Industri Rokok Memanipulasi Anak Muda
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020

Industri Rokok Memanipulasi Anak Muda

Jumat, 29 Mei 2020 | 23:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari mengatakan, setiap tahunnya industri rokok kehilangan 240.618 pelanggan setia karena meninggal dunia. Angka ini setara dengan 668 orang setiap harinya. Supaya industri rokok tidak bangkrut dan bisnisnya terus berjalan mereka harus mencari perokok pengganti.

Perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti tersebut. Jika para remaja tidak merokok maka industri akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah.

Industri rokok melakukan berbagai cara manipulatif dalam memasarkan rokok kepada anak muda. Mereka mengeluarkan triliunan rupiah setiap tahun untuk membuat iklan rokok, mempromosikan dan memberi sponsor rokok.

"Industri menjual gaya hidup anak muda yang gaul, keren, gemar bertualang dan macho dalam pesan-pesan iklannya,” kata Lisda kepada Beritasatu.com, Jumat (29/5/2020).

Industri juga mensponsori figur publik dan influencer untuk menggaet para penggemar fanatik dan follower mereka yang utamanya adalah anak muda. Mensponsori konser musik, event olahraga dan film yang bertemakan anak muda.

Hasil monitoring iklan rokok oleh Yayasan Lentera Anak, Smoke Free Agents dan YPMA tahun 2015 menunjukkan, 85% sekolah di lima kota di Indonesia dikelilingi iklan rokok dengan jumlah pembuat iklan sebanyak 30 merek.

Industri juga mempromosikan harga murah rokok batangan melalui baliho, banner, dan spanduk di jalan protokol, depan mini market dan toko sembako/warung. SPG rokok berjualan di lokasi yang banyak didatangi anak muda dan tidak jarang membagikan rokok secara gratis.

Sementara menurut studi PP IPM 2017, faktor yang mendorong remaja mengonsumsi rokok karena terpana dengan iklan, promosi dan sponsor rokok.

Studi komnas Anak dan Uhamka menunjukkan, sebanyak 46% remaja berpendapat iklan rokok memengaruhi mereka untuk mulai merokok. Terpaan iklan rokok sebagai produk yang keren, gaul, dan macho, menanamkan pesan di benak remaja bahwa rokok hal yang normal dan baik.

Oleh karena itu, lanjut Lisda, anak muda harus paham bahwa mereka dijadikan target industri rokok. Mereka harus melawan dan berani mengatakan tidak pada rokok.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Anak-anak Indonesia masih menjadi target industri untuk menjadi perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Kajian Epidemiologi Jadi Dasar Produktivitas Masyarakat di Suatu Daerah

Dari kajian yang ada, ada beberapa daerah yang sudah bisa kembali produktif dan ada beberapa daerah yang masih perlu mempersiapkan diri menuju produktif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bengkulu Bertambah 6 Orang

Sampai saat ini kasus positif Covid-19 di Bengkulu mencapai 70 orang.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Cegah Nyeri Punggung Akibat WFH

Biasanya, nyeri punggung saat WFH disebabkan oleh mekanik atau penggunaan otot secara berlebihan atau akibat cedera yang menimbulkan ketegangan ada otot.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pelindo III Serahkan 10.000 Alat Rapid Test kepada Pemprov Jatim

Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Direktur SDM Pelindo 3 Toto Heli Yanto dan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

PMI Kerahkan Relawan Bantu Penanganan Covid-19 di Jatim

Sebagian relawan dan armada PMI Pusat akan dikerahkan ke Jawa Timur guna mengantisipasi dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Sempat Stagnan, Pasien Positif Kabupaten Bogor Naik 6 Orang

Kecamatan Cigombong dan Ciawi menjadi zona merah baru.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Cegah Covid-19, Hi-Home Total Care Disinfeksi Gratis 30 Panti Asuhan

Hi-Home juga mendistribusikan produk disinfektan agar pengelola panti asuhan mampu melakukan disinfeksi mandiri.

KESEHATAN | 28 Mei 2020

Peserta KB Turun Drastis karena Terbatasnya Akses Selama PSBB

BKKBN melakukan pendataan secara real time setiap bulan. Hasilnya cukup mencemaskan karena, selama Maret dan April ini, jumlah peserta KB baru menurun drastis.

KESEHATAN | 28 Mei 2020

Gara-gara Covid-19, Angka Kelahiran Diprediksi Bertambah Hingga 500.000

Kebijakan jaga jarak sosial dan fisik serta tinggal di rumah selama masa pandemi memicu angka kehamilan dan kelahiran tinggi.

KESEHATAN | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS