bhimo.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awas Tertipu Perangkat Bodong, Begini Cara Cek IMEI HP

Masyarakat diminta untuk memastikan nomor IMEI HP yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah SIM yang digunakan agar tidak tertipu ponsel atau HP bodong.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mayoritas Sektor Saham Merah, IHSG Ambles 67 Poin Sesi I

Selama sesi I, nilai perdagangan IHSG mencapai sekitar Rp 9,66 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 759.814 kali transaksi.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bukan Hajar, Eliezer Tegaskan Ferdy Sambo Perintahkan Tembak Brigadir J

Bukan Hajar, Eliezer Tegaskan Ferdy Sambo Perintahkan Tembak Brigadir J

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE