Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mitra Driver Minta Potongan Komisi Dipangkas, Ini Kata Grab

Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:32 WIB
Oleh : Herman / FER
Armada kendaraan listrik Grab "GrabElectric".

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia meminta agar operator ojek online (ojol) mematuhi ketentuan biaya sewa aplikasi yang ditetapkan pemerintah maksimal 15%.

Garda Indonesia juga berharap agar biaya sewa aplikasi ini bisa diturunkan menjadi 10%, sebab biaya yang sekarang dinilai masih terlalu tinggi sehingga memberatkan para mitra driver atau pengemudi.

Dari kiri ke kanan: President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi, dan Director of West Indonesia, Grab Indonesia Richard Aditya.

Terkait hal ini, Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy menyampaikan, pihak Grab Indonesia hingga saat ini masih terus berkoordinasi erat dengan pemangku kepentingan mengenai penerapan biaya sewa aplikasi atau komisi.

"Perlu diketahui bahwa potongan komisi tak hanya digunakan untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi serta pengembangan teknologi yang menghubungkan konsumen dan mitra pengemudi, namun juga untuk keberlanjutan perusahaan guna memastikan bahwa Grab dapat terus menyediakan sumber penghasilan yang berkesinambungan bagi ratusan ribu mitra kami di Indonesia,” kata Tirza Munusamy kepada Beritasatu.com, Minggu (2/10/2022).

Tirza menegaskan, Grab Indonesia juga telah melakukan penyesuaian tarif ojek online sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi sejak 11 September 2022.

"Adapun besaran penyesuaian tarif telah dihitung secara seksama sesuai dengan aturan pemerintah, namun juga dirancang untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi serta kestabilan permintaan pasar terhadap layanan Grab," tegasnya.

Tirza menambahkan, Grab juga masih terus aktif melakukan sosialisasi secara bertahap kepada mitra pengemudi dan konsumen mengenai penyesuaian tarif tersebut.

Perlu dipahami bahwa tarif ojek online, termasuk tarif batas bawah dan tarif batas atas, yang diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 merupakan biaya jasa bagi mitra pengemudi.

"Adapun komponen biaya yang dibayarkan penumpang termasuk biaya pemesanan senilai Rp 2.000, yang mana informasi mengenai biaya ini telah dicantumkan di bagian keterangan pilihan transportasi pada aplikasi Grab. Biaya pemesanan ini mencakup inovasi fitur keselamatan, asuransi, dan biaya operasional lainnya,” kata Tirza.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI