Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

IPO, BliBli Akan Kembangkan Tiket.com dan Ranch Market

Selasa, 8 November 2022 | 16:57 WIB
Oleh : Herman / FMB
Jajaran direksi PT Global Digital Niaga Tbk (blibli) saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia BEI), di Jakarta, Selasa, 8 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham “BELI”. Setelah melakukan initial public offering (IPO), Blibli akan memperkuat ekosistem omnichannel-nya.

Penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) perseroan berhasil mencatatkan harga perdana mendekati batas atas rentang harga penawaran pada Rp 450 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO Blibli berhasil dimaksimalkan sepenuhnya hingga mencapai batas atas sebanyak 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum saham perdana, sehingga dapat menggalang dana IPO gross sekitar Rp 8 triliun.

CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto menyampaikan, dengan resmi melantai di BEI, Blibli semakin dekat menuju visi menjadi platform omnichannel perdagangan dan gaya hidup terdepan dan terpercaya bagi seluruh pelanggan, baik individu maupun institusi.

“Setelah melantai di bursa, pengembangan usaha kami akan fokus pada penguatan ekosistem omnichannel bersama anak usaha kami Tiket.com dan Ranch Market,” kata Kusumo Martanto dalam acara media briefing Pencatatan Perdana Saham PT Global Digital Niaga Tbk secara daring, Selasa (8/11/2022).

Dengan diperdagangkannya saham BELI di Bursa Efek Indonesia, Kusumo berharap hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor teknologi di Indonesia, serta membawa efek yang positif bagi perekonomian digital di Indonesia.

Dengan total kapitalisasi pasar sebesar Rp 53,3 triliun atau setara dengan US$ 3,4 miliar, Kusumo mengatakan Blibli merupakan satu-satunya internet-unicorn di kawasan Asia Pasifik yang melantai di pasar modal sejak Mei 2022 dan merupakan internet-unicorn terbesar kedua di Asia Pasifik yang melakukan IPO sepanjang tahun 2022. Ini juga merupakan IPO terbesar kedua sepanjang tahun 2022 dan IPO terbesar kelima sepanjang sejarah di Indonesia.

CEO Tiket.com George Hendrata menyampaikan, Blibli selama ini sangat fokus pada konsumen. Bisnis modelnya juga dibangun agar dapat sustainable dan sangat proven. Melalui IPO, diharapkan bisnis Blibli bisa semakin besar.

“Kalau kita lihat, ada B2C, online travel dan juga groceries, ketiganya memiliki prospek yang baik. Di luar negeri, perusahaan-perusahaannya besar, profitable dan sudah terbuka (Tbk). Karena itu, kita juga ikut Tbk. Kita ingin mengajak teman-teman investasi untuk kita bisa sama-sama besar bareng. Tujuan dari IPO ini kita mau lebih besar lagi, bukannya kita besar dulu baru kemudian IPO. Dengan IPO ini, kita yakin bisa melayani pelanggan dengan lebih baik lagi,” kata George.

CFO & Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk Hendry juga menyampaikan, sejak awal model bisnis Blibli adalah fokus dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan juga profitabilitas. Dengan ekosistem omnichannel yang saat ini sudah dibangun, pada semester I 2022, Blibli berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sekitar 90%. Monetisasi dari penjualan menjadi pendapatan juga meningkat sekitar 30%. Di saat bersamaan, perseroan juga bisa melakukan efisiensi terhadap EBITDA.

“Melihat signal atau indikasi dari semester I 2022, kami sangat optimistis. Ke depan, masih banyak efisiensi yang bisa kami lakukan. Dengan melakukan omnichannel ekosistem yang kita baru selesai buat building blocks-nya itu akhir tahun lalu, itu sudah kelihatan di semester I tahun ini impact-nya sangat positif,” kata Hendry.

Chief of Corporate Secretary & Investor Relations PT Global Digital Niaga Tbk Eric Alamsjah Winarta menambahkan, penawaran umum saham perdana ini mendapatkan dukungan dan minat yang kuat dari berbagai investor domestik dan internasional, yang terdiri dari sovereign wealth funds, long-only funds, multi-strategy funds, private wealth management, dan lainnya. Antusiasme investor berhasil mencatatkan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) yang mencapai 4,4 kali lipat pada penjatahan terpusat (pooling portion), sehingga menyebabkan peningkatan jumlah alokasi penjatahan terpusat dari 2,5% menjadi 5,0% dari keseluruhan jumlah penawaran.

“Kami bangga bisa menyelesaikan IPO di tengah kondisi pasar saham yang bergejolak dan suku bunga yang naik,” kata Eric.

Untuk dana bersih himpunan IPO yang diperoleh perseroan nantinya akan digunakan untuk pelunasan utang serta untuk modal kerja. Dalam IPO Blibli, Credit Suisse (Singapore) Limited dan Morgan Stanley Asia

(Singapore) Pte bertindak sebagai joint global coordinators (JGC), sedangkan PT BCA Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters/JLU). PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia, dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia bersama dengan sindikasi lainnya bertindak sebagai penjamin emisi efek.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI