Hati-hati, Kasus HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga Meningkat
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Hati-hati, Kasus HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga Meningkat

Senin, 9 Desember 2019 | 13:37 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali mengingatkan ancaman HIV/AIDS di Indonesia. Ada tren yang cukup mengkhawatirkan, di mana kasus penularan ke ibu rumah tangga terus meningkat. Mengacu pada data Kementerian Kesehatan (Kemkes), saat ini kira-kira 16.844 ibu rumah tangga yang menderita HIV dan AIDS.

Ironisnya mereka ini bukan tergolong kelompok berisiko, tetapi tertular dari pasangan resmi atau suami. Lebih mengkhawatirkan, dari ibu rumah tangga yang positif ini akan berpotensi menularkan pada bayinya apabila tidak terdeteksi sejak awal dan dilakukan upaya pencegahan.

Plt Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN, Widwiono, mengatakan, penyebaran HIV saat ini tidak hanya menyerang orang berperilaku risiko tinggi, melainkan juga kepada ibu rumah tangga yang aktifitasnya banyak di rumah mengurus anak-anak, namun tertular oleh suami mereka sendiri yang melakukan hubungan seksual tidak aman atau memakai jarum suntik tidak steril. Dari ibu yang tidak tahu apa-apa akan menularkan kepada bayinya. Inilah yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus HIV di Indonesia.

"Meningkatnya jumlah kasus HIV di kalangan ibu rumah tangga salah satunya akibat kurangnya pengetahuan mereka tentang pencegahan dan faktor penyebab penularan HIV AIDS,” kata Widwiono saat membuka seminar nasional peringatan Hari AIDA Sedunia di Kantor BKKBN, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Menurut Widwiono, Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember tidak hanya bersifat seremonial, namun untuk mengingatkan semua pihak dan masyarakat bahwa HIV/AIDS belum hilang bahkan akan terus mengalami peningkatan jika tidak diatasi bersama sedini mungkin. Karena itu momentum peringatan Hari AIDS tahun ini juga sekaligus dijadikan sebagai bentuk solidaritas kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dengan kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS untuk mencapai target three zero pada 2030 nanti. Tiga target tersebut yaitu tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma atau diskriminasi pada ODHA.

Menurut Widwiono, penyebaran HIV/AIDS di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan sehingga memerlukan perhatian dari lintas sektor. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI Triwulan II tahun 2019 secara kumulatif terdapat 117.064 kasus AIDS dan 349.882 kasus HIV positif. Faktor risiko penularan HIV terbanyak adalah melalui hubungan seks berisiko pada heteroseksual (70.2%), pengguna jarum suntik atau penasun (8.2 %), homoseksual (7%), dan penularan melalui perinatal (2.9%). Ada lima provinsi di Indonesia tertinggi kasus HIV yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua dan Jawa Tengah. Sedangkan lima provinsi dengan jumlah AIDS terbanyak yaitu Papua, Jawa Timur, Jawa tengah, DKI Jakarta dan Bali.

Edukasi
Widwiono mengatakan, salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam menangkal penyebaran HIV adalah melalui peningkatan ketahanan keluarga. Edukasi dan sosialisasi penerapan 8 fungsi keluarga, yaitu agama, budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan perlu dilakukan secara terus menerus oleh kader dalam setiap kegiatan pembinaan keluarga. Ini tidak hanya dapat mencegah perilaku risiko anggota keluarga namun juga dapat mencegah dampak negatif dari masalah HIV AIDS.

"Fungsi keluarga dapat terwujud melalui peran suami istri secara bersama-sama untuk memproteksi diri dari penularan HIV," kata Widwiono.

Widwiono berharap, para pengelola program keluarga berencana, KB dan pembangunan keluarga khususnya para kader yang merupakan ujung tombak program BKKBN di lapangan. Diharapkan kader ini terlibat secara langsung membantu pemerintah dalam mencegah dan mengendalikan HIV/AIDS di masyarakat.

Widwiono juga berharap para kader dapat lebih berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pengenalan, cara penularan dan pencegahan HIV AIDS kepada masyarakat dan perencanaan kehamilan, menyusui, serta kontrasepsi bagi ODHA.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masyarakat Indonesia Mulai Menyadari Pentingnya Aktivitas Fisik

Olahraga merupakan kegiatan yang paling disukai setelah berkumpul bersama keluarga.

KESEHATAN | 8 Desember 2019

Ini Cara Cegah Strok

Lebih baik bila mencegah serta mengubah pola hidup sehat sejak dini, daripada mengobati dengan mengeluarkan banyak biaya.

KESEHATAN | 7 Desember 2019

Pola Hidup Sehat Turunkan Risiko Stroke

Mencegah penyakit stroke diperlukan perubahan pola hidup sehat sejak dini.

KESEHATAN | 7 Desember 2019

Pengguna Layanan Cordlife Tumbuh Double Digit

Kesadaran masyarakat akan pentingnya darah tali pusat semakin meningkat.

KESEHATAN | 7 Desember 2019

Jokowi: Tahun Depan Ada Solusi Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Tidak ada kendala pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 6 Desember 2019

Wow! Pusat Kebugaran Ini Punya Program Khusus Disabilitas

ReFIT Club menargetkan akan menambah sekitar 20 cabang pada 2020.

KESEHATAN | 5 Desember 2019

Belanja Sektor Kesehatan Naik Rp 9,1 T

2020, pemerintah menganggarkan Rp 132,2 triliun untuk sektor kesehatan, jumlah tersebut naik Rp 9,1 triliun jika dibandingkan dengan 2019.

KESEHATAN | 5 Desember 2019

Pariwisata Kesehatan Tangerang dengan Malika Refleksi Keluarga

Pariwisata kesehatan dari Malika Refleksi Keluarga dapat memastikan kebugaran dan kesehatan pengunjungnya.

KESEHATAN | 5 Desember 2019

Puskesmas Seantero Surabaya Sediakan Klinik Berhenti Merokok

Puskesmas se-Kota Surabaya, Jawa Timur menyediakan klinik berhenti merokok untuk memfasilitasi warga yang ingin berhenti merokok.

KESEHATAN | 5 Desember 2019

GabaG Dukung Pemberian ASI Eksklusif Selama 2 Tahun

Air Susu Ibu (ASI) dinilai sangat penting untuk pertumbuhan anak

KESEHATAN | 4 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS