Logo BeritaSatu

Jayamas Medica Lepas 15% Saham ke Publik, Cek Jadwalnya

Jumat, 7 Oktober 2022 | 06:27 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Surabaya, Beritasatu.com - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OneMed), pemimpin pasar alat kesehatan Indonesia akan melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak- banyaknya 15% saham baru ke publik dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis.

Direktur Pemasaran PT Jayamas Medica Industri, Louis Hartanto mengatakan OneMed akan menggunakan dana IPO sebesar 72,19% untuk pengembangan usaha meliputi belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja, 22,87% akan diberikan kepada anak usaha PT Intisumber Hasil Sempurna Global.

Advertisement

"Sisanya 4,94% akan diberikan kepada anak usaha PT Inti Medicom Retailindo dalam bentuk setoran modal untuk capex dan modal kerja dalam rangka memperluas jaringan distribusi dan retail," ujar Louis Hartanto dalam keterangan tertulisnya Jumat (7/10/2022).

Dalam aksi korporasi ini, Jayamas Medica menunjuk CLSA Limited, CIMB Investment Bank Berhad, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai joint global coordinators, bookrunners dan joint lead underwriters, serta AvantGarde Capital yang bertindak sebagai penasehat keuangan (financial advisor).

Usai mengantongi surat pernyataan praefektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Oktober 2022, Jayamas Medica Industri akan memulai rangkaian bookbuilding atau penawaran awal yang dijadwalkan pada 6-12 Oktober 2022.

Setelah penawaran awal, surat pernyataan efektif dari OJK diharapkan diperoleh pada 21 Oktober 2022. Selanjutnya, penawaran umum perdana berlangsung pada 25-27 Oktober dan diharapkan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Oktober 2022. Pencatatan diharapkan dapat dilakukan pada papan utama BEI. Sementara untuk kebijakan dividen, Jayamas Medica Industri menetapkan setidaknya 25% dari laba bersih.

Louis Hartanto mengatakan Jayamas Medica Industri optimistis belanja kesehatan akan terus bertumbuh di Indonesia, ditopang kekuatan fundamental makroekonomi yang membaik dalam masa transisi menuju fase endemi Covid-19.

Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan gross domestic product (GDP) per kapita tercepat di Asia Pasifik dengan proyeksi pertumbuhan CAGR 7,1% dari 2021 hingga 2026, melampaui Thailand (5,3%) dan Jepang (4,7%). “Dengan belanja kesehatan yang relatif rendah dibandingkan dengan negara- negara tetangga di Asia Pasifik, maka potensi pertumbuhan alat-alat kesehatan dan suplai industri di Tanah Air masih tinggi,” kata dia.

Berdasarkan proyeksi WHO, OECD, IMF dan Frost Sullivan, persentase belanja kesehatan terhadap GDP Indonesia pada 2021 sebesar 3,2% atau masih di bawah Malaysia (4,3%), Vietnam (6,2%), Tiongkok (5,1%), dan Jepang (12,3%).

Direktur Operasi PT Jayamas Medica Industri Leonard Hartanto mengatakan sebagai manufaktur terintegrasi dan perusahaan distribusi, perseroan hadir di seluruh rantai nilai dan pasokan peralatan medis. Sampai saat ini, OneMed memiliki satu pusat distribusi nasional di Gresik, 20 kantor cabang dan fasilitas logistik, dan 11 kantor penjualan yang sebagian besar tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Onemed memiliki jangkauan jaringan distribusi yang luas membentang di 514 kota dan 34 provinsi di Indonesia hingga 31 Maret 2022 “Ke depan, kami meningkatkan produksi dan perakitan baik yang sudah ada maupun yang produk baru dan upgrade manufaktur fasilitas,” ujarnya dalam paparan publik.

Jayamas mencatat pertumbuhan kinerja keuangan positif dalam 3 tahun terakhir. Perseroan membukukan pendapatan Rp 2,22 triliun pada 2021 atau tumbuh 11,63% dibandingkan 2020 sebesar Rp 1,99 triliun. Pencapaian 2021 naik 62,46% dibandingkan pendapatan 2019 sebesar Rp 1,22 triliun.

Sementara laba bersih OneMed naik tajam 203,90% pada 2020 menjadi Rp 692,90 miliar, dari Rp 228 miliar pada 2019. Selanjutnya pada 2021, laba tercatat Rp 570,40 miliar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Organisasi, OJK Angkat 268 Pegawai Baru

Pengangkatan 268 pegawai baru ini guna memenuhi kebutuhan OJK dalam menjalankan amanat undang-undang dan kewenangan tugas yang terus meningkat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Sektor Properti Pulih, Anak Usaha Triputra Perkuat Ekspansi

Seiring membaiknya pasar properti dan daya beli masyarakat, PT Anugerah Magma Nanoteknologi (AMAN) memperkuat ekspansi pasar bahan pelapis atau waterproofing.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Airlangga: Pemerintah Inginkan Indonesia Jadi Pemain Global Komoditas

Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi global key player industri hilirisasi berbasis komoditas.

EKONOMI | 3 Februari 2023

OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Ogi Prastomiyono menyampaikan, sebanyak 11 perusahaan asuransi masuk dalam kategori pengawasan khusus OJK.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Masih Berkeliaran, Satgas Waspada Investasi Blokir 50 Pinjol Ilegal

Tongam menegaskan, Satgas Waspada Investasi terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat korban pinjaman online atau pinjol ilegal.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Izin Bursa Kripto Tersendat

Pembentukan bursa kripto di Indonesia belum terwujud padahal dimulai sejak 2020 dan sempat ditargetkan terbentuk pada 2021.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Manajemen Kartu Prakerja Gelar Seleksi Lembaga Pelatihan

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menilai, semakin banyaknya penyedia pelatihan memungkinkan terjadinya persaingan sehat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Good Ponsel Angels Perkuat Penetrasi Pemasaran Digital

Gebrakan pemasaran digital yang dilakukan Good Ponsel Angels ternyata sangat efektif, sehingga menjadi salah satu lini bisnis baru yang menjanjikan.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ramai Peminat, Sukuk CIMB Niaga Finance Oversubscribed 4,6 Kali

Penawaran umum sukuk wakalah CIMB Niaga Finance mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,6 kali.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ini Alasan Kenapa Pemerintah Larang Ekspor Listrik EBT

Pemerintah akan melakukan penghentian ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjaga ketahanan energi di Indonesia.

EKONOMI | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hasto: Keluarnya 5 Nama Capres dari PDIP Itu Tidak Benar

Hasto: Keluarnya 5 Nama Capres dari PDIP Itu Tidak Benar

BERSATU KAWAL PEMILU | 15 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE