Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

PKPU, Sriwijaya Air Punya Utang US$ 85 Juta ke Grup Garuda

Jumat, 4 November 2022 | 11:33 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FMB
Ilustrasi Sriwijaya Air

Jakarta, Beritasatu.com - PT Sriwijaya Air kini dalam status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara.

Informasi tersebut sebagaimana tertera dalam pengumuman putusan penundaan kewajiban pembayaran utang sementara dan undangan rapat serta sidang permusyawaratan majelis hakim PT Sriwijaya Air (Dalam PKPU) yang dipublikasikan di Investor Daily, Kamis (3/11/2022).

Terkait utang, ternyata maskapai Sriwijaya Air memiliki kewajiban kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan anak usahanya, yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia.

Dalam laporan keuangan GIAA per 30 September 2022 tercatat bahwa Garuda memiliki piutang lain-lain sebesar US$ 8,96 juta.

Jika dirinci, piutang lain-lain itu terdiri atas piutang PT Sriwijaya Air sebanyak US$ 36,70 juta, PT Asuransi Jasa Indonesia US$ 6,56 juta, piutang pegawai US$ 2,91 juta, dan lain-lain US$ 8,78 juta. Sehingga, jumlahnya US$ 54,97 juta. Namun, kemudian dipotong cadangan kerugian penurunan nilai sebesar US$ 46 juta, sehingga jumlah keseluruhan piutang lain-lain menjadi US$ 8,96 juta.

Dalam laporan keuangannya itu, manajemen Garuda menjelaskan bahwa piutang dari Sriwijaya Air merupakan piutang yang timbul dari perjanjian kerja sama manajemen. Adapun per 31 Desember 2021, piutang Sriwijaya Air ini tercatat di GIAA sebesar US$ 39,21 juta.

Sementara itu, dalam laporan keuangan hingga semester I-2022, GMFI mencatatkan piutang usaha yang salah satunya berasal dari Sriwijaya Air. Per 30 Juni 2022, nilainya mencapai US$ 48,35 juta, meningkat dari posisi 31 Desember 2021 yang berjumlah US$ 47,43 juta.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI