Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemajuan Proyek Jalan Tol di Luar Jawa Butuh Dukungan Pemda

Senin, 24 Oktober 2022 | 09:29 WIB
Oleh : Ichsan Ali / FER
Ilustrasi jalan tol.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan tol di luar pulau Jawa pada tahun ketiga pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

"Pemerintah daerah kurang merespon adanya pembangunan jalan tol. Rencana pembangunan daerahnya belum menetapkan satu perencanaan yang kemudian mengaitkan keberadaan jalan tol itu sendiri, daerah cenderung pasif sehingga tidak ada upaya yang sungguh-sungguh mengemas daerah bersangkutan menjadi daerah yang menarik investor," ungkap Trubus, saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (23/10/2022).

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah.

Trubus menilai, pemda belum menganggap keberadaan jalan tol sebagai suatu kebutuhan yang mendesak. Bahkan, pembangunan jalan tol dianggap sebagai kompetitor jalan utama yang dapat merugikan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

"Pembangunan di luar pulau jawa ini tidak saja terkendala banyaknya persoalan, misalnya pembebasan tanah dan segala efek sampingnya juga dampak dari pembangunan ini sendiri belum dinikmati oleh masyarakat secara keseluruhan," jelasnya.

Trubus mengungkapkan, pembangunan jalan tol di luar Jawa seharusnya bisa dimanfaatkan oleh pemda untuk membangun konektivitas dan menumbuhkan pusat perekonomian baru. Menurutnya, diperlukan kolaborasi partisipatif dalam pembangunan jalan tol di luar Jawa.

"Kolaborasi Partisipatif artinya ketika apabila itu dijadikan tempat infrastruktur pembangunan jalan tol, keuntungan itu tidak semata mata dinikmati oleh Pengelola jalan tol tetapi masyarakat atau pemerintah daerah juga ikut menikmati bagaimana caranya," ungkapnya.

Tak hanya itu, Trubus menambahkan, perlunya dilibatkan masyarakat pascapembangunan jalan tol dalam membuka lapangan pekerjaan agar tingkat pertumbuhan perekonomian di sepanjang daerah yang dilalui jalan tol dan daerah kategori limpahan atau spillover effect.

Artinya, kata Trubus, ketika suatu wilayah dijadikan lokasi pembangunan jalan tol, maka keuntungan tersebut tidak semata dinikmati pengelola jalan tol, tetapi masyarakat atau pemerintah daerah juga ikut menikmati.

"Bagaimana caranya? Nah, menurut saya perlu dirundingkan ada pembagian. Misalnya, berapa persen setiap tahunnya untuk pemda, berapa persen untuk masyarakat disitu berbentuk CSR misalnya kan gitu ya, atau bentuk bentuk yang lain apalah namanya. Sehingga masyarakat merasa turut memiliki," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI