Mengenang Cerita Rakyat di Teater Musikal Bunga untuk Mira
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mengenang Cerita Rakyat di Teater Musikal Bunga untuk Mira

Selasa, 27 November 2018 | 12:43 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta - Sebuah pergelaran pop musikal berjudul Bunga untuk Mira segera digelar pada 22 dan 23 Desember, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Disutradarai oleh Mia Johannes, pertunjukan ini rupanya terinspirasi dari cerita rakyat, Bawang Merah & Bawang Putih.

Mia menjelaskan, Bunga untuk Mira berbeda dengan teater musikal pada umumnya. Tidak hanya sekadar mengadaptasi cerita, Mia juga menyajikan teater musikal dengan berbagai konflik, mulai dari cinta, ambisi sampai kematian yang akan dibalut dalam kemasan kekinian.

"Adaptasi legenda dari Bawang Merah dan Bawang Putih ini adalah adaptasi bebas yang saya balut dalam imajinasi fiksi ilmiah. Saya pun mengganti nama dua tokoh utama menjadi Mira dan Puti. Meskipun diadaptasi secara bebas, agar bisa diterima banyak orang, saya juga akan mengaitkan benang merah kisah yang sama dengan cerita aslinya,” jelas Mia saat jumpa pers Bunga untuk Mira, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Demi merealisasikan ide cemerlangnya itu, Mia menggandeng beberapa seniman, yang telah terbiasa wara-wiri di berbagai konser dan seni pertunjukan. Sebut saja musisi muda Mondo Gascaro, yang akan menangani musik.

Menurut Mia, Mondo adalah salah satu musisi yang memiliki ide dan mampu membuat karya-karya yang cerdas. Bahkan, untuk menggarap proyek ini, Mondo berusaha membuat lagu-lagu dan aransemen musik baru, dengan rekannya Indra Prakarsa. Diketahui, pembuatan musik dimulai dari bulan April, dan masih terus berkembang sampai akhir November ini.

"Nantinya pertunjukan akan berlangsung live orkestra, begitu pula dengan nyanyian dari pemain. Untuk menggarap pertunjukan ini, saya ingin menghadirkan tradisi musikal broadway. Saya dibebaskan memberikan sentuhan apapun, mulai dari modern, pop dan sampai dark. Saya pun menyebutnya, jaz fantasi,” terangnya.

Nada Jaz
Menurut Mondo, karya tersebut nantinya akan sangat kental dengan nada-nada jaz. Lebih dari itu, ia yakin dapat membuat komposisi yang akan menggelitik hearing sense dari para penonton, karena berbau nada-nada minor yang ia tuangkan di setiap karyanya.

Sedangkan untuk koreografer, Mia juga memilih orang tepat untuk menangani pertunjukan ini. Ia adalah koreografer muda bernama, Ufa Sofura.

"Setelah pulang dari New York saya memiliki lebih banyak imajinasi. Di sana saya belajar, bagaimana belajar banyak, salah satunya membuat teknik tari yang simpel dan mudah, tetapi terlihat menawan dan bisa dinikmati oleh penonton. Nanti, teknik itu juga yang akan saya terapkan di pertunjukan ini,” ungkap Ufa.

Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting adalah pemilihan pemain. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Mia, Mondo, dan juga Ufa. Pasalnya, pemain yang terpilih haruslah orang-orang yang memiliki paket lengkap. Tidak hanya pintar berakting, tetapi juga harus memiliki suara yang bagus dan mahir menari.

Untuk itu, terpilih setidaknya delapan pemain yang terdiri dari beragam profesi. Mereka adalah Shae (penyanyi) Daniel Adnan, Dea Panendra, dan Johan Yanuar.

Aktor sekaligus presenter, Johan Yanuar mengatakan Bunga untuk Mira adalah panggung pertamanya. Menurutnya, teater musikal adalah salah satu pekerjaan yang paling ia nanti-nantikan.

"Saat mendapat tawaran, saya membaca naskah, kemudian tertarik karena karakter yang saya mainkan unik dan menantang. Saya pun sadar, sebagai seorang aktor, kita tidak bisa hidup terus dalam satu karakter, dan tidak boleh berhenti untuk berkarya,” tukasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Franz Ferdinand Siap Hibur Jakarta dan Bali

Pernah singgah pertama kalinya ke Jakarta pada 14 November 2009 silam, Franz Ferdinand akan kembali lagi ke Indonesia untuk mempromosikan albumnya di tahun 2018

HIBURAN | 27 November 2018

Jadi Pemeran Utama di Film Horor, Ayu Ting-Ting Buang Rasa Takut

Ayu Ting-Ting menjadi pemeran utama di film Arwah Tumbal Nyai, Part: Nyai.

HIBURAN | 26 November 2018

Ngebet Ingin Punya Anak, Tyas Mirasih Batasi Aktivitas

Tyas Mirasih mengaku menolak tawaran main di sinetron kejar tayang

HIBURAN | 26 November 2018

Michael B Jordan: Murah Hati karena Contoh Orang Tua

Dengan berbagi dia mendapat keseimbangan kecil yang sangat menyenangkan. Yaitu, antara mencari waktu untuk dirinya sendiri dan juga merawat orang lain.

HIBURAN | 26 November 2018

Ralph Breaks the Internet Kuasai Puncak Box Office

Menempati urutan kedua adalah film Creed II.

HIBURAN | 26 November 2018

Ragam Warna Perempuan dalam Karya Adrie Basuki

Pameran "Warna Perempuan Dalam Ruang Rasa" merupakan bentuk kekaguman Adrie Basuki terhadap perempuan.

HIBURAN | 25 November 2018

Lara Rilis Lagu Call Me Bergenre R&B Reggae

Menurut Lara, single terbarunya ini nantinya akan diputar beberapa radio di luar negeri seperti Inggris, Australia, Hongkong, Malaysia, Brunei dan Singapura.

HIBURAN | 25 November 2018

Kepala Bekraf Yakin Penonton Film Capai 50 Juta

Peningkatan angka tersebut bisa menjadi sebuah pembuktian, jika industri film Indonesia kian berkembang pesat dan semakin banyak peminatnya.

HIBURAN | 25 November 2018

Perjuangan Nikki Thierry Demi Nyanyikan Lagu Klasik

Penyanyi Nikki Thierry mengaku keteteran menyanyikan lagu klasik. Meski begitu, Nikki berusaha belajar demi menguasai berbagai jenis lagu selain pop. Kerja keras Nikki berbuah hasil. Pada konser Trinity Youth Symphony Orchestra bertajuk ‘The Legends 6: Animations’ di Auditorium Universitas Bunda Mulia (UBM), Jakarta Utara, baru-baru ini, Nikki membuktikan bahwa ia bisa.

HIBURAN | 24 November 2018

Mekeng: Film Membantu Promosi Pariwisata

Dampak dari pembuatan film trhadap pariwisata tidak cepat.

HIBURAN | 24 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS