Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Progres Delapan Strategi Penyehatan Keuangan oleh Waskita Karya

Senin, 14 November 2022 | 15:44 WIB
Oleh : Herman / WIR
Direktur Operasi III Waskita Karya Warjo, Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Septiawan Andri, dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno dalam acara paparan publik Waskita Karya triwulan III 2022, Senin 14 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah fokus untuk melakukan pemulihan dengan delapan langkah penyehatan keuangan yang mulai dilakukan sejak tahun lalu.

Delapan stream penyehatan keuangan Waskita terdiri dari master restructuring agreement (MRA), penyertaan modal negara (PNM) dan rights issue, penjaminan pinjaman dan obligasi/sukuk, transformasi bisnis, strategic partnership jalan tol, restrukturisasi utang anak usaha, penyelesaian jalan tol khusus, serta implementasi good corporate governance (GCG) dan manajemen risiko. Berbagai langkah yang dilakukan tersebut saat ini telah memperlihatkan hasil.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno menyampaikan, untuk strategi pertama yaitu master restructuring agreement, tujuannya adalah mendapatkan persetujuan dari total 21 bank atau restrukturisasi kredit. MRA saat ini telah ditandatangani dan mencapai 650 target restrukturisasi induk pada kuartal III 2021.

“Kami telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit dari 21 lenders perbankan pada Waskita, dan pada akhir 2021 sudah dilaksanakan dan tentunya ini dalam on going untuk bisa kita teruskan implementasi MRA ini melalui monitoring pemenuhan ketentuan MRA,” kata Wiwi Suprihatno dalam acara public expose PT Waskita Karya (Persero) Tbk secara daring, Senin (14/11/2022).

Untuk strategi PNM dan right issue, pada 2021 perseroan telah mendapatkan dukungan PNM Rp 7,90 triliun untuk pembangunan enam ruas tol, di mana porsi publik dengan mekanisme rights issue sebesar Rp 1,54 triliun telah dilakukan di awal 2022. Untuk tahun 2022, perseroan juga masih mendapatkan dukungan PNM dari pemerintah untuk penyelesaian ruas tol Kayu Agung – Palembang – Betung, dan ruas tol Bogor – Ciawi – Sukabumi.

Selanjutnya untuk strategi pinjaman dan obligasi/sukuk. Perseroan telah mendapatkan fasilitas modal kerja sindikasi dengan penjaminan pemerintah sebesar Rp 8,07 triliun, serta fasilitas penerbitan surat utang dengan penjaminan pemerintah dengan plafon Rp 5,6 triliun dan sudah dilaksanakan penerbitan obligasi dan sukuk sebesar Rp 5,05 triliun.

“Di tahun 2022, kami masih membutuhkan support dari fiskal berupa penjaminan ini dan sekarang sedang dalam proses pengajuan penerbitan obligasi dan suku dengan penjaminan pemerintah sebesar Rp 3,9 triliun. Diharapkan akhir tahun 2022 atau awal 2023 proses ini sudah final,” terang Wiwi.

Mengenai strategi transformasi bisnis, Wiwi menyampaikan tujuan strategi ini adalah mengembalikan Waskita kepada kompetensi inti, yaitu sebagai kontraktor, serta pengelolaan keuangan secara berkelanjutan, menjadi leader pada sektor champion (water & airport) disertai penerapan lean construction dan digitalisasi dalam proses bisnis.

“Penyehatan ini melalui mekanisme bagaimana perusahaan melakukan peningkatan winning war room dengan enam tender pilot proyek, perbaikan financial lenders dashboard, analisis beta untuk portofolio rebalancing, serta pelaksanaan 13 sesi capability building, Ini telah selesai dilakukan,” terangnya.

Untuk strategic partnership jalan tol, pada 2022 ini tiga ruas tol telah diselesaikan melalui kesepakatan divestasi, yaitu ruas tol Cimanggis – Cibitung (CCT), Kanci – Pejagan (SMR), dan Pejagan – Pemalang (PPTR).

“Saat ini kami masih dalam proses untuk mendapatkan partnership yang win-win solution untuk rencana divestasi ruas tol Pemalang – Batang,” jelas Wiwi.

Mengenai strategi restrukturisasi utang anak usaha, telah dilakukan restrukturisasi anak usaha pada tahun 2021, serta addendum perjanjian kredit (restrukturisasi 2) Waskita Karya Infrastruktur (WKI) pada tahun 2022. Untuk implementasi skema restrukturisasi Waskita toll Road, WKI dan Waskita Karya Realty, saat ini masih dalam proses yang diharapkan bisa selesai pada akhir 2022.

Berikutnya adalah penyelesaian jalan tol khusus, Waskita telah selesai mengembalikan proyek tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat kepada Hutama Karya melalui kepemilikan mayoritas sebagai bagian dari proyek Tol Trans Sumatera. Saat ini juga dalam proses penyelesaian proyek tol Kayu Agung – Palembang -Betung (KAPB) dengan dana PMN 2021 dan 2022 dan mencari partner baru pada proyek tersebut.

Strategi terakhir adalah GCG dan manajemen risiko. Waskita antara lain telah menyelesaikan penerapan ERP dengan peluncuran dashboard yang bertujuan mengintegrasikan informasi keuangan, pembuatan pedoman kerja Dewan Direksi dan Komisaris, pedoman investasi, SOP investasi, pengembangan bisnis dan manajemen risiko, serta penyusunan road map skor maturitas Manajemen Risiko tahun 2022-2025. Yang sedang dalam proses adalah pemutakhiran Prosedur Manajemen Risiko 2022 serta pemutakhiran Aplikasi Manajemen Risiko 2022.

Berbagai strategi yang dijalankan tersebut saat ini telah membuahkan hasil. Perseroan hingga kuartal III 2022 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 580 miliar, melonjak 766,60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 66,71 miliar. Selama periode Januari hingga September 2022, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,30 triliun, tumbuh 44,61% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 7,12 triliun.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI