Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Alasan Waskita Karya Tunda Rencana IPO Anak Usaha

Senin, 14 November 2022 | 20:18 WIB
Oleh : Herman / FER
Direktur Operasi III Waskita Karya Warjo, Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Septiawan Andri, dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno dalam acara paparan publik Waskita Karya triwulan III 2022, 14 November 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di level anak usaha yaitu Waskita Karya Realty.

Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Septiawan Andri Purwantomengatakan, IPO ini merupakan rencana jangka menengah perseroan. Namun, saat ini perseroan masih menunggu waktu yang tepat.

“Memang Waskita Karya memiliki rencana jangka menengah untuk melakukan IPO di level anak usaha. Namun, ini memang masih menunggu timing yang baik di market, terutama yang kita proyeksikan untuk melakukan IPO adalah Waskita Karya Realty,” kata Septiawan Andri Purwanto di acara paparan publik Waskita Karya triwulan II 2022 yang digelar secara daring, Senin (14/11/2022).

Andri mengungkapkan, saat ini market tidak terlalu mendukung untuk bisnis properti. Karenanya, rencana IPO Waskita Karya Realty akan ditunda sampai waktu yang tepat.

“Saat ini di Waskita Karya Realty, kami fokus untuk menyelesaikan penjualan stok properti yang kami miliki, di samping terus mengembangkan rumah tapak atau landed house karena backlog yang cukup tinggi,” kata Andri.

Waskita Karya Realty merupakan lini bisnis Waskita Karya yang berdiri sejak tahun 2014. Fokusnya adalah pada pengembangan bangunan gedung (residential), superblock, dan perumahan.

Waskita Karya Realty memiliki 13 proyek realty dan property dengan dua brand besar yakni Vasaka (Residential/Superblock) dan Teraskita (Hotel dan Perkantoran). Kontribusi Waskita Karya Realty kepada pendapatan usaha sebesar 2,26%.

Selain realty, lini bisnis Waskita Karya lainnya adalah jalan tol yang berkontribusi kepada pendapatan usaha sebesar 6,53%, infrastruktur non tol dengan kontribusi 0,61%, konstruksi dengan kontribusi 87,63%, beton pracetak dengan kontribusi 2,97%, lalu pabrikasi baja.

Waskita Karya sendiri saat ini tengah fokus untuk melakukan pemulihan dengan delapan langkah penyehatan keuangan yang mulai dilakukan sejak tahun lalu.

Adapun selapan stream penyehatan keuangan Waskita terdiri dari master restructuring agreement (MRA), penyertaan modal negara (PNM) dan rights issue, penjaminan pinjaman dan obligasi/sukuk, transformasi bisnis, strategic partnership jalan tol, restrukturisasi utang anak usaha, penyelesaian jalan tol khusus, serta implementasi good corporate governance (GCG) dan manajemen risiko.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI