Susahnya Menjadi Orang Jujur di Tengah Keserakahan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Susahnya Menjadi Orang Jujur di Tengah Keserakahan

Senin, 11 November 2019 | 12:07 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Bicara soal sampah dan penguasa korup seolah tak ada habisnya. Di setiap era, pasti ada orang yang menjadi penguasa sekaligus pencuri uang rakyat. Lalu apa kabar dengan kejujuran? Seperti apa rasanya mempertahankan nilai kejujuran di tengah sikap tidak adil dan tidak jujur yang semakin menggila?

Jawabannya, tentu tidak sederhana. Sama halnya dengan betapa tidak sederhananya menampilkan kembali lakon yang sudah dipentaskan 40 tahun lalu ke era sekarang. Sebuah lakon yang pernah digarap Nano Riantiarno kembali hadir untuk menyentil hati masyarakat dengan judul J.J Sampah-Sampah Kota. Pentas tersebut digelar sejak 8-17 November 2019 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Dalam menulis naskah yang awalnya berjudul J.J Jian Juhro, Nano membagi tiga bagian atau tiga ruang cerita. Pertama, penguasa yang memerintah. Dia adalah tokoh yang tidak terlihat keberadaannya, tetapi justru memiliki kekuatan paling besar dalam memainkan nasib rakyat. Posisi kedua adalah para tokoh di tengah, dan berinteraksi langsung dengan rakyat. Kemudian ketiga adalah rakyat biasa atau rakyat kecil.

Dalam naskah, tokoh ketiga disimbolkan dengan kalangan pemulung sampah, pelacur, dan gelandangan. Golongan ini adalah kalangan yang secara realis hidup di sekitar kita. Kini di era milenial, tiga ruang beda kasta ini dipertemukan kembali dalam panggung yang ditangani oleh Rangga Riantiarno.

Cerita J.J Sampah-Sampah Kota bermuara pada kisah sepasang suami istri bernama Jian dan Juhro yang hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Ia digaji harian dan tidak punya jaminan masa depan. Meski begitu dia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira.

Bersama Juhro, yang tengah hamil tua, dan teman-teman pemulungnya, mereka bisa hidup bahagia dan tenang walau hanya dalam bunga tidur. Semua ini tak lepas dari pengawasan mandor kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa dipertahankan.

Suatu hari, para Pemutus menjatuhkan tas berisi uang yang amat banyak di sekitar tempat Jian bekerja. Jian panik, dan berusaha mencari pemilik di tengah keadaan yang sulit. Perbuatan jujur pun nyatanya selalu tertutupi oleh intrik politik yang terus mencekik kaum miskin. Nestapa Jian, seorang yang selalu dianggap sampah ini pada akhirnya terjebak dalam perangkap. Ia dianggap sebagai pencuri dari uang tas yang ia kembalikan.

Carut-marut persoalan tidak berujung ini menjadi cermin dan penyadar diri, bahwa pentingnya mempertahankan kejujuran walau bisa berujung sakit. Karena jika kejujuran lenyap, maka barbar seluruhnya.

"Ada pesan di mana kita seharusnya berusaha keluar dari kekacauan, jangan jadi bagian dari kekacauan. Kita dengarkan suara Juhro. Kita cari lagi kejujuran apa masih ada di diri kita. Kita ternyata cuma jadi mainan penguasa aja,” jelas Rangga, saat dijumpai awak media pekan lalu.

Rangga pun merasa bahwa kisah lama ini memang tidak lekang oleh waktu. Meski, kondisi saat ini tidak sama dengan 40 tahun lalu, tetapi tetap ada hal-hal yang tidak berubah. Bagaikan mata uang yang tak terpisahkan, akan selalu ada orang-orang jujur dan orang-orang korup. Dengan demikian, kekuasaan dan kejujuran tidak akan pernah bisa sejalan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Arashi Gelar Tur Pertama di Jakarta

Selama 20 tahun berkarya, Arashi belum pernah mengunjungi Jakarta.

HIBURAN | 10 November 2019

PDJI Kembali Gelar IDJC 2019 di Jakarta

Indonesia Disc Jockey Championship (IDJC) 2019 menggelar event tahunan Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI), Sabtu (9/11/2019).

HIBURAN | 10 November 2019

Agnez Mo Diabadikan di Museum Madame Tussauds Singapura.

Patung Agnes Monica hadir di museum Madame Tussauds Singapura.

HIBURAN | 10 November 2019

Chelsea Olivia Membongkar Rahasia Hidup Sehat Keluarganya

Pasangan artis Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie menerapkan gaya hidup sehat bersama dengan anak semata wayang mereka.

HIBURAN | 10 November 2019

Kerap Ditawari Berpolitik, Ari Lasso Mengaku Tak Sanggup

"Saya itu dari dulu enggak pernah makan dibiayai oleh negara, oleh rakyat," kata Ari Lasso.

HIBURAN | 8 November 2019

Joko Anwar Kecewa Batal Nobar di Bioskop Tua

Acara nobar dilakukan sebagai upaya untuk membangun gerakan revitalisasi gedung-gedung bioskop tua.

HIBURAN | 8 November 2019

Rayakan HUT Ke-15, Magenta Orchestra Gelar Konser MOXV

Bintang tamu yang hadir di antaranya Sheila Majid, Bunga Citra Lestari, Raisa, Christian Bautista, Andrea Miranda, dan Friendz Chow.

HIBURAN | 8 November 2019

Rajin Berkarya, Ternyata Jay Subyakto Melihat Isu Sebagai Inspirasi

Jay Subyakto gemar merespons isu penting di Indonesia menjadi sebuah karya.

HIBURAN | 8 November 2019

Pertama Kali, Boyband Why Don’t We Antusias Gelar Konser di Jakarta

Band Why Don’t We (WDW) siap gelar konser bertajuk 8 Letters Tour Live in Jakarta pada 21 November 2019.

HIBURAN | 8 November 2019

Pentas Smartfren WOW Fest Bertabur Artis Beken

Smartfren Telecom akan menggelar WOW Fest di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu, 10 November 2019.

HIBURAN | 7 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS