Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Jumat, 29 Mei 2020 | 22:40 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Anak-anak Indonesia belum sepenuhnya bebas dari ancaman bahaya rokok. Mereka masih menjadi target industri untuk menjadi perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif. Manipulasi industri untuk menggiring anak-anak menjadi perokok aktif inilah yang menjadi tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2020 yang diperingati setiap tanggal 31 Mei.

Muhamad Bigwanto dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, tren belakangan ini ada manipulasi industri rokok untuk mendapatkan perokok muda. Di antaranya mempromosikan produk rokok yang diklaim secara berlebihan. Misalnya rokok elektronik, seperti vape, diklaim lebih aman karena tidak mengandung tar dan kadar nikotin yang rendah. Rokok elektronik juga diklaim sebagai produk alternatif yang membantu perokok aktif untuk berhenti merokok.

"Semua klaim itu kita anggap manipulasi karena yang dijual dari produk rokok ini adalah rasa aman, dan lain-lain. Itulah mengapa mereka menyasar anak muda,” kata Bigwanto kepada Beritasatu.com, Jumat (29/5/2020) malam.

Selain itu, menurut Bigwanto, citra yang dibangun seolah produk alternatif ini merupakan produk aman karena bukan dihasilkan oleh industri rokok konvensional. Faktanya, sejumlah komunitas pendukung rokok elektronik di Indonesia ternyata didanai oleh Sampoerna dan industri rokok konvensional yang juga memiliki bagian dalam produk elektronik.

Dari sisi kesehatan, menurut Bigwanto rokok elektronik tidak aman. Berbagai penelitian membuktikan efek rokok elektronik menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, yang paling sering adalah menderita paru-paru basah dan sesak napas akut.

“Efek konsumsi rokok elektrik ini tidak terlihat langsung, baru terlihat jangka panjang, sehingga dianggap aman. Padahal tidak lebih aman dari rokok konvensional,” katanya.

Bigwanto mengatakan, jumlah anak muda yang menggunakan rokok elektronik terus meningkat. Pada 2016 ada 1,2% pengguna rokok elektronik berusia 10-18 tahun. Pada 2018 jumlah ini meningkat menjadi 10,2%.

Sementara dari sisi regulasi, belum ada satu pun yang dibuat pemerintah untuk melindungi anak muda dari rokok elektronik. Hanya ada regulasi tentang cukai rokok elektronik.

Sementara untuk pengendalian konsumsi rokok tidak cukup hanya cukai, tetapi juga iklan, sponsorsip, promosi, dan lain-lain. Faktanya di lapangan, iklan rokok masih marak. Selain itu, akses anak terhadap rokok elektronik ini juga masih bebas. Mestinya larangan menjual di retail termasuk online diperkuat sehingga membatasi anak terhadap produk ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kajian Epidemiologi Jadi Dasar Produktivitas Masyarakat di Suatu Daerah

Dari kajian yang ada, ada beberapa daerah yang sudah bisa kembali produktif dan ada beberapa daerah yang masih perlu mempersiapkan diri menuju produktif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bengkulu Bertambah 6 Orang

Sampai saat ini kasus positif Covid-19 di Bengkulu mencapai 70 orang.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Cegah Nyeri Punggung Akibat WFH

Biasanya, nyeri punggung saat WFH disebabkan oleh mekanik atau penggunaan otot secara berlebihan atau akibat cedera yang menimbulkan ketegangan ada otot.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pelindo III Serahkan 10.000 Alat Rapid Test kepada Pemprov Jatim

Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Direktur SDM Pelindo 3 Toto Heli Yanto dan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

PMI Kerahkan Relawan Bantu Penanganan Covid-19 di Jatim

Sebagian relawan dan armada PMI Pusat akan dikerahkan ke Jawa Timur guna mengantisipasi dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Sempat Stagnan, Pasien Positif Kabupaten Bogor Naik 6 Orang

Kecamatan Cigombong dan Ciawi menjadi zona merah baru.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Cegah Covid-19, Hi-Home Total Care Disinfeksi Gratis 30 Panti Asuhan

Hi-Home juga mendistribusikan produk disinfektan agar pengelola panti asuhan mampu melakukan disinfeksi mandiri.

KESEHATAN | 28 Mei 2020

Peserta KB Turun Drastis karena Terbatasnya Akses Selama PSBB

BKKBN melakukan pendataan secara real time setiap bulan. Hasilnya cukup mencemaskan karena, selama Maret dan April ini, jumlah peserta KB baru menurun drastis.

KESEHATAN | 28 Mei 2020

Gara-gara Covid-19, Angka Kelahiran Diprediksi Bertambah Hingga 500.000

Kebijakan jaga jarak sosial dan fisik serta tinggal di rumah selama masa pandemi memicu angka kehamilan dan kelahiran tinggi.

KESEHATAN | 28 Mei 2020

ASDP: Kru KMP Julung-Julung dan KMP Ambu-Ambu Negatif Covid-19

Berdasarkan bukti hasil tes dengan metode swab

KESEHATAN | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS