Logo BeritaSatu

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Senin, 3 Oktober 2022 | 05:49 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Sejumlah perusahaan reasuransi dikabarkan mulai kesulitan membayar klaim imbas praktik tidak sehat dari bisnis asuransi kredit. Dampak paling mutakhir ke perusahaan asuransi dan pihak perbankan tinggal menunggu waktu, jika tanpa upaya perbaikan bersama.

"Ini kalau tidak diatasi bersama-sama pusaran yang diakibatkan, dampak sistemik akan menunggu di depan kita. Ini yang tidak kita harapkan," ungkap Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch Ihsanuddin dalam acara IndonesiaRe International Conference (IIC) 2022, belum lama ini.

Dia mengatakan, permasalahan asuransi kredit di industri asuransi umum tidak kalah serius dengan industri asuransi jiwa, ketika ada produk asuransi yang menawarkan bunga bergaransi layaknya deposito tanpa perhitungan sesuai. Bedanya, masalah asuransi kredit lebih dulu memukul perusahaan reasuransi.

"Ini ujungnya perusahaan reasuransi yang akan divonis paling bersalah, tidak bisa membayar klaim dari perusahaan asuransi. Ini harus diurai dari awal, bagian originator (bank), apakah mereka sudah menggunakan underwriting guideline yang proper sehingga produk (asuransi) pembiayaan atau kredit itu memang sudah baik quality-nya?" beber Ihsanuddin.

Dia menuturkan, masalah asuransi kredit ini tidak terlepas dari praktik usaha tidak sehat. Pertama, tingkat premi (premium rate) yang diberikan tidak sesuai dengan risiko ditanggung. Terlepas dari salah perhitungan pihak aktuaris, hal ini diperparah ketika mindset pelaku usaha hanya melihat sisi top line atau perolehan premi.

Dengan tingkat premi yang tidak sesuai tersebut, terjadi obral-mengobral produk sehingga perang harga pun tak terelakkan. Lahan ini yang menjadi ladang subur untuk para pemasar produk, berikut dengan komisi yang tidak kalah menggiurkan.

"Terkait masalah perkomisian, teman-teman dari industri perasuransian, tolong bertobatlah. Jangan kita selalu bersaing, selalu mengobral. Masalah komisi ini masalah sepele, tetapi ini akan membawa dampak apabila quality daripada kreditnya tidak baik. Urusannya panjang," ujar Ihsanuddin.

Baca selanjutnya
Ihsanuddin mengingatkan, masalah asuransi kredit bisa memberi dampak sistemik, meski masalah ...


hal 1 dari 3 halaman

Halaman: 123selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ekonom IAEI Sebut Indonesia Mampu Atasi Ancaman Resesi

Ekonom dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Munifah Syanwani menilai Indonesia akan mampu melewati tahun resesi ekonomi.

EKONOMI | 26 November 2022

Terapkan ESG, BRI Raih Peringkat Tertinggi di ASRRAT 2022

BRI berhasil meraih penghargaan platinum rank di ASRRAT 2022. BRI tahun lalu juga meraih peringkat tertinggi di ajang yag sama.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Negara Besar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72%

Presiden Jokowi menyebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,72 persen pada kuartal ketiga di tengah resesi yang dialami sejumlah negara besar di dunia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi Ungkap Syarat Indonesia Jadi 5 Besar Negara Terkuat di 2045

Presiden Jokowi menyampaikan syarat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang masuk dalam lima besar ekonomi terkuat di dunia pada 2045.

EKONOMI | 26 November 2022

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain kalau Jalannya Becek

Presiden Jokowi mengungkap alasannya terus membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Infrastruktur akan membuka titik-titik ekonomi baru Indonesia. 

EKONOMI | 26 November 2022

Hilirisasi, Bahlil Ingin Indonesia Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop ekspor timah pada 2023.

EKONOMI | 26 November 2022

Ini 10 Perusahaan Teknologi dengan Jumlah PHK Terbesar

Menurut data layoffs.fyi, terdapat 137.492 karyawan dari 859 perusahaan teknologi di seluruh dunia yang di-PHK pada 2022.

EKONOMI | 26 November 2022

Wall Street Menguat dalam Sepekan di Tengah Minimnya Sentimen

Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada hari Jumat (25/11/2022). Indeks-indeks acuan Wall Street mencatat kinerja positif selama minggu ini.

EKONOMI | 26 November 2022

BEI Targetkan 57 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan perusahaan yang melakukan penawaram umum saham perdana (IPO) pada 2023 sebanyak 57 perusahaan

EKONOMI | 26 November 2022

Perluas Pasar Bank Digital, MNC Bank Gandeng Taspen

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dipercaya PT Taspen (Persero) (TASPEN) menjadi mitra bayar digital pertama.

EKONOMI | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Argentina vs Meksiko: Ini Susunan Pemain Kedua Tim

Argentina vs Meksiko: Ini Susunan Pemain Kedua Tim

SEMESTA BOLA 2022 | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE