Logo BeritaSatu

Kebijakan Satu Peta Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:49 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Indef, Agus Herta Sumarto mengatakan kebijakan satu peta dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat dengan identifikasi potensi ekonomi berdasarkan daerah.

“Misalnya sekarang membuat klaster, UMKM kelas apa? Itu harus sesuai dengan keunggulan daerah masing-masing, berdasarkan potensi di daerahnya. Kalau bisa ter-capture dengan baik probabilitas yang tinggi, saya kira itu akan bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan ekonomi yang lebih baik dan cepat lagi,” kata Agus di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Agus menambahkan peta ini dari sisi ekonomi harus bisa menggambar potensi per daerah dari sisi ekonominya, baik itu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Nantinya bukan cuma ekonomi saja yang bergerak, tetapi juga sektor turunannya.

“Peta ini benar-benar menyentuh semua aspek. Jangan hanya satu sisi saja, kalau bicara ekonomi dan turunannya dan kaitannya, ada pendidikan, tenaga kerja, dan kesehatan, itu sambung-menyambung,” ungkap Agus.

Dengan adanya kebijakan satu peta ini, arah kebijakan pemerintah nantinya akan semakin jelas. Sebab, selama ini pembangunan itu belum memiliki arah yang jelas, bukan hanya ego sektoral, tetapi juga kedaerahan.

“Kita belum tahu secara pasti potensi riil sebuah daerah, sehingga belum bisa membuat skala prioritas program pembangunan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membuka rapat kerja nasional kebijakan satu peta. Airlangga yang juga ketua umum Golkar mengatakan kebijakan satu peta ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dengan kebijakan satu peta ini, seluruhnya menjadi jelas dan terang benderang, transparan. Tidak ada lagi ego sentris dari masing-masing sektor. Tentu dampaknya pasti pembangunan. Kebijakan satu peta juga untuk menuntaskan seluruh persoalan ketimpangan lahan,” kata Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengungkapkan kebijakan satu peta juga menjadi angin segar untuk sektor energi ketika ingin menerapkan skema environmental, social, dan governance (ESG).

Sektor energi sangat berkaitan erat dengan pertambangan yang rentan menyalahi prinsip keberlanjutan. “Jadi, saya kira memang selama ini memang harus berkesinambungan. Program energi kita, road map energi kita, harusnya berkesinambungan dan pastinya dengan memperhatikan kondisi lingkungan pasca-tambang,” ungkapnya.

Kebijakan satu peta bisa mendukung kebijakan energi berkelanjutan dengan mempertimbangkan wilayah pascatambang. “Jadi, saya kira sustainability di sektor energi memang harus benar-benar sustainable dengan memperhatikan banyak pertimbangan,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

Saham energi sejak awal tahun hingga 2 Desember 2022 (year to date/ytd) melonjak 87,3%. Di belakang sektor energi adalah sektor perindustrian.

EKONOMI | 3 Desember 2022

IPO Jumbo, XXI Cineplex Bidik Dana hingga Rp 17 triliun

 Perusahaan pengelola bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya atau bioskop XXI Cineplex berencana menjadi perusahaan terbuka.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Pertamina Uji Coba Pembatasan Solar Subsidi di 11 Wilayah

Mulai 1 Desember 2022 Pertamina lakukan uji coba penggunaan kode QR untuk pembelian bahan bakar solar subsidi di beberapa wilayah.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Minyak Ambruk Jelang Pemangkasan Produksi OPEC+

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$ 1,31 atau 1,5% menjadi US$ 85,57 per barel.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga Emas Ambles US$ 5,6 karena Kuatnya Data Pekerjaan AS

Harga emas ambles pada perdagangan Jumat waktu setempat (2/12/2022) dari kenaikan tajam sehari sebelumnya karena data pekerjaan AS lebih kuat.

EKONOMI | 3 Desember 2022

S&P 500 dan Nasdaq Ambles karena Data Pekerjaan Memanas

Bursa AS Wall Street bervariasi pada perdagangan Jumat (2/12/2022) karena investor menilai data pekerjaan AS lebih panas dari perkiraan.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Bursa Eropa Turun karena Data Pekerjaan & Covid-19 Tiongkok

Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,2%. Saham minyak dan gas memimpin penurunan, ambles 1,1%.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Harga BBM Nonsubsidi Shell, BP, dan Pertamina Naik, Paling Murah?

Per 1 Desember, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, baik milik PT Pertamina (Persero) hingga perusahaan swasta lainnya seperti Shell dan B-AKR.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Sri Mulyani Wanti-wanti Imbas Bunga Fed di 2023 bakal Lama

Pemerintah mewaspadai dampak kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) terhadap perekonomian nasional pada tahun 2023.

EKONOMI | 3 Desember 2022

Fed Mulai Jinak, OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12%

OJK optimistis kredit perbankan bisa tumbuh minimal 12% pada tahun 2023, minimal sama dengan tahun 2022.

EKONOMI | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

2022 Saham Energi Meroket 87%, Teknologi Nyungsep 36%

EKONOMI | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE