Pascapandemi Covid-19, Indonesia Bersiap Hadapi Era Baru Pariwisata
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pascapandemi Covid-19, Indonesia Bersiap Hadapi Era Baru Pariwisata

Minggu, 10 Mei 2020 | 20:50 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh pariwisata nasional Sapta Nirwandar, mengatakan tidak lama lagi Indonesia akan menyongsong era new normal pariwisata, yakni social safety net. Dalam hal ini pelaku usaha pariwisata diminta mengutamakan sanitasi, kesehatan, dan kebersihan.

"Harus diingat, andalan wisata kita adalah budaya, alam, dan Mice (meetings, incentives, conferences and exhibitions). Perlu dilihat mana yang bisa adaptasi dengan protokol kesehatan, harus ditetapkan segera,” tutur Sapta dalam diskusi daring di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

Dalam era new normal, Sapta juga melihat akan muncul tren di mana para pelaku industri pariwisata cenderung memanfaatkan digitalisasi dan teknologi informasi (IT) demi mewujudkan gerakan nirsentuh (touchless), dan pembatasan fisik untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

"Era baru ini akan terjadi sampai menunggu vaksin Covid-19 ditemukan,” ujar Sapta.

Sementara Akademisi pariwisata dari Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azahari, mengatakan pandemi Covid-19 membuktikan perlunya program studi baru, yang menggabungkan sistem pendidikan perhotelan dan rumah sakit, seperti yang sudah dilakukan oleh Amerika, Selandia Baru, dan Singapura.

"Kebutuhan dasar pariwisata saat ini adalah safety, security, dan tambah lagi healthy. Kita juga harus membuat kurikulum pariwisata selangkah lebih maju dengan membuat program studi baru. Di Indonesia banyak rumah sakit, banyak hotel, tetapi dua-duanya belum sinergi,” tukas Azril.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bali, Dipersiapkan Menjadi Destinasi New Normal Pascapandemi

Indonesia mempersiapkan Bali sebagai destinasi new normal pascapandemi Covid-19.

GAYA HIDUP | 10 Mei 2020

Produk Baru Laris, Eca Maresha Donasi ke Orang yang Membutuhkan

Maresha Beaute baru saja meluncurkan produk terbarunya yakni miracle shine serum pada 4 Mei 2020 yang langsung ludes terjual dalam beberapa jam.

GAYA HIDUP | 9 Mei 2020

Empat Cara Kurangi Ketagihan Junk Food

Makanan tidak dapat menggantikan dan mengubah perasaan tidak bahagia.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Penyakit-penyakit Ini Kerap Muncul Saat Berpuasa

Penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi.

GAYA HIDUP | 8 Mei 2020

Selamatkan Karyawan dari Pemecatan, Pengusaha Muda Ade Erwan Jual APD

Ade Erwan melakukan inovasi demi menyelamatkan karyawan perusahaan tekstilnya.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Usai Pandemi Covid-19, Industri Pariwisata Hadapi New Normal Tourism

Usai pandemi Covid-19, industri pariwisata Indonesia akan menghadapi era new normal tourism.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

The Shonet Resmi Luncurkan E-Commerce

The Shonet tak hanya datang dengan brand lokal, juga merek-merek yang telah dikenal global.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Makanan Pedas Jadi Andalan Bisnis Kuliner Olyvia Jouvan

Cumi dan ceker super pedas jadi menu andalan bisnis kuliner Olyvia Jouvan.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

BestHostels.co.id Jadi OTA Khusus Hostel Pertama di RI

Hostel atau yang dikenal hotel budget ini, dalam satu kamar bisa diisi 4 hingga 12 orang dimana tidak saling kenal.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS