Logo BeritaSatu

World Bank Sebut Warga Miskin Bertambah 13 Juta, DTKS Diubah?

Jumat, 30 September 2022 | 17:45 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatawarta menegaskan, pemerintah Indonesia selalu melakukan reviu untuk menentukan batas garis kemiskinan atau warga miskin, termasuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Prosesnya pun panjang dan harus dibahas di sidang kabinet.

Hal ini disampaikan Isa menyusul adanya laporan terbaru dari World Bank (Bank Dunia) yang menurunkan batas garis kemiskinan. Adanya basis perhitungan baru tersebut membuat 13 juta warga Indonesia yang tadinya masuk golongan menengah bawah menjadi jatuh miskin.

"Indonesia itu selalu mereviu kembali, jadi bukan hanya karena World Bank, tetapi juga selalu ada reviu. Apa yang ditetapkan World Bank, tentu itu jadi satu faktor yang akan memengaruhi Indonesia untuk menentukan garis kemiskinan di berapa," ujar Isa di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Isa menyampaikan, Kementerian Keuangan atau Kementerian Sosial tidak akan memutuskan sendiri warga miskin. Perlu koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukannya.

"Saat ini belum (diubah), itu kan baru satu informasi yang kita dapat dari World Bank. Itu akan jadi bahan evaluasi. Tentunya perlu rapat kabinet dan sebagainya. Bukan Menteri Keuangan, bukan Menteri Sosial sendiri, perlu di tingkat kabinet untuk menentukan berapa batas yang dianggap miskin, berapa kemampuan dia mendapat penghasilan dan lain-lain,” ujar Isa.

Dia meyakini informasi Bank Dunia akan jadi bahan diskusi di kabinet. "Kapan itu diputuskan saya tidak tahu. Kalau diputuskan tetap atau berubah, pasti ada reviu dari data DTKS, karena akan dilihat lagi apakah ada yang belum dimasukan," tambahnya.

Dalam laporan World Bank bertajuk “East Asia and The Pacific Economic Update October 2022”, World Bank menggunakan basis perhitungan terbaru yang mengacu pada paritas daya beli (PPP) 2017. Sementara, basis perhitungan yang lama adalah PPP 2011.

Dalam basis perhitungan terbaru, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$ 1,9 menjadi US$ 2,15 per kapita per hari. Bank Dunia juga menaikkan ketentuan batas untuk kelas penghasilan menengah ke bawah (lower middle income class) dan batas penghasilan kelas menengah ke atas (upper-middle income class).

Untuk batas kelas penghasilan menengah bawah dinaikkan dari US$ 3,20 menjadi US$ 3,65 per kapita per hari. Sedangkan, untuk batas penghasilan kelas menengah ke atas dinaikkan dari US$ 5,50 menjadi US$ 6,85 per kapita per hari. Dengan adanya basis perhitungan baru tersebut, 13 juta warga Indonesia yang tadinya masuk golongan menengah bawah menjadi warga miskin.

World Bank Sebut Warga Miskin Bertambah 13 Juta, DTKS Diubah?
Data warga miskin.


Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Awas Tertipu Perangkat Bodong, Begini Cara Cek IMEI HP

Masyarakat diminta untuk memastikan nomor IMEI HP yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah SIM yang digunakan agar tidak tertipu ponsel atau HP bodong.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mayoritas Sektor Saham Merah, IHSG Ambles 67 Poin Sesi I

Selama sesi I, nilai perdagangan IHSG mencapai sekitar Rp 9,66 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 759.814 kali transaksi.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ganjar Minta Pemerintah Desa di Pati Buat Program Antikorupsi

Ganjar Minta Pemerintah Desa di Pati Buat Program Antikorupsi

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE