Belum Ada Vaksin untuk Pneumonia Tiongkok
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Belum Ada Vaksin untuk Pneumonia Tiongkok

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:04 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kejadian luar biasa penyakit pneumonia di Kota Wuhan, Tiongkok, masih terus diwaspadai. Meski tingkat fatalitasnya terbilang rendah, tetapi penularannya cepat dan dan menyerang banyak orang dalam waktu relatif singkat. Di dunia sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah pneumonia jenis Wuhan, karenanya kewaspadaan harus ditingkatkan tiap individu maupun pemerintah untuk mencegah masuknya penyakit ini ke Indonesia.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Erlina Burhan pada temu media di Rumah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta, Jumat (17/1/2020) mengatakan, di dunia belum ada vaksin untuk mencegah pneumonia yang terjadi Wuhan. Adapun vaksin yang ada saat ini hanya untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh kuman pneumokokus, bukan virus seperti di Wuhan.

Vaksin Pneumokokus atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 13 dengan merek dagang Prevnar memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri streptococcus pneumoniae, yang paling sering menyebabkan penyakit pneumokokus pada manusia. Masa perlindungan sekitar 3 tahun. Vaksin PCV13 utamanya ditujukan kepada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.

Adapula vaksin Pneumokokus PPSV23 dengan nama dagang Pneumovax 2 memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus. Vaksin PPSV23 ditujukan kepada kelompok umur yang lebih dewasa. Mereka adalah orang dewasa usia 65 tahun ke atas, atau usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus. Sementara di negara berkembang seperti Indonesia, bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) merupakan penyebab pneumonia dan radang otak (meningitis) yang utama. Di Indonesia vaksinasi Hib telah masuk dalam program nasional imunisasi untuk bayi.

"Sedangkan untuk pencegahan pneumonia yang sedang marak saat ini, belum ada vaksin untuk mencegahnya karena pneumonia yang di Wuhan ini disebabkan oleh corona virus jenis baru,” kata Erlina.

Erlina menegaskan, vaksin yang beredar saat ini hanya efektif untuk membunuh pneumonia karena bakteri/pneumokokus. Kondisi saat ini menurut Erlina, banyak orang salah persepsi mengenai manfaat vaksin tersebut. Sejak muncul kasus di Tiongkok, tidak sedikit orang yang minta divaksinasi. Padahal, menurut Erlina, vaksin tersebut tidak memberikan efek apa pun jika tujuannya untuk mencegah tertular pneumonia dari Tiongkok.

Selain Tiongkok, beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan, yaitu Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Terkait hal tersebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan.

Menurus data United Nations Maret 2018, terdapat banyak negara atau tempat yang menjadi tujuan pengunjung dari Wuhan di antaranya Bangkok, Hong Kong, Tokyo, Singapura, Denpasar Bali, Macau, Dubai, Sydney dan masih banyak negara lainnya. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.

Diketahui, 31 Desember 2019 di Kota Wuhan dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Awalnya terdapat 27 kasus kemudian meningkat menjadi 59 kasus, dengan usia, antara 12-59 tahun. Terdapat laporan kematian pertama terkait kasus pneumonia ini, yaitu pasien usia 61 tahun dengan penyakit penyerta yaitu penyakit liver kronis dan tumor abdomen atau perut.

"Sampai sekarang belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia. Namun tetap harus diwaspadai terutama mereka yang bepergian ke Wuhan dan negara lain yang memiliki kasus serupa. Karena mobilitas orang ini padat, dan penularannya mudah lewat udara,” kata Erlina.

Jangan Panik
Perhimpunn Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi jangan panik. Imbauan yang sama juga telah disampaikan Kementerian Kesehatan lewat dinas kesehatan sampai ke fasilitas kesehatan dan masyarakat.

"Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat,” kata Ketua Umum PDPI, Agus Dwi Susanto.

Diketahui pmeumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa aja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia. Tetapi lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

Pneumonia menyerang sekitar 450 juta orang setiap tahunnya. Data Riskesdas 2018 menunjukkan, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan yaitu 2%, naik dari 2013 adalah 1,8%. Jumlah penderita pneumonia sendiri di Indonesia menurut data Kemkes 2014 berkisar antara 23%-27% dan kematian akibat pneumonia 1,19%. Tahun 2010 di Indonesia pneumonia termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit dengan angka kematian pada periode waktu tertentu dibagi jumlah kasus adalah 7,6%.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemajuan Teknologi Mempermudah Pola Hidup Higienis

Untuk urusan higienis, kamar mandi adalah hal penting yang harus diperhatikan dalam rumah.

KESEHATAN | 17 Januari 2020

Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Cegah Risiko Stunting

Stunting dapat dicegah dengan pemberian gizi yang tepat dan pencegahan penyakit.

KESEHATAN | 17 Januari 2020

Gubernur NTB Resmikan Rumah Sakit Siloam Mataram

Jaringan rumah sakit di bawah naungan Lippo Group ini menyatakan kesiapannya guna mendukung industri pariwisata (medical tourism) yang ada di NTB.

KESEHATAN | 17 Januari 2020

BPOM Diminta Percepat Izin Edar Obat

Pemerintah dinilai perlu memberikan penguatan terhadap kelembagaan BPOM dalam melakukan fungsi pengawasan.

KESEHATAN | 16 Januari 2020

Gubernur NTB Zulklieflimansyah Resmikan RS Siloam Mataram

Keberadaan Siloam Hospitals menjadi bentuk tanggung jawab Lippo Group untuk membantu industri pariwisata.

KESEHATAN | 16 Januari 2020

Dukung Program Pemerintah, Sehati Group Serahkan Bantuan TeleCTG

Hingga saat ini, solusi Sehati TeleCTG telah digunakan oleh 20.000 ibu hamil.

KESEHATAN | 16 Januari 2020

RS Siloam Hadir di Yogyakarta

Sri Sultan berharap, kehadiran RS Siloam Yogyakarta bisa memberikan perawatan kesehatan terbaik sehingga rakyat Yogyakarta tidak perlu berobat ke luar negeri.

KESEHATAN | 15 Januari 2020

Pemerintah Wajibkan Pemberi Kerja Beri Perlindungan Kesehatan

Pemerintah memandang perlu dilakukan upaya kesehatan kerja.

KESEHATAN | 15 Januari 2020

Pemkab Lahat Putuskan Tetap Ikut Program BPJS

Peserta yang dijamin iurannya oleh APBD Lahat sebanyak 9.952 orang.

KESEHATAN | 14 Januari 2020

Konsumsi Gizi Mikro Rendah Jadi Tantangan Penurunan Stunting

Kekurangan zat gizi mikro berhubungan dengan tingginya jumlah balita pendek atau stunting di Indonesia.

KESEHATAN | 14 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS