Lima Dekade Setia Menjadi Sahabat Anak
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Seto Mulyadi

Lima Dekade Setia Menjadi Sahabat Anak

Jumat, 3 April 2020 | 19:38 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Siapa yang menyangka, Seto Mulyadi atau pria yang akrab dengan sapaan Kak Seto, telah mengabdi selama lima dekade untuk menjadi sahabat anak Indonesia. Setiap hari, harapan tinggi selalu ia jejaki, terutama untuk mewujudkan kesejahteraan anak yang nantinya akan memimpin negeri ini.

Dulu Presiden pertama Ir Soekarno mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya. Namun kak Seto memiliki pepatah pelengkap, yaitu bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai dan menghargai anak-anak.

"Kita memang harus mengingat, berkat pahlawan bangsa ini bisa merdeka. Namun, kita juga tidak boleh lupakan masa depan. Siapa lagi pemimpin-pemimpin masa depan? Presiden, Gubernur atau Menteri? Ya anak-anak Indonesia di masa sekarang ini. Jadi jangan lupa untuk mendidik anak secara tepat,” ungkap Kak Seto saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (1/4/2020).

Semangat inilah yang menggerakkan hatinya untuk terus menyuarakan kesejahteraan anak dari segala aspek yang mereka butuhkan. Mulai dari hak mendapat pendidikan, kasih sayang, melindungi dari segala kekerasan, hingga hak anak untuk memilih aktivitas yang mereka gemari. Lalu apa yang kini menjadi perhatian dari pria yang menjabat Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPAI)?

Pendidikan anak saat ini yang banyak dibebankan tugas di sekolah, bagaimana menurut kaca mata Kak Seto?
Saat ini masih banyak anak-anak yang mengeluh bahwa mereka tidak nyaman berada di sekolah. Salah satu alasannya adalah para pendidik atau guru di sekolah tidak ramah anak. Harus diingat, anak itu mendapatkan hak belajar, bukan wajib belajar. Kalau wajib, selalu dikaitkan dengan unsur pemaksaan, atau tekanan. Kalau hak belajar itu, lebih mengarah pada pemenuhan belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Apa yang harus dilakukan guru agar bisa memberikan hak belajar bukan wajib belajar?
Saya selalu menyuarakan bagaimana menjadi guru sahabat anak. Yaitu, guru yang mempunyai keterampilan mengajar, menggunakan bahasa jelas, menerangkan dengan cara yang menarik dan kreatif. Atau istilahnya paikem gembrot, yakni pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Intinya, belajar adalah hak anak, pemenuhan hak anak untuk tumbuh kembang lebih optimal. Begitu pun kurikulum untuk anak, bukan anak untuk kurikulum. Hal itulah yang menyemangati Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU ini menggambarkan pendidikan anak bisa dilakukan melalui formal, non formal, dan informal.

Lalu apa saja yang sudah Kak Seto lakukan?
Selain mengadakan berbagai seminar kepada guru, saya juga tergerak untuk membangun home schooling sejak 13 tahun lalu. Di sekolah saya menerapkan sistem belajar yang penuh dengan nilai kekeluargaan. Sekolah seminggu hanya tiga kali. Per hari hanya tiga jam. Tetapi lulusannya masuk universitas terbaik di Indonesia, bahkan sampai ke Harvard. Sebagai pembanding, kami juga memiliki sebuah sekolah formal bernama Mutiara Indonesia Internasional yang bekerja sama dengan Universitas Cambridge di Inggris dan telah berjalan sejak 1982.

Di mata Kak Seto, anak-anak itu seperti apa?
Anak-anak layaknya bunga-bunga yang hidup di taman. Jika tanahnya subur dan dipelihara dengan baik, maka mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan bunga-bunga yang berwarna-warni.

Indah sekali makna anak-anak di mata Kak Seto, mengapa?
Mungkin ada kaitannya dengan kenangan di masa kecil saya. Kedua orang tua saya, Mulyadi Effendy dan Mariati berhasil mengubah sifat nakal menjadi hal-hal yang positif. Saya diajarkan untuk menari tradisi jawa, bermain bola, bulu tangkis, dan olah raga pingpong. Dari pengalaman masa kecil itulah akhirnya tercipta pandangan bahwa orang tua harus bangga dengan anak-anaknya. Seorang anak, tidak semuanya harus menjadi dokter atau ilmuan. Semisal ada lima anak bernama Rudy, dengan profesi yang berbeda-beda, tetapi semuanya hebat. Mereka adalah Rudy Habibie, Rudy Salam, Rudy Hartono, Rudy Hardisuwarno, Rudi Khaerudin.

Sekarang, masih inginkah Kak Seto berjuang untuk anak-anak Indonesia?
Saya banyak mencetak anak-anak berprestasi dan memberikan edukasi kepada banyak guru serta orang tua di Indonesia untuk menjadi sahabat yang baik untuk anak. Tetapi langkah saya belum selesai. Saya masih harus menginspirasi banyak pihak. Masih ada satu mimpi yang belum terwujud, yaitu membuat pusat kegiatan anak-anak atau children center. Nantinya di sana akan menjadi pusat kegiatan budaya, permainan, olah raga, dan segala macam sarana yang dapat mengembangkan potensi anak-anak yang berasal dari berbagai lapisan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Berbisnis Bukan Sekadar Mencari Untung

Pebisnis sejati punya tanggung jawab moral, empati, dan nilai-nilai sosial lainnya.

FIGUR | 30 Maret 2020

Jadilah Risk Taker

Karakter risk taker dibutuhkan terutama saat dihadapkan pada dua pilihan: ingin maju atau tetap jalan di tempat.

FIGUR | 23 Maret 2020

Anak-anak adalah Masa Depan Bangsa

Dengan fokus pada persoalan pendidikan, perekonomian Indonesia akan bergeser ke arah ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

FIGUR | 12 Maret 2020

Open Minded

Dengan open minded, seorang CEO bisa terus mengasah diri, berkreasi, dan berinovasi.

FIGUR | 9 Maret 2020

Bekerja dengan Hati

Seseorang yang bekerja dengan hati akan memiliki banyak hal positif, seperti empati, simpati, rasa memiliki perusahaan, tanggung jawab, dan integritas.

FIGUR | 3 Maret 2020

Berjuang untuk Konservasi Lingkungan

Ida Saparida, dinobatkan sebagai pahlawan konservasi oleh Disney Conservation Fund.

FIGUR | 9 Februari 2020

Bawa Kopi Janji Jiwa Mendunia

Billy akan membuka cabang di beberapa negara di Asia Tenggara tahun depan.

FIGUR | 26 Desember 2019

Sang Dermawan

Penghargaan kepada TP Rachmat merupakan apresiasi terhadap kontribusinya bagi sesama.

FIGUR | 7 Desember 2019

Anak PKH yang Sukses Berlaga di Kompetisi Sains Dunia

Berayahkan seorang tukang becak penerima PKH, Anton sukses membuktikan bahwa ia mampu bersaing di berbagai kompetisi sains internasional.

FIGUR | 30 November 2019

Menikmati Pertemanan dengan Bakteri

Pratiwi Pujilestari Sudarmono astronot perempuan pertama di Indonesia kini berprofesi menjadi profesor ahli mikrobiologi

FIGUR | 28 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS