Logo BeritaSatu

Transaksi Kripto di Indonesia Menurun, Apa yang Terjadi?

Jumat, 7 Oktober 2022 | 16:57 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merilis angka terbaru terkait jumlah investor dan volume transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia. Hasilnya, sejak awal tahun 2022 ini terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis, pada 2021 total nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp 859,5 triliun. Sedangkan, total nilai transaksi kripto pada Januari-Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022 terdapat 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725.000 pelanggan per bulan. Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat penurunan volume transaksi kripto di Indonesia merupakan efek domino dari apa yang terjadi di global. Pasar kripto global tengah dihantam oleh situasi makroekonomi yang kurang baik sepanjang tahun ini.

“Guncangan sistem keuangan global bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Hal ini bisa membuat situasi crypto winter bisa terjadi,” kata pria yang akrab disapa Manda dalam keterangan resmi, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, pasar kripto yang lesu juga didorong oleh kebijakan moneter AS, yang membuat investor kurang bergairah. Seperti diketahui, menurut Statista, AS memiliki volume perdagangan Bitcoin terbanyak di bursa.

Pengetatan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuannya guna menekan inflasi bisa mengancam pasar kripto. Kenaikan suku bunga akhirnya menyebabkan harga komoditas yang lebih tinggi dan daya beli melemah, investor akan menjauhi pasar.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat investor untuk wait and see. Ini yang mulai terasa di Indonesia, investor memilih menunggu momen yang tepat untuk masuk kembali ke market kripto, di saat situasi makroekonomi sudah stabil,” jelasnya.

Baca selanjutnya
Di samping faktor makroekonomi, penerapan pengenaan pajak aset kripto juga berpengaruh ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Humpuss Internasional Berkomitmen Wujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim

Kehadiran Humpuss di kancah industri kemaritiman Indonesia berperan penting pada kemajuan perekonomian nasional, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Ganjar Pranowo Proyeksikan KIK Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Investor asing dari 11 negara mendirikan pabriknya di KIK, Ganjar Pranowo pun memproyeksikannya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

EKONOMI | 9 Desember 2022

SF Sekuritas Ajak Generasi Muda Melek Pasar Modal

PT Surya Fajar Sekuritas (SF Sekuritas) yang merupakan bagian dari grup usaha PT Surya Fajar Capital Tbk (SF Capital) terus melakukan edukasi pasar modal

EKONOMI | 9 Desember 2022

Indosat Ooredoo Hutchison Tuntas Matikan Jaringan 3G

Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) sudah tuntas mematikan jaringan 3G di Tanah Air.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Penutupan Akhir Pekan, IHSG Terjungkal ke 6.715

IHSG ditutup melemah 89,1 poin (1,31%) ke level 6.715,12. IHSG hari ini bergerak bervariasi dengan rentang 6.695,4–6.804,2.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Hasil Merger, Pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison Capai 100 Juta

Pascamerger, pengguna Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) saat ini mencapai 100 juta pengguna aktif.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Sembilan CEO Raih Gelar Tokoh Finansial Indonesia 2022 Versi Investor Daily

Majalah Investor kembali menganugerahkan penghargaan Tokoh Finansial Indonesia (TFI) untuk para Chief Executive Officer Terbaik dari berbagai bidang usaha.

EKONOMI | 9 Desember 2022

BPJS Ketenagakerjaan Catat Peserta Aktif Capai 36 Juta Tenaga Kerja

Jumlah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 36 juta tenaga kerja tahun ini meningkat 6 juta dari tahun sebelumnya.

EKONOMI | 9 Desember 2022

Kurs Rupiah Terapresiasi ke Kisaran Rp 15.500

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat(9/12/2022) terpantau menguat ke kisaran Rp 15.500.

EKONOMI | 9 Desember 2022

BI Perkirakan Suku Bunga Acuan The Fed Naik 50 Bps di Desember

Bank Indonesia memperkirakan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau fed fund rate dikerek naik sebesar 50 basis poin (bps) di Desember 2022.

EKONOMI | 9 Desember 2022


TAG POPULER

# Muhammad Fadli


# Pernikahan Kaesang


# Kuat Ma'ruf


# Bom Bandung


# Gempa Terkini


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Turunkan Angka Kemiskinan, Jateng Andalkan 3 Program Ini

Turunkan Angka Kemiskinan, Jateng Andalkan 3 Program Ini

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE