Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Waskita Karya Prioritaskan Penjualan Dua Ruas Jalan Tol

Senin, 14 November 2022 | 18:48 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FER
Direktur Operasi III Waskita Karya Warjo, Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Septiawan Andri, dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno dalam acara paparan publik Waskita Karya triwulan III 2022, 14 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) total memiliki sebanyak 12 ruas tol yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Dari total tersebut, perseroan berencana melepas porsi kepemilikannya di lima ruas jalan tol sampai 2025 dan dua ruas tol lain dipertimbangkan sebagai ruas prioritas yang akan dijual.

"Jadi ada lima ruas tol yang kami akan didivestasi sampai 2025," ucap Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya, Septiawan Andri Purwanto dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (14/11/2022).

Adapun kelima ruas tol tersebut yaitu ruas Tol Pemalang-Batang (39 km) dengan porsi kepemilikan 60%, kemudian ruas Tol Depok-Antasari (Desari 22 km) kepemilikan 18,20%, Pasuruan-Probolinggo (Paspro) (44 km) porsi kepemilikan hampir 650, ruas Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu (Becakayu) (16 km) kepemilikan 71,80%, dan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) (38 km) dengan porsi kepemilikan hampir 650 atau Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) (60 km) dengan porsi kepemilikan 16%.

Di luar ruas-ruas tol tersebut, menurut Septiawan, tersisa sembilan ruas tol dan berdasarkan hasil evaluasi internal, ruas Tol Cisumdawu dan ruas KLBM kemungkinan belum akan didivestasi karena belum layak. Perseroan mempertimbangkan untuk melepas Tol Cimanggis-Cilincing (25 km) dengan porsi kepemilikan 35% dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) (54 km) porsi kepemilikan hampir 650.

"Kami mengedepankan akan melepas sisa kepemilikan 35% di Cimanggis-Cibitung yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Kemudian di Bocimi juga sudah partially operated," ungkap Septiawan.

Dirinya berharap, melalui suntikan PMN yang perseroan terima pada tahun ini dua seksi di ruas Tol Bocimi dapat tuntas agar bisa didivestasi dengan investor lain. Beberapa opsi ruas ini yang akan didorong untuk dilakukan strategic partnership sampai 2025.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya, Wiwi Suprihatno menambahkan, divestasi lima ruas tol itu diproyeksikan akan menurunkan utang (dekonsolidasi) hingga Rp 23 triliun.

"Sejak 2021 sampai saat ini, kami telah berhasil dekonsilidasi utang sekitar Rp 18 triliun sehingga amat sangat berdampak pada penurunan leverage Waskita secara kinerja keuangan," tambahnya.

Wiwi optimistis bahwa sampai akhir 2022 nanti, perseroan akan mencetak perbaikan kinerja seiring dengan perolehan kontrak dari proyek Ibu Kota Negara (IKN), kemudian terbukanya proyek-proyek pemerintah dan BUMN, dan divestasi ruas-ruas tol operasional yang semakin akan mempercepat pemulihan keuangan perseroan.

"Jadi, perseroan di kuartal III dan IV-2022 terus mendapatkan kesempatan atas nilai kontrak baru terutama di IKN dan saat ini proyek-proyek yang kami dapat sudah hampir Rp 5 triliun," ungkap Wiwi.

Perolehan kontrak tersebut memang tidak bisa menghasilkan pendapatan usaha berupa progres atau termin. Kendati demikian, perolehan itu akan menjadi sisa nilai kontrak di tahun depan. Termasuk kontrak eksisting yang terus berjalan sampai tahun depan.

"Jadi, sejak awal kami optimistis tahun depan sudah bisa mebghasilkan pendapatan usaha karena didukung kondisi bahwa proyek-proyek yang sekarang kita kerjakan atau on going progresnya sudah hampir 95%. Semua proyek itu monthly payment atau progres payment sehingga kebutuhan dana kerja relatif sudah terpenuhi dari pembayaran-pembayaran termin secara bulanan," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI