Sabtu, 25 Maret 2023

Multifinance Belum Akan Naikkan Suku Bunga Pinjaman

Prisma Ardianto / WBP
Rabu, 2 November 2022 | 09:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Sektor multifinance atau pembiayaan belum akan menaikkan suku bunga pinjaman kepada debitur, meski biaya pendanaan diprediksi bergerak naik dalam waktu dekat. Multifinance cenderung memilih pendapatan margin bunga tergerus dibandingkan harus membebankan kepada debitur.

Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis points (bps) menjadi 4,75%. Perubahan suku bunga acuan BI ini akan direspons oleh suku bunga pasar uang antar bank (PUAB).

Hal tersebut selanjutnya diprediksi berpengaruh pada kenaikan suku bunga perbankan termasuk suku bunga kredit perbankan. Meski demikian, proses transmisi kenaikan suku bunga kredit perbankan cenderung bervariasi mengingat kondisi likuiditas dan risk appetite masing-masing juga bervariasi.

Salah satu sektor yang langsung terimbas pada kebijakan bank ini adalah multifinance. Pendanaan multifinance yang berasal dari bank, baik dalam maupun luar negeri, mencapai Rp 198,30 triliun atau mencakup 88,83% dari total pendanaan per Agustus 2022 sebesar Rp 223,23 triliun.

Meski begitu, sejumlah multifinance memutuskan untuk tidak mentransmisikan kenaikan suku bunga pendanaannya terhadap suku bunga pembiayaan untuk debitur, salah satunya dalam rangka mempertahankan hubungan. Multifinance lain juga masih menimbang dengan melihat lebih dulu kebijakan kompetitornya.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono menerangkan, kenaikan suku bunga acuan bukan suatu yang bisa dikontrol perusahaan, sehingga pendekatan yang bisa dilakukan adalah mengamankan aspek pendanaan. Perseroan banyak memanfaatkan momentum pendanaan ketika suku bunga masih rendah. Sehingga saat suku bunga mulai naik, biaya bunga tidak akan banyak berpengaruh.

"Dampaknya saya rasa tidak akan besar, tetapi memang itu akan mengurangi net interest rate kami. Perlu dicatat juga bahwa sepanjang 2022 kami mengalami pertumbuhan net interest rate yang double digit. Jadi kalaupun ada adjustment di suku bunga bank dan sebagainya, itu tidak akan menggerus pertumbuhan (bisnis) kami, yang ada mengurangi pertumbuhan (margin) yang sudah kita dapatkan," jelas Sudjono, baru-baru ini.

Seperti yang telah disampaikan Sudjono, pinjaman yang diterima BFI Finance meningkat 81,82% year to date (ytd) menjadi Rp 8,70 triliun sampai dengan September 2022. Adapun tingkat bunga kontraktual setahun pinjaman dari bank dalam bentuk Rupiah berkisar antara 4,00%-8,50% per September 2022, dibandingkan per Desember 2022 sebesar 3,75-9,75%.

Sementara dari sisi bunga kontraktual per tahun untuk piutang pembiayaan juga belum banyak meningkat. Untuk pembiayaan mobil berkisar antara 15-21%, bunga untuk piutang pembiayaan motor bahkan turun menjadi 34-39%, begitu juga bunga channeling sebesar 18-30%.

Sumber: Investor Daily

Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1034521
1034520
1034519
1034518
1034517
1034516
1034514
1034515
1034511
1034512
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon