Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

OJK Ingin Santri Punya Tingkat Literasi Keuangan yang Baik

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 18:31 WIB
Oleh : Herman / FER
Ilustrasi santri

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya pemahaman keuangan syariah bagi santri.

Santri didorong memiliki tingkat literasi keuangan yang baik agar dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses keuangan pada lembaga jasa keuangan formal.

"Pada intinya belajar keuangan itu adalah kemampuan kita untuk dapat mandiri secara keuangan nantinya. Karena sebetulnya ilmu tentang pengelolaan keuangan adalah essential life skill atau keterampilan hidup yang sangat penting dibutuhkan oleh kita semua,” kata Friderica dalam kegiatan "Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah” (Sakinah) yang menjadi rangkaian kegiatan perayaan Hari Santri Nasional 2022, di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, Sabtu (22/10/2022).

Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam kegiatan edukasi SAKINAH “Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah” dan peluncurannya Gerakan Santri Menabung, di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul, yang juga disiarkan secara daring, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Friderica menyampaikan, tingkat literasi keuangan yang baik juga dapat menumbuhkan kesadaran mengenai kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal/bodong yang marak terjadi di masyarakat.

Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional ini meliputi talkshow edukasi keuangan syariah, launching Gerakan Santri Menabung, dan tabligh akbar atau doa Bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan rekening Simpel iB selama periode 22-25 Oktober 2022 guna mendukung Gerakan Santri Menabung dan Bulan Inklusi Keuangan.

Friderica berharap pelaksanaan Perayaan Hari Santri Nasional 2022 di pondok pesantren ini juga dapat memberikan multiplier effect kepada lingkungan sekitar. Mengingat peran penting santri di lingkungannya, kegiatan edukasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan pada masyarakat sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan agar tidak terjerumus pada utang yang konsumtif atau penipuan yang berkedok investasi.

Dalam kesempatan di Yogyakarta, Friderica juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah debitur Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (Pede) dari BPD DIY yang merupakan salah satu program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Yogyakarta di Kelurahan Patehan Kemantren Kraton Yogyakarta.

Kredit Pede di lokasi tersebut menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) yang merupakan pelaku UMKM dengan awal usaha berfokus pada olahan hasil pertanian dan terus berkembang menjadi berbagai usaha di sektor perdagangan, perikanan dan kerajinan.

Debitur Kredit Pede di kawasan tersebut juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata setempat dalam pengembangan usahanya.

“Ini adalah hasil kerja sama dari berbagai pihak, dari pencetusan TPAKD oleh OJK, kemudian didukung oleh Pemda dengan menerbitkan SK Gubernur serta pelaku usaha jasa keuangan, sehingga kehadirannya dapat memberikan manfaat dan nilai tambah serta mendorong peningkatan perekonomian di daerah,” kata Friderica.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI