Jangan Tunda Vaksinasi Anak karena Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Jangan Tunda Vaksinasi Anak karena Pandemi Covid-19

Senin, 27 Juli 2020 | 22:36 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 adalah momok bagi kita semua. Terutama bagi para orang tua yang semakin proteksi pada anak-anak mereka. Saking proteksinya, beberapa orang tua mengambil sikap untuk tidak melakukan vaksin rutin untuk anak-anak mereka.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi. Vaksin MR menurun 13% antara Januari-Maret 2020, jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Alhasil, ribuan anak berisiko kena penyakit menular yang juga mematikan, seperti campak, gondongan, rubela, dan varisela.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan tak hentinya mengimbau, bahwa risiko anak kena menyakit menular bisa diatasi sejak dini dengan tidak menunda imunisasi.

Demi membantu pemerintah dan IDAI, Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (YBSI), dr Meta Melvina, memperkenalkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak agar para ibu di Indonesia aktif dalam memastikan perlindungan optimal melalui vaksinasi yang lengkap, terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini.

"Kurangnya kesadaran orang tua dalam memahami manfaat dan pentingnya imunisasi secara lengkap untuk anak menjadi penyebab kurangnya cakupan vaksinasi. Ibu harus memastikan perlindungan optimal bagi anak mereka melalui vaksinasi yang lengkap,” terangnya dalam peluncuran gerakan #LengkapiVaksinasiAnak, Senin (27/7/2020), bersama perusahaan farmasi multinasional, Merck Sharp & Dohme (MSD), didukung aplikasi kesehatan anak, PrimaKu.

Menurut dr Meta, campak, gondongan, rubela, dan varisela, merupakan jenis penyakit yang berdampak serius. Bahkan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Untuk itulah, imunisasi lengkap merupakan jaminan bagi kesehatan anak. Namun sayangnya, cakupan imunasi lengkap di Indonesia saat ini masih berada di angka 12%.

"Mengacu pada imbauan dari IDAI dan Kementerian Kesehatan, untuk tidak menunda imunisasi anak, kami menganjurkan para orang tua untuk segera datang ke dokter dan memastikan anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap, terutama untuk imunisasi campak, gondongan, rubela, dan varisela.

Kalau belum mendapatkan imunisasi lengkap, sang anak memiliki risiko tinggi dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit dari virus yang mudah menular saat mereka bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan banyak anak lainnya,” tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Angka Prevalensi Hepatitis B di Indonesia Masih Tinggi

Kalbe ajak masyarakat deteksi dini Hepatitis B.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

BPOM dan Kemperin Pastikan Keamanan Produk Air Kemasan Galon

Air minum dalam kemasan galon selama puluhan tahun telah memberi solusi penyediaan air minum yang ramah lingkungan di Indonesia.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru di 13 Provinsi

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh lebih banyak dibanding kasus baru terjadi di 13 provinsi terjadi pada Senin (27/7/2020).

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Positif Tembus 100.000 Hari Ini

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tambahan sebanyak 1.1525 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total kasus positif di Indonesia jadi 100.303.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Pembukaan Fasilitas Umum Harus Pertimbangkan Risiko Penularan

Banyak kasus konfirmasi positif ditemukan dari fasilitas umum, seperti pasar tradisional, mal, tempat wisata, dan tempat kerja atau perkantoran.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Gunakan Masker Kain? Pastikan Hal Ini Agar Efektif Cegah Covid-19

Masker kain buatan sendiri setidaknya harus memiliki dua lapis bahan agar efektif mencegah penularan Covid-19.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Menkes Sempurnakan Teknis Klaim Biaya Pasien Covid-19 bagi Rumah Sakit

Keputusan itu merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jokowi Keluhkan Penyerapan Stimulus Covid-19 dan Ekonomi Belum Optimal

Dari total dana Rp 695 triliun yang disiapkan, yang direalisasi barus sekitar 19 persen atau Rp 136 triliun.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Presiden Perintahkan Menkes Lakukan 3T Lebih Masif dan Agresif

Jika masih ditemukan adanya kekurangan peralatan tes, kapasitas RS atau lainnya, agar segera dibereskan.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi: Hati-Hati, Aura Krisis Jangan Hilang

Saat ini masih dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi.

KESEHATAN | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS