Logo BeritaSatu

Imbas Tarif Ojol Naik, Pesanan Tak Sampai 5 Kali Sehari

Senin, 10 Oktober 2022 | 13:32 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Kenaikan tarif ojol (ojek online) yang berlaku sejak 11 September 2022 ternyata berdampak pada jumlah pesanan yang berkurang.

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), banyaknya pesanan sebelum pemberlakuan tarif baru 5-10 kali (46,88%) dan sesudah pemberlakuan tarif kurang dari 5 kali (55,65%).

Advertisement

Untuk pendapatan per hari pengemudi, ternyata hampir sama dengan biaya operasionalnya. Terbanyak rata-rata pendapatan per hari Rp 50.000 - Rp 100.000 (50,10%) dan biaya operasional per hari terbanyak kisaran Rp 50.000-Rp 100.000 (44,10%).

"Pendapatan ojek daring rata-rata masih kurang dari Rp 3,5 juta per bulan. Hal ini tidak sesuai dengan janji para aplikator angkutan berbasis daring pada tahun 2016 yang mencapai Rp 8 juta per bulan,” ungkap Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengomentari hasil survei tersebut yang dikutip Beritasatu.com, Senin (10/10/2022).

Imbas Tarif <em>Ojol</em> Naik, Pesanan<em> </em>Tak Sampai 5 Kali Sehari
Aktivitas sejumlah mitra pengemudi ojek online di kawasan Jalan MH Thamrin Jakarta, Minggu, 11 September 2022.

Survei ini dilakukan rentang waktu 13-20 September 2022 dengan media survei online. Sampling adalah penduduk Jabodetabek pengguna ojek online di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sebanyak 2.655 responden masyarakat pengguna ojol dan 2.016 responden mitra ojek online.

Survei tersebut juga mengungkapkan, pengemudi ojol didominasi oleh pria (81%) dengan usia terbanyak 20-30 tahun (40,63%) serta lama bergabung menjadi pengemudi ojek online terbanyak kurang dari 1 tahun (39,38%). Status sebagai pekerjaan utama 54% dan sebagai pekerjaan sampingan 46%.

Pengemudi yang disurvei juga mengaku jarang mendapatkan bonus (52,08%) dari aplikator dan sebagian besar menyatakan tidak pernah (37,40%) mendapatkan bonus dari aplikator. Sementara untuk mendapatkan tip dari penumpang juga jarang (75,79%).

Pengguna Jasa
Untuk pengguna jasa ojol, mayoritasnya adalah pria (53%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (35,40%) dan pendapatan per bulan terbanyak di bawah Rp 3 juta. Dari segi pengeluaran, kebanyakan menghabiskan di kisaran Rp 10.000-Rp 25.000 (51,41%) untuk pemesanan ojol dan kurang dari Rp 25.000 (41,47%) untuk transportasi lainnya. Kebanyakan masyarakat mengaku alasan menggunakan ojol karena lebih praktis (37,29%) dan lebih cepat (32,28%).

Aplikasi yang paling sering digunakan adalah Gojek (59,13%), diikuti Grab (32,24%), Maxim (6,93%), InDriver (1,47%) dan lainnya (0,23%). Sistem pembayaran yang disukai cash dan uang elektronik (41,69%), uang elektronik (32,53%) dan cash (25,69%). Untuk jarak tempuh terjauh 4 km-8 km (41,24%) dengan maksud menggunakannya untuk bekerja/bisnis (57,74%).

Mengenai kenaikan tarif, masyarakat menyatakan tarif yang berlaku wajar (52,32%). Reaksi terhadap biaya jasa (tarif) ojol terbaru memilih tetap menggunakan sebanyak 49,76% dan beralih atau mengurangi frekuensi penggunaan 50,24%.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Organisasi, OJK Angkat 268 Pegawai Baru

Pengangkatan 268 pegawai baru ini guna memenuhi kebutuhan OJK dalam menjalankan amanat undang-undang dan kewenangan tugas yang terus meningkat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Sektor Properti Pulih, Anak Usaha Triputra Perkuat Ekspansi

Seiring membaiknya pasar properti dan daya beli masyarakat, PT Anugerah Magma Nanoteknologi (AMAN) memperkuat ekspansi pasar bahan pelapis atau waterproofing.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Airlangga: Pemerintah Inginkan Indonesia Jadi Pemain Global Komoditas

Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi global key player industri hilirisasi berbasis komoditas.

EKONOMI | 3 Februari 2023

OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Ogi Prastomiyono menyampaikan, sebanyak 11 perusahaan asuransi masuk dalam kategori pengawasan khusus OJK.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Masih Berkeliaran, Satgas Waspada Investasi Blokir 50 Pinjol Ilegal

Tongam menegaskan, Satgas Waspada Investasi terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat korban pinjaman online atau pinjol ilegal.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Izin Bursa Kripto Tersendat

Pembentukan bursa kripto di Indonesia belum terwujud padahal dimulai sejak 2020 dan sempat ditargetkan terbentuk pada 2021.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Manajemen Kartu Prakerja Gelar Seleksi Lembaga Pelatihan

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menilai, semakin banyaknya penyedia pelatihan memungkinkan terjadinya persaingan sehat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Good Ponsel Angels Perkuat Penetrasi Pemasaran Digital

Gebrakan pemasaran digital yang dilakukan Good Ponsel Angels ternyata sangat efektif, sehingga menjadi salah satu lini bisnis baru yang menjanjikan.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ramai Peminat, Sukuk CIMB Niaga Finance Oversubscribed 4,6 Kali

Penawaran umum sukuk wakalah CIMB Niaga Finance mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,6 kali.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ini Alasan Kenapa Pemerintah Larang Ekspor Listrik EBT

Pemerintah akan melakukan penghentian ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjaga ketahanan energi di Indonesia.

EKONOMI | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ganjar Akan Keliling Jateng Tampung Usulan Masyarakat

Ganjar Akan Keliling Jateng Tampung Usulan Masyarakat

NEWS | 49 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE