Psikolog Roslina: Masalah Gender Masih Terjadi di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Psikolog Roslina: Masalah Gender Masih Terjadi di Indonesia

Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:28 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Jargon kesetaraan gender sering digemakan oleh para aktivis sosial, kaum perempuan, hingga para politikus Indonesia. Apakah kesetaraan gender antara perempuan dan pria di Indonesia sudah merata? Menjawab pertanyaan tersebut, psikolog keluarga dan remaja, Roslina Verauli memaparkan data terkait Indeks Kesenjangan Gender (IKG) periode 2015-2017. Diketahui ,masih terdapat kesenjangan peran gender yang signifikan di tiap wilayah.

Mengapa gender dipersoalkan? Dikatakan Roslina, secara sosial gender telah melahirkan perbedaan peran, tanggung jawab, hak dan fungsi, serta ruang aktivitas laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Perbedaan tersebut akhirnya membuat masyarakat cenderung diskriminatif dan pilih-pilih perlakuan akan akses, partisipasi, serta kontrol dalam hasil pembangunan laki-laki dan perempuan.

Menurutnya dalam kehidupan sehari-hari, perempuan selalu dinilai sebagai makhluk yang lebih inferior dari laki-laki. Perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah, sehingga harus berada di bawah kekuasaan laki-laki. Hal tersebut akhirnya menimbulkan diskriminasi terhadap kaum perempuan dalam lingkungan masyarakat, bahkan sampai dalam lingkungan keluarga.

"Masalah ini berawal karena kita menganut paham tradisi dengan stereotipe, bahwa persoalan perempuan harus bersifat feminin berambut panjang, sedangkan laki-laki yang masuk dapur dibilang aneh. Padahal, peran tersebut tidak berkaitan dengan gender, karena sudah tidak relevan dengan sosial budaya kita saat ini,” terangnya dalam peresmian program Koki Muda Sejati, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Perempuan yang akrab disapa Vera ini pun menjelaskan, identifikasi yang kuat terhadap peran gender tradisional berkaitan dengan sejumlah dampak negatif, terutama dalam hubungan rumah tangga. Ia mengutip sebuah buku bertajuk Marriages & Families: Intimacy, Diversity, & Strengths, yang membahas beban ganda yang akan dilimpahkan kepada perempuan.

"Meski ayah dan ibu bekerja, 2 dari 3 ibu lebih banyak mengerjakan tugas rumah, dan 2 kali lebih banyak meluangkan waktu mengasuh anak dibandingkan ayah,” jelasnya.

Data Riset
Data tersebut kemudian diperkuat dengan riset dari Hill ASEAN Studies pada 2018. Sekitar 60% istri bekerja di Indonesia, tetapi kurang dari 3 di antara 10 suami yang hanya bersedia memasak. Ketika para istri ikut bertanggung jawab finansial keluarga, suami tidak ikut berbagi pekerjaan rumah tangga, yang bisa dimulai dari membantu di area domestik.

"Seseorang yang menganut paham tradisi itu baik, tetapi jika tidak sesuai dengan keadaan saat ini, tidak ada salahnya untuk mengucapkan selamat tinggal,” terangnya.

Untuk itulah, bertepatan dengan Hari Kesetaraan Perempuan pada Senin (26/8/2019), ia menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang kesetaraan gender kepada anak remajanya. Menurutnya, di usia 15 sampai 17 tahun, seorang anak sudah memiliki kesadaran tentang peran gender di kehidupan sosialnya.

"Orang tua bisa memperkenalkan kepada anak lelakinya untuk membantu memasak di dapur. Berikan pandangan bahwa memasak itu bukan hanya pekerjaan perempuan saja, dan tidak ada salahnya seorang laki-laki itu memasak. Dari hal kecil ini saja, mereka akan belajar memahami apa itu kesetaraan gender,” tukasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masakan Ibu Menginspirasi Gerry Girianza Jadi Chef

Gerry Girianza berhasil menjadi koki internasional berkat kegemarannya mencicipi makanan sejak kecil.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Konsisten Menjaga Lingkungan, Jims Honey Digandeng Miss Earth 2019

Konsisten membuat produk ramah lingkungan, brand fashion Jims Honey digandeng ajang kecantikan Miss Earth 2019.

GAYA HIDUP | 27 Agustus 2019

Erha Clinic Luncurkan Contact Center untuk Pelanggan

PT Erha Clinic Indonesia meluncurkan contact center untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Layanan terpadu dari perusahaan perawatan tubuh itu bisa diakses melalui berbagai media, seperti telepon dan whatsapp serta live chat di website.

GAYA HIDUP | 25 Agustus 2019

Dilelang, Kaus "Billionaire’s Project x Hari Merdeka" Laku Rp 40 Juta

Kedua T-shirt tersebut diberi tajuk “Make Peace Not Drama” sekaligus sebagai kampanye dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

GAYA HIDUP | 25 Agustus 2019

Trulum Kenalkan Nutrisi Peremajaan Kulit Alami

Dengan Instrinsic Youth Technology, rangkaian nutrisi perawatan kulit dari Trulum bekerja membersihkan, memperkuat, dan melindungi kulit.

GAYA HIDUP | 25 Agustus 2019

Bisnis Kecantikan Makin Berkembang, Z Glow Aesthetics Buka Cabang Baru

Ini dibuktikan dengan dibukanya cabang baru Klinik kecantikan Zglow Aesthetics Clinic miliknya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.

GAYA HIDUP | 24 Agustus 2019

Menpar Luncurkan GrabAndong di Yogya

Adanya GrabAndong ini diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Yogyakarta.

GAYA HIDUP | 24 Agustus 2019

Penggiat Wisata Ungkap Butuh Akses Lebih Banyak ke Keraton

Penggiat pariwisata keraton Indonesia mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan akses lebih banyak ke dalam lingkungan keraton.

GAYA HIDUP | 24 Agustus 2019

Ajang Pencarian Bakat Terbesar di Indonesia Kembali Digelar

Peserta Gadis Sampul 2019 akan mendaftar secara online dan melakukan seluruh kegiatan lomba melalui platform digital.

GAYA HIDUP | 23 Agustus 2019

Ini yang Dilakukan Anisha Putri untuk Bangkitkan Wisata Lombok

Penggiat wisata Anisha Putri bertekad untuk membangun kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat gempa bumi pada medio Agustus 2018 silam.

GAYA HIDUP | 23 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS