Inilah Empat Tahap Cara Uji Ilmiah Obat dan Vaksin Covid-19

Inilah Empat Tahap Cara Uji Ilmiah Obat dan Vaksin Covid-19

Senin, 3 Agustus 2020 | 21:03 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, dr Slamet menegaskan, sebuah obat dan vaksin termasuk untuk Covid-19 harus melalui uji ilmiah sebelum diproduksi dan dipasarkan. Secara garis besar proses produksi obat wajib melalui berbagai tahapan.

Pertama, diawali dengan upaya penemuan bahan atau zat atau senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

Kedua, bahan atau zat atau senyawa potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian, seperti uji aktivitas zat, uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik, uji klinik untuk fase 1, fase 2 hingga fase 3.

Ketiga, harus ada proses izin edar dari Badan POM. Keempat, diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran.

Dipastikan hingga saat ini pun seluruh negara di dunia termasuk Indonesia sedang mengembangkan vaksin termasuk Indonesia.

Menurut Slamet, dilansir dari siaran pers, Senin (3/8/2020), pembuatan vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac dari Tiongkok saat ini akan dilakukan uji klinik fase 3 di site penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD). Sesuai dengan standar internasional juga peraturan Badan POM untuk registrasi obat atau vaksin, maka protokol penelitian ini harus mendapatkan persetujuan etik dari site penelitian yang akan dituju, dalam hal ini UNPAD.

Saat ini sedang dilakukan telaah protokol penelitian fase 3 vaksin tersebut. Apabila data-data yang mendasari dilakukan uji klinik fase 3 dapat diterima secara scientific, risiko terhadap subjek dapat diminimalisir dan manfaat diperkirakan dapat diperoleh, maka UNPAD akan menerbitkan persetujuan etik dan wajib melakukan monitoring pelaksanaan penelitian.

Jika data yang dihasilkan secara statistik menunjukkan keberhasilan yang signifikan, baru dapat didaftarkan ke BPOM.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya akan informasi yang diragukan kebenarannya. Lakukan saring sebelum membagi informasi di media sosial, bersikap kritis dan cari informasi dari sumber yang terpercaya.

"Kepada seluruh pihak, khususnya tokoh publik, kami harap dapat memberikan pencerahan tentang Covid-19 kepada masyarakat dan bukan sebaliknya menimbulkan pro-kontra,” kata Slamet.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes: Belum Ada Satu Negara yang Menemukan Obat Covid-19

Kementerian Kesehatan menyatakan sampai saat ini belum ada obat untuk Covid-19 di dunia.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Hari Ini, Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Ada di Jatim dan Jakarta

Dari sebarannya, jumlah kasus baru Covid-19 terbanyak ada di provinsi Jawa Timur sebanyak 478, sedangkan DKI Jakarta sebanyak 472.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.679, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 113.134

Adapun pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 1.262 sehingga total menjadi 70,237 (62,1% dari terkonfirmasi).

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Presiden Minta Dukungan PKK Tangani Penularan Covid-19

“Saya ingin melibatkan PKK. Istri Menteri Dalam Negeri yang nanti akan menanganinya,” kata Presiden Jokowi.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Oky Pratama, Kian Optimistis dengan Bening's Clinic

Dari sekian banyak pengusaha yang bergerak di bisnis kecantikan terdapat nama yang kian populer yaitu Oky Pratama, sosok di balik nama Bening’s Clinic.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Kasus Positif Covid-19 di AS Dekati 5 Juta

Amerika juga memegang rekor jumlah kematian terbanyak akibat terinfeksi Covid-19 yang mencapai 158.365 orang.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Klaim Covid-19 Rumah Sakit Terlambat, Pasien Bayar Sendiri

Kurangnya sosialisasi mengenai pembiayaan Covid-19 sebagaimana diatur dalam Kepmenkes 238/2020 menyebabkan banyak pasien Covid-19 tidak mengetahui haknya.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Tim Pemulihan Ekonomi Covid-19 Perlu Libatkan KPK, BPK, dan TNI Polri

Tim ini harus menarik pemangku kepentingan lainnya. Kementerian dinilai masih takut mengubah struktur anggaran karena KPK dan BPK.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Momentum Pembentukan Satgas Covid-19 Dinilai Kurang Tepat

Menggabungkan aspek ekonomi dan kesehatan menurut Dedi dimungkinkan, tetapi harusnya tetap ada prioritas saat jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020

Indeks Kematian Petugas Medis Indonesia Lebih Tinggi dari AS

Jumlah kematian petugas medis akibat Covid-19 di Indonesia secara persentase termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan dunia, yakni mencapai 2,4%.

KESEHATAN | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS