Atasi Fraud, Menkes Kumpulkan Kepala Dinas Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Atasi Fraud, Menkes Kumpulkan Kepala Dinas Kesehatan

Sabtu, 30 November 2019 | 14:45 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kecurangan atau fraud berpotensi terjadi dalam layanan program JKN-KIS. Meski kecil, potensi fraud ini diduga kuat ikut berkontribusi pada defisit pembiayaan yang diialami BPJS Kesehatan setiap tahunnya. Karena itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumpulkan semua kepala dinas kesehatan (dinkes) seluruh provinsi untuk membahas tata kelola pencegahan dan penanganan fraud JKN-KIS dalam pertemuan tertutup di Kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (29/11/2019) malam.

Menkes Terawan mengatakan, pelayanan berlebihan masih banyak dilakukan oleh dokter dan fasilitas kesehatan (faskes). Perilaku ini turut memicu defisit BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan harus membiayai pelayanan yang berlebihan tersebut, sehingga pengeluaran menjadi membengkak. Lagi-lagi Menkes mencontohkan layanan berlebihan tersebut antara lain persalinan dengan bedah atau operasi caesar atau caesarean sectio. Di era JKN-KIS, layanan ini meningkat drastis dibanding persalinan normal. Menurut data BPJS Kesehatan, dari 5,3 juta persalinan sebanyak 57% atau 3 juta di antaranya adalah sectio, dan sisanya 2,3 juta atau 43% persalinan normal. Padahal organisasi kesehatan dunia (WHO) hanya merekomendasikan maksimal 20%.

"Ini masalah penggunaan yang berlebihan, yaitu tindakan yang mestinya bisa dilakukan dengan cara lain. Misalnya, kalau pasien minta lahirnya di hari Pon, Wage atau Kliwon, maka jangan dioperasi caesar. Berdoa supaya lahirnya sesuai hari yang diinginkan,” kata Menkes usah pertemuan tersebut.

Menurut Menkes, mengacu pada UU SJSN dan UU BPJS, maka layanan diperoleh peserta adalah layanan dasar, layanan yang dilakukan optimal bukan maksimal. Terawan mencontohkan jika ada pasien yang menginginkan melahirkan di tanggal yang cantik sesuai keinginan sendiri, maka mestinya tidak dilakukan operasi oleh dokter. Jika dokter melakukan operasi tersebut, maka inilah yang disebut pelayanan berlebihan.

Menkes meminta para dokter dan faskes agar memberikan pelayanan dasar sesuai kriteria yang benar. Karena tindakan yang berlebihan menyebabkan pembiayaan membengkak, dan pada akhirnya BPJS Kesehatan akan terus defisit setiap tahun meskipun besaran iuran peserta sudah dinaikkan signifikan mulai 1 Januari 2020.

"Kita harus mengoreksi diri mana yang benar-benar harus sectio, dan mana yang tidak perlu supaya tidak ada pembengkakan pembiayaan. Kalau terjadi tindakan berlebihan yang bangkrut dong (BPJS Kesehatan)," kata Menkes.

Menkes menambahkan, defisit BPJS Kesehatan tidak hanya semata karena besaran iuran yang rendah di bawah hitungan aktuaria. Tetapi juga dipengaruhi oleh layanan yang tidak terbatas (unlimited), sementara pendapatan BPJS Kesehatan terbatas. Karena itu, BPJS Kesehatan juga perlu memperbaiki tata kelola untuk memastikan pengeluarannya sesuai dengan layanan dasar yang diamanatkan dalam UU. Pelayanan yang super spesialistik akan menyebabkan kolaps pada program JKN-KIS.

"BPJS Kesehatan harus melakukan pengecekan kembali pengeluarannya bagaimana. Kalau uangnya terbatas, maka pengeluarannya juga harus dibatasi. Kalau tidak sampai ujung dunia ilmu ekonominya pasti defisit,” ujar Menkes.

Kepala Dinkes Provinsi Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, potensi fraud dalam layanan JKN-KIS sebenarnya kecil pengaruhnya terhadap defisit. Di Indonesia pun potensi ini relatif kecil dibanding negara lain. Rata-rata potensi fraud di dunia sebesar 5% dari total klaim layanan, di Indonesi hanya 0,1%. Dari Rp 32 triliun perkiraan defisit BPJS Kesehatan hingga akhir 2019, kontribusi fraud hanya sekitar Rp 227 miliar.

Yang persoalan selama ini, menurut Alwi, karena manfaat yang diberikan tidak terbatas atau tidak dibatasi. Sementara pembiayaan BPJS Kesehatan tidak cukup untuk menjamin semua pelayanan tanpa batas tersebut. Karena itu, para kepala dinkes juga sepakat agar layanan JKN-KIS kembali ke layanan dasar. Pelayanan subspesialistik seharusnya tidak perlu ditanggung, karena selama ini berkontribusi pada defisit.

"Jadi ibarat kita punya uang Rp 1.000, kita belanja Rp 1.300 atau kita butuh Rp 1.300 uang kita adanya cuma Rp 1.000. Karenanya kami sepakat bahwa yang seharusnya dilayani adalah pelayanan kesehatan dasar,” kata Alwi.

Peran dinkes sendiri, menurut Alwi, tidak banyak mencampuri soal potensi fraud dan pengaruhnya terhadap defisit. Dinkes hanya memastikan bahwa pelayanan kepada peserta berjalan lancar sesuai kriteria. Soal pelayanan yang berlebihan sebetulnya ada di BPJS Kesehatan. Berdasarkan Permenkes 16/2019, masing-masing daerah akan membentuk tim khusus pencegahan fraud di tiap tingkatan daerah.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kenali Bahaya Penyakit Otak Lewat Film 3D Brain Education

Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan menyelenggarakan edukasi tentang fungsi otak dan penyakit-penyakit yang mungkin ditimbulkan akibat gangguan otak.

KESEHATAN | 1 Desember 2019

Periksakan Mata Anak, Waspadai Gangguan Pengelihatan

Oleh karena itu, mata anak perlu diperiksa berkala untuk mewaspadai gangguan pengelihatan.

KESEHATAN | 30 November 2019

Angka Kematian Disebabkan Kanker Paru Terus Meningkat

MRCC Siloam MRCCC Siloam Hospitals gelar seminar sehari bulan peduli kanker paru

KESEHATAN | 30 November 2019

Alternatif Makanan Bagi Penyandang Diabetes

Masyarakat perlu terus disadarkan akan dampak dan risiko komplikasi akibat diabetes.

KESEHATAN | 30 November 2019

Siloam Hospitals Lippo Village Gelar Pelatihan Tanggap Bencana

Pelatihan diadakan bersama pihak pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang, Makorem 052 Wijayakrama dan Mapolsek Kelapa Dua.

KESEHATAN | 29 November 2019

Wujud Komitmen Pelayanan, Cordlife Raih Akreditasi AABB

Cordlife Indonesia berhasil meraih akreditasi sertifikasi prestisius dari American Association of Blood Banks (AABB).

KESEHATAN | 29 November 2019

Solusi Digital Posyandu Cicendo untuk Pencegahan Stunting

Posyandu Cicendo memperkenalkan solusi digital pencegahan stunting yakni Si Aplod dan Si Centring untuk mencegah permasalahan kesehatan stunting.

KESEHATAN | 29 November 2019

Tips Memilih Stroller untuk Balita

Stroller menjadi salah satu perlengkapan balita yang sangat dibutuhkan.

KESEHATAN | 29 November 2019

Rentan Alami Masalah Kesehatan, Masyarakat Didorong Jaga Kebersihan Hidup Lansia

Sekitar 75% dari populasi lansia ini berada di negara berkembang, dengan beban masalah kesehatan yang juga sudah kompleks.

KESEHATAN | 29 November 2019

Mahaton Baby Max Menjaga Peralatan Bayi Tetap Steril

Proses sterilisasi perlengkapan yang berhubungan dengan bayi sangat penting untuk dilakukan.

KESEHATAN | 29 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS