Simak Keistimewaan Rempah untuk Penyintas Autoimun
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Simak Keistimewaan Rempah untuk Penyintas Autoimun

Jumat, 7 Agustus 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com -Bukan rahasia lagi bahwa rempah memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia. Bahkan, bagi orang dengan autoimun (Odai), kandungan istimewa dari rempah merupakan satu dari tiga prinsip utama asupan makanan yang tepat untuk mengendalikan penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini.

Hal ini diungkapkan oleh ketua Pengurus Besar Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralumni) sekaligus President Board of Supervisors Marisza Cardoba Foundation, dr Iris Rengganis. Ia mengatakan, bagi penyintas autoimun kandungan istimewa dari rempah dapat membantu mereka untuk mengatur aktivitas peradangan dalam tubuh.

“Pemilihan makanan bagi Odai utamanya untuk mengatur aktivitas peradangan dan autoimunitas dengan tiga prinsip utama, yaitu rendah kalori, rendah zat antigen dan tinggi zat anti inflamasi yang terkandung dalam rempah,” ujarnya dalam diskusi daring bertajuk Rempah dan Autoimun, Jumat (7/8/2020).

Tidak hanya itu, rempah pun dapat difungsikan sebagai penyedap dan pengawet makanan. Alhasil, Odai tidak perlu menggunakan jenis perasa dan pengawet sintetis yang tidak baik untuk tubuh mereka.

Menurut Iris, penyakit autoimun di Indonesia memang belum diketahui jumlah pastinya. Namun, berdasarkan pengalamannya penyakit autoimun semakin bertambah dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan yang buruk dan ketidakseimbangan pola hidup sehat yang membuat penderita autoimun semakin banyak.

"Penyakit autoimun ini bisa dikontrol dengan cara menjaga pola hidup yang baik, dan minum obat yang teratur sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, penyintas autoimun juga harus menjaga agar psikologisnya tetap baik dan hindari stres. Hal-hal tersebut akan sangat berperan terhadap remisi pada penyintas autoimun, sehingga dapat hidup layaknya orang sehat dan normal,” terangnya.

Mengingat pentingnya dukungan dan juga edukasi pola hidup sehat terhadap penyintas autoimun dan juga masyarakat luas, penggagas Marisza Cardoba Foundation, Marisza Cardoba membuat sebuah buku bertajuk Romansa Rempah Indonesia. Memulai dari buku resep, dirinya ingin para penyintas autoimun dapat memiliki gambaran yang tepat dan lengkap dalam menerapkan pola makan sehat.

"Bagi penyintas autoimun, hidupnya harus sealami mungkin. Salah satunya dimulai dari pemilihan makanan. Harus diingat 80% sistem imun adanya di sistem pencernaan. Hal yang saya rasa, di Indonesia sangat sulit mencari buku resep untuk penyintas autoimun. Jika ada, menu-menunya mengarah pada masakan western,” ungkapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Inilah Kiat Hidup Sehat Nadia Karina Sebagai Odai

Puteri Indonesia Bali 2019, Nadia Karina Wijaya menyuarakan pola hidup sehat.

KESEHATAN | 7 Agustus 2020

Tes PCR Belum Capai 30.000 Per Hari, Satgas Covid-19 Ungkap Kendala

Target pemerintah menaikkan jumlah tes Covid-19 dengan PCR hingga 30.000 spesimen dan meningkat menjadi 50.000 per hari belum tercapai.

KESEHATAN | 7 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 2.473, Kasus Positif di Indonesia Jadi 121.226

Terdapat tambahan 2.473 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Jumat (7/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia 121.226.

KESEHATAN | 7 Agustus 2020

Penderita Diabetes dan Hipertensi Lebih Rentan terhadap Covid-19

Diabetes, merupakan penyakit penyerta atau komordibitas kedua yang tersering ditemukan, sekitar 8% kasus setelah hipertensi .

KESEHATAN | 7 Agustus 2020

Kemristek: Masyarakat Harus Waspadai Obat Herbal

Masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan, apakah obat tersebut terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau tidak.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Delapan Daerah Masih Bertahan di Zona Merah Selama Sebulan

Delapan kabupaten dan kota di Indonesia selama sebulan ini tidak mengalami perubahan dalam zonasi risiko penularan Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kemristek: Penemuan Obat Covid-19 Butuh Proses Panjang

Pemerintah terbuka dan mengapresiasi kepada siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam penemuan obat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

13 Kabupaten/Kota dari Zona Oranye Jadi Zona Merah

Wiku Adisasmito mengatakan terjadi perubahan pada 13 kabupaten/kota yang tadinya berada di zona oranye menjadi zona merah.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Badan POM Kawal Siklus Perjalanan Vaksin Covid-19

BPOM menyebut uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 untuk mendapatkan data khasiat dan keamananan yang valid.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin virus corona (Covid-19) di seluruh dunia yang sudah masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS