Logo BeritaSatu
Hasil Survei Indikator

Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Mendesak

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:54 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pengendalian harga-harga kebutuhan pokok menjadi masalah paling mendesak yang harus diselesaikan oleh pemimpin nasional dalam lima tahun kedepan.

Hal ini tergambar dalam hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia. Survei ini dilakukan pada September 2022 lalu dan melibatkan 1.200 responden yang dipilih acak dengan margin of error lebih kurang 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Advertisement

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, responden yang menginginkan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok dalam survei betul-betul dominan mencapai 42,9%.

"Jadi dari 10 orang, empat di antaranya menyebut pengendalian harga kebutuhan pokok sebagai masalah besar yang harus diselesaikan," kata Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei bertajuk "Evaluasi Publik atas Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi, Hukum & Prospek Elektoral Jelang 2024" di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Burhanuddin melanjutkan, hasil ini berbeda dengan survei di tahun 2020 bahkan sampai awal 2021, sebagian besarnya menyebut penanganan wabah virus corona. "Namun sekarang tinggal 0,4%,” imbuhnya.

Menurut Burhanuddin, masalah kedua yang dianggap mendesak dan harus diselesaikan pemerintah adalah menciptakan pekerjaan atau mengurangi pengangguran, dengan persentase mencapai 16%. Selanjutnya, masalah ketiga yakni mengurangi kemiskinan dengan persentase 9,3%.

"Setelah pandemi mulai bisa teratasi, masyarakat perlu pekerjaan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian yang menjadi isu ketiga adalah mengurangi kemiskinan. Inilah yang menjadi top three masalah mendesak menurut masyarakat yang harus diselesaikan pemerintah,” kata Burhanuddin.

Selanjutnya, urutan empat hingga 10 berturut-turut adalah pemberantasan korupsi 9%, memajukan sektor pertanian 3,2%, keamanan dan ketertiban 2,6%, mendorong pertumbuhan UMKM 2,5%, pemerataan pendapatan 1,8%, memperbaiki kualitas pendidikan 1,6%, dan kebebasan berpendapat 1%.

Burhanuddin mengingatkan pentingnya memperkuat daya beli masyarakat yang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. "Pemerintah harus bisa memperkuat daya beli masyarakat demi kepentingan pertumbuhan ekonomi," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Berdikari Pondasi Perkasa Tawarkan Harga IPO Rp 188-Rp 200

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), melakukan IPO dengan melepaskan maksimal 706.100.000 saham.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Indef Sarankan Tiga Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2023

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, pemerintah harus menjalankan tiga strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi 2023.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Ombudsman Investigasi Lambatnya Bappebti Hadirkan Bursa Komoditi dan Kripto

Ombudsman akan membedah pelaporan lambatnya Bappebti dalam membentuk bursa berjangka komoditi dan bursa kripto.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Tantangan Makin Kompleks, Menteri BUMN Lakukan Pergantian Direksi Perum Perhutani

Pergantian jajaran direksi Perum Perhutani ini dalam upaya menghadapi tantangan di bidang kehutanan yang makin kompleks.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Minyakita Langka dan Mahal, DPR Soroti Pemenuhan DMO

Ansy Lema mengusulkan Satgas Pangan bisa melakukan sidak, untuk mencari akar permasalahan utama kelangkaan Minyakita.

EKONOMI | 7 Februari 2023

IPO Solusi Kemasan Digital Diminati, Oversubscribed 6,8 Kali

IPO PT Solusi Kemasan Digital Tbk dengan brand Flexypack mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 6,98 kali.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Indef: Pertumbuhan Ekonomi RI Kalah dari Vietnam dan Filipina

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 yang sebesar 5,31 persen dinilai masih kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Pemerintah Manfaatkan Lebaran Genjot Konsumsi Rumah Tangga

Pemerintah akan mendongkrak konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2023 dengan memanfaatkan momen Lebaran.

EKONOMI | 7 Februari 2023

BEI Suspensi Yugen Bertumbuh Sekuritas karena MKBD

BEI melakukan suspensi  PT Yugen Bertumbuh Sekuritas akibat kurangnya kecukupan nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).

EKONOMI | 7 Februari 2023

Warunk Upnormal Ternyata Masuk Portofolio CT Corp Milik Chairul Tanjung

Warunk Upnormal ternyata masuk dalam portofolio bisnis retail & lifestyle CT Corp milik konglomerat Chairul Tanjung,

EKONOMI | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Maverick Vinales Ogah Balik ke Yamaha

Maverick Vinales Ogah Balik ke Yamaha

SPORT | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE