Logo BeritaSatu

Wow! Adhi Karya Garap Proyek LRT di Filipina Rp 5 Triliun

Minggu, 16 Oktober 2022 | 22:10 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal mengantongi dua paket kontrak baru senilai Rp 5 triliun yang berasal dari proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Filipina.

“Kita sedang menunggu penetapan dua kontrak untuk pembangunan LRT di Filipina. Ini merupakan bagian kita selain mengembangkan kompetensi, juga mencari pasar di pasar regional,” ucap Direktur Operasi I Adhi Karya Suko Widigdo di acara yang dilaksanakan Mirae Asset baru-baru ini.

Advertisement

Hingga Agustus 2022, Suko menyebut bahwa perseroan telah memperoleh kontrak sebesar Rp 16,3 triliun yang terdiri dari 47% sampai 50% proyek pemerintah baik yang pembiayaannya bersumber dari APBN maupun government-to-government (G2G). Termasuk proyek BUMN atau afiliasinya.

“Jadi, contoh teman-teman BUMN membentuk anak perusahaan untuk investasi proyek Jalan Tol Jogja-Bawen. Ini porsinya hampir 43%. Dengan kombinasi pemerintah dan BUMN maupun afiliasinya, porsi kita hampir 90%. Jadi, memang bagi kami itu lebih nyaman dan aman karena tingkat kepastian pekerjaan itu selesai akan tinggi,” ungkap Suko.

Sedangkan kontribusi proyek swasta terhadap perolehan kontrak baru sekitar 10% sampai 20%. Adhi optimistis nilai kontrak baru yang ditargetkan mencapai Rp 25-30 triliun pada tahun ini dapat tercapai. Pasalnya, selain menunggu penetapan dua paket kontrak LRT di Filipina, Suko mengungkapkan bahwa saat ini perseroan juga tengah menunggu investasi Jakarta Outer Ring Road (JORR) ruas Cikunir-Ulujami atau JORR Express. “Jadi kita saat ini sedang menunggu proses investasinya. Harapannya November atau Desember tahun ini kontrak konstruksinya akan kita dapatkan,” ujarnya.

Atas dasar itu, lanjut Suko, Adhi optimistis mampu mencapai target kontrak baru tahun ini sebab di satu sisi Adhi Karya sudah mendapatkan kepastiannya, sementara di sisi lain, perseroan juga sedang fokus mengejar tiga paket pekerjaan yang diinisiasi oleh afiliasi-afiliasi BUMN.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Adhi karya Agung Dharmawan menambahkan bahwa secara umum perseroan menargetkan dapat meraup margin keuntungan sekitar 12%-14%. Tentunya, dengan harapan sentimen-sentimen seperti kenaikan harga BBM bersifat sementara.

“Yang paling penting dalam menjaga margin ini, selain secara eksternal melakukan negosiasi, di internal juga harus ada penyesuaian baik efisiensi maupun peningkatan operation excellent. Jangan sampai terjadi bad cost-bad cost yang tidak perlu,” ujarnya.

Hal tersebut merupakan tantangan yang dihadapi perseroan saat ini. Karena itu, Adhi Karya mendorong tim operasional dan tim keuangan untuk melakukan operation excellent serta efisiensi di antaranya menegosiasikan biaya-biaya termasuk tingkat bunga yang akhirnya dapat menjaga margin total korporasi.

Ke depan, Agung menuturkan bahwa Adhi Karya akan berupaya untuk memastikan agar target kenaikan dari top line menuju bottom line sebesar 25% atau Rp 25 triliun dapat tercapai dengan memitigasi hal-hal yang berpotensi mengganggu guidance perseroan.

“Jadi, dengan kontrak baru per Juni sebesar 103% growth secara yoy atau Rp 15,9 triliun, sementara per Agustus sudah Rp 16 triliun lebih, kami berharap di akhir semester II-2022 ini target dari atas di bottom line yang naik 25% atau Rp 25 triliun itu tercapai karena peak dunia konstruksi itu di belakang,” tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mudahkan Capres Berikutnya, RPJPN 2025-2045 Rampung September

Bappenas menargetkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Bagaimana Kesiapan Balikpapan Dukung IKN? Simak Berita Satu Spesial BTV Malam Ini

Bagaimana kesiapan Balikpapan secara infrastruktur dan SDM dalam membangun bangsa khususnya saat pemindahan IKN?

EKONOMI | 9 Februari 2023

30% dari 57 Juta Pelaku Mikro Ditargetkan Raih Akses Perbankan

Pemerintah menargetkan pada 2024 sekitar 30% pelaku usaha mikro sudah bisa mendapatkan akses kredit perbankan.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Pasar PMI Besar, Deltomed Ekspor Antangin ke Taiwan

Produsen obat herbal dan jamu PT Deltomed Laboratories mengekspor produk unggulannya, Antangin JRG Syrup ke Taiwan.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Sesi I IHSG Hari Ini Menguat, Bursa Asia Mixed

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 8,9 poin (0,07%) ke level 6.949 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (9/2/2023).

EKONOMI | 9 Februari 2023

Ditjen Bina Marga Dapat Anggaran Rp 49 Triliun, 17% untuk IKN

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR  pada tahun 2023 memperoleh anggaran Rp 49 triliun.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Digitalisasi Adalah Aspek Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Digitalisasi merupakan salah satu aspek penting dalam pemulihan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah 3T.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Mundur! IPO PHE Tunggu Laporan Keuangan Kuartal IV 2022

Rencana IPO PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) mundur dari jadwal semula kuartal I 2022.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Bursa Kripto Berlarut-larut, Ombudsman Uji Potensi Malaadministrasi Bappebti

Ombudsman RI akan menguji potensi malaadministrasi oleh Bappebti dalam proses izin usaha bursa berjangka komoditi dan kripto.

EKONOMI | 9 Februari 2023

Kurs Rupiah Hari Ini Kembali Terdepresiasi ke Rp 15.120

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah ke kisaran Rp 15.120 pada perdagangan hari ini, Kamis (9/2/2023).

EKONOMI | 9 Februari 2023


TAG POPULER

# Sugeng Guruh Gautama


# Disney PHK Karyawan


# Gempa Turki


# Ferdy Sambo


# Capres PDIP


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mudahkan Capres Berikutnya, RPJPN 2025-2045 Rampung September

Mudahkan Capres Berikutnya, RPJPN 2025-2045 Rampung September

EKONOMI | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE