Logo BeritaSatu

Minim Ahli Keamanan Siber, Indonesia Sasaran Empuk Hacker

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:41 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu masalah paling mendasar yang saat ini dihadapi oleh transaksi internet/transaksi
elektronik adalah masalah keamanan sistem informasi dan perlindungan data pribadi.

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), diketahui ada lebih dari 700 juta serangan siber yang terjadi di Indonesia pada tahun 2022.

Baru-baru ini juga terjadi kebocoran data registrasi kartu SIM, di samping insiden-insiden besar sebelumnya yang melibatkan data kesehatan e-HAC, data kementerian, BUMN, hingga data pelanggan di e-commerce ternama. Di samping itu, Indonesia juga mengalami kekurangan tenaga ahli keamanan siber.

Survei yang dilakukan oleh SecLab BDO Indonesia terhadap talenta teknologi informasi (TI) di Indonesia, mengungkap bahwa 9 dari 10 lulusan teknologi memilih untuk menjadi developer perangkat lunak, dan hanya 1 dari 10 yang berminat untuk mendalami keamanan siber.

Kekurangan tenaga ahli ini, dipadukan dengan wawasan masyarakat awam yang rendah mengenai keamanan siber pribadi, membuat Indonesia menjadi sasaran empuk bagi para hacker atau peretas yang berniat jahat.

Cyber Security Director SecLab BDO Indonesia, Harry Adinanta, menjelaskan, individu bisa dirugikan karena kebocoran data. Salah satu contohnya, data disalahgunakan ketika apply kredit atau tidak bisa mendaftar pelayanan publik karena data diindikasikan terkait penipuan.

"Bisnis dan lembaga pemerintahan juga dirugikan karena reputasi mereka tercoreng. Adanya insiden kebocoran data semacam ini juga merupakan ancaman terhadap keamanan nasional, karena data yang ada bisa disalahgunakan untuk melihat berbagai jenis profil penduduk, hingga lokasi, usia dan persebaran keluarga di daerah tertentu, yang akan berbahaya jika jatuh ke tangan pihak yang memiliki niat jahat,” jelas Harry Adinanta, Sabtu (1/10/2022).

Menurut Harry, walaupun pemerintah sudah melakukan perbaikan, misalnya UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang baru saja disahkan, dan butuh waktu sampai negara bisa mencapai tingkat kematangan pertahanan siber. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi, membuat kejahatan siber lebih gencar dan cepat dibandingkan berbagai perbaikan.

"Salah satu akar masalahnya adalah ketersediaan tenaga ahli. Inilah mengapa BDO berkomitmen untuk mengembangkan talenta di bidang keamanan siber dan juga berkolaborasi dengan banyak pihak,” tambahnya.

Minim Ahli Keamanan Siber, Indonesia Sasaran Empuk <em>Hacker</em>
Cyber Security Director SecLab BDO Indonesia, Harry Adinanta bersama Senior Cyber Security and Data Privacy Advisor BDO, Keith Douglas Trippie.

Baca selanjutnya
Menurut Harry, dalam membangun talenta tenaga ahli keamanan siber, SecLab BDO ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

200 Bankir ASEAN Kumpul di Labuan Bajo Bahas Sistem Pembayaran

Interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan nasional sangat menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga Rayu Eksportir Simpan Duit di Dalam Negeri

Menko Airlangga mendorong perbankan memberikan kebijakan suku bunga khusus terhadap eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bank Mandiri Catat Transaksi QRIS Tembus Rp 2,6 Triliun

Bank Mandiri mencatat volume transaksi layanan QRIS mencapai Rp 2,6 triliun hingga Oktober 2022, atau meningkat 520% dibandingkan periode tahun lalu.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Pede Penyaluran Kredit Perbankan Tetap Tumbuh di 2023

Selain penyaluran kredit, OJK meyakini kinerja industri perbankan tetap tumbuh di 2023 karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan tren peningkatan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Pemerintah Bertekad Jaga Inflasi Hadapi Resesi, Caranya?

Pemerintah mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga barang.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Menko Airlangga Minta Eksportir Dapat Suku Bunga Spesial

Menko Airlangga meminta perbankan untuk memberikan suku bunga spesial kepada eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Lebih Optimistis, Jaya Ancol Bidik Pendapatan Rp 1,1 Triliun

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan pendapatan Rp 1,1 triliun di pada 2023 seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bulog Serap Stok Beras di Penggilingan, Tidak Jadi Impor?

Perum Bulog telah melakukan penyerapan beras dari berbagai wilayah berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan).

EKONOMI | 2 Desember 2022

Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani, Toko Pe-i Gandeng Pertashop

Pupuk Indonesia menggandeng Pertamina mengembangkan Toko Pe-i untuk penjualan pupuk nonsubsidi bekerja sama dengan para mitra Pertashop.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pembangunan SDM TNI Jadi Prioritas Pertama Yudo Margono

Pembangunan SDM TNI Jadi Prioritas Pertama Yudo Margono

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE