Terdesak Ekonomi, Masyarakat Lalai Terapkan Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Terdesak Ekonomi, Masyarakat Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Senin, 13 Juli 2020 | 22:57 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepatuhan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan berdampak pada tingkat penyebaran Covid-19. Namun sayang, belum semua masyarakat Indonesia menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Sigit Rochadi mengatakan, salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan adalah karena desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pekerja adalah golongan masyarakat yang lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Ia mengatakan, demi memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka tetap melakukan mobilitas kerja yang tinggi. Sebagian besar mereka adalah pekerja informal dengan pendapatan yang tak menentu. Semisal, pedagang kaki lima, ojek daring, dan beberapa lainnya.

Kemudian golongan pekerja ke dua adalah mereka yang memiliki ikatan dengan perusahaan atau lembaga yang memgharuskan para pekerjanya dilakukan secara kolektif. Misal akademi kepolisian ataupun lembaga pendidikan kedinasan.

"Sebagian besar adalah mereka yang secara ekonomi merasa kekurangan. Kalau kita lihat perkembangannya, klaster baru sentral penularan Covid-19 saat ini adalah tempat kerja. Perusahaan-perusahaan. Ini laporan dari beberapa tempat kerja, yaitu Bekasi, Semarang, Jawa Timur,” terang SIgit saat dihubungi Suara Pembaruan, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, ini merupakan situasi yang dilematis bagi pemerintah yang kini perlahan membuka sektor perekonomian demi menghidupkan roda ekonomi masyarakatnya. Mengingat, dalam setiap pelonggaran pasti terdapat lonjakan kasus di dalamnya.

“Perusahaan itu menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, karena tidak menerapkan protokol kesehatan lagi. Ada asumsi setelah bulan juni, dianggap situasi sudah aman. Asumsi ini yang harus diingatkan. Kita masih krisis,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, dapat dikaitkan bahwa ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sebagian besar juga terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap wabah penyakit Covid-19.

Masyarakat kurang memiliki pemahaman seberapa rentan mereka tertular Covid-19, seberapa parah penyakit ini, apa manfaat melakukan pencegahan, serta juga kurangnya petunjuk untuk bertindak.

Dengan demikian, pemerintah perlu menyadarkan mereka terkait bahaya virus Covid-19. Sebab ia melihat sejauh ini pemerintah masih belum bisa mengkomunikasikan secara luas pemahaman akan krisis dan dampak dari pandemi Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal inilah yang menyebabkan tak kunjung adanya perubahan sikap sosial secara masif di masyarakat terutama mereka yang berada di akar rumput. Ia pun mengatakan, masyarakat yang memiliki literasi lebih tinggi kemungkinan masih akan melakukan protokol kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Semisal, menjaga jarak, mencuci tangan, dan juga memakai masker di tempat umum.

“Warga kita, sejak dulu sulit taat pada aturan. Produktivitas rendah Indonesia karena tidak disiplin. Mentalitas seperti ini yang harus diubah,” tutur Sigit.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Patok Tarif Rapid Test, Rumah Sakit Minta Masa Transisi

Merespons penetapan Kemkes soal batas atas harga "rapid test" ini, sebagian besar RS meminta diberikan waktu atau masa transisi untuk menyesuaikan.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Hari Ini, Jumlah Sembuh dari Covid-19 Kembali di Atas 1.000

Pasien Covid-19 yang sembuh kembali mencatatkan jumlah di atas 1.000 pada Senin (13/7/2020) atau tepatnya 1.051.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.282, Kasus Positif Jadi 76.981

Pada Senin (13/7/2020), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.282. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 76.891.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Waduh! Ternyata Pasien Aktif Covid-19 di RI 111 Kali Lipat dari Tiongkok

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di urutan ke-17 dari seluruh negara di dunia.

KESEHATAN | 13 Juli 2020

Face Shield Tak Cukup Melindungi dari Covid-19

Face shield hanya mampu melindungi penggunanya dari droplet yang besar, tetapi tidak menjamin partikel micro droplet tidak terhirup mulut atau hidung.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

IDI: 60 Dokter Indonesia Telah Gugur Melawan Covid-19

Beberapa sebab yang menyebabkan itu adalah minimnya alat pelindung diri, tidak ada screening pasien, dan alur layanan untuk Covid-19 yang tidak dibedakan.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Bantu PMI, AMPG Gelar Aksi Donor Darah

Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menggelar aksi donor darah pada masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Lawan Covid-19, IDI dan Aice Group Serukan Asupan Protein Tinggi

Olahraga dan asupan protein tinggi menjadi kombinasi ampuh imunitas yang dibutuhkan masyarakat dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Rumah Sakit di Indonesia Mampu Bersaing dengan Negara Tetangga

Beberapa klinik dan rumah sakit siap untuk memberikan pelayanan kelas dunia bagi masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 12 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.681, Kasus Positif Jadi 75.699

Penambahan sebanyak 1.681 kasus baru Covid-19 didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379.

KESEHATAN | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS