Logo BeritaSatu

RUPS Kimia Farma Setujui Right Issue dan Rombak Manajemen

Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:43 WIB
Oleh : Yunia Rusmalina / WBP

Jakarta, Beritasatu.com − Pemegang saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyetujui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. Selain itu, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta Jumat (14/10/20022) juga sepakat mengganti jajaran direksi dan komisaris.

"RUPSLB mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Abdul Kadir selaku komisaris utama dan Kamelia Faisal selaku komisaris independen," kata Manager Corporate Communication PT Kimia Farma Tbk, Hilda Shinta dalam keterangannya.

Advertisement

Adapun Kimia Farma secara resmi mengangkat Fachmi Idris menjadi komisaris utama dan Rendi Witular sebagai komisaris menggantikan jajaran komisaris yang berhenti.

KAEF juga mengalami perubahan nomenklatur direksi yang semula Direktur Pemasaran, Riset dan Pengembangan menjadi Direktur Portofolio, Produk dan Layanan yang saat ini dijabat oleh Jasmine Karsono. Selain itu dalam RUPSLB juga mengangkat Chairani Harahap menjadi direktur komersial.

Selain pergantian manajemen, berdasarkan informasi dari perseroan, KAEF mendapatkan persetujuan atas penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

Dengan demikian dapat disampaikan jajaran komisaris dan direksi Kimia Farma saat ini berdasarkan keputusan RUPSLB yaitu:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Fachmi Idris

Komisaris : Dwi Ary Purnomo

Komisaris : Wiku Adisasmito

Komisaris : Rendi Witular

Komisaris Independen : Rahmat Hidayat Pulungan

Komisaris Independen : Musthofa Fauzi

Direksi

Direktur Utama : David Utama

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Lina Sari

Direktur Sumber Daya Manusia : Dharma Syahputra

Direktur Produksi dan Supply Chain : Andi Prazos

Direktur Portfolio, Produk & Layanan : Jasmine Karsono

Direktur Komersial : Chairani Harahap



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa 5,3 Persen

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Aplikasi Teknologi Baru Turunkan Emisi Karbon Sektor Energi

Penerapan teknologi CCS dan CCUS dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan produksi migas sekaligus mencapai target penurunan emisi karbon.

EKONOMI | 7 Februari 2023

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini masih cukup gemuk, yakni sebanyak 1.600 BPR.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2023

Airlangga mengatakan, pemerintah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di tahun 2023.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Jokowi Harapkan Dukungan Program Hilirisasi, Ini Respons OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, sejatinya minat industri jasa keuangan memberikan pembiayaan program hilirisasi industri cukup besar.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pluang Ajak Investor Ritel Cerdas Kenali Risiko Investasi

Pluang mengimbau investor ritel di Indonesia untuk memperhatikan status legalitas entitas bisnis yang menjual saham AS.

EKONOMI | 7 Februari 2023

PTPP Gandeng 5 BUMN Bentuk Usaha Patungan Beton Pracetak

PT PP (Persero) Tbk atau PTPP bersama 5 BUMN Karya lainnya membentuk perusahaan patungan beton pracetak bernama PT Karya Logistik Nusantara.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Kemenkeu Belum Terapkan Cukai Minuman Berpemanis, Ini Alasannya

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menyampaikan, pengenaan cukai minuman berpemanis mempertimbangkan kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pekan Ini Ombudsman Periksa Bappebti

Ombudsman segera memeriksa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terkait dugaan malaadministrasi dalam proses pembentukan bursa kripto.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Bisnis Warunk Upnormal Mulai Berguguran, Apa Penyebabnya?

Channel Youtube Bennix yang banyak mengulas tentang dunia saham menganalisa tujuh penyebab runtuhnya bisnis Warunk Upnormal.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 41 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE