Dokter Diminta Waspada Pasien Covid-19 Tanpa Gejala
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Dokter Diminta Waspada Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Jumat, 25 September 2020 | 22:31 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pakar PBI IDI juga Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Menaldi Rasmin mengingatkan, tenaga kesehatan khususnya dokter yang bekerja di luar RS Covid-19 untuk berhati-hati. Pasalnya, jumlah kasus baru atau kasus aktif terus naik, yang mengindikasikan bahwa banyak orang telah terinfeksi, tetapi mungkin mereka tidak menunjukkan gejala dan tidak diisolasi. Ini merupakan ancaman bagi dokter.

"Dokter yang bekerja di luar RS Covid-19 hati-hati, sekali lagi hati-hati. Masih ada kunjungan orang-orang yang tidak jelas Covid-19 atau tidak. Sejawat semua akan ketemu banyak orang tanpa gejala,” kata Menaldi pada kegiatan sosialisasi virtual tentang mitigasi perlindungan dokter Indonesia dari Pandemi Covid-19”, belum lama ini.

Menaldi mengatakan, penambahan jumlah kasus meninggal banyak, tetapi tidak meningkat signifikan dan tidak sebanyak sebelumnya. Sementara kasus sembuh terus meningkat.

Menurutnya, kalau kasus sembuh naik dan meninggal semakin sedikit berarti penanganan di RS relatif bisa mengendalikan virus ini di hilir. Tetapi melihat penambahan kasus baru dan aktifnya yang tinggi, artinya infeksi di masyarakat masih tinggi. Tenaga kesehatan harus betul-betul mendapatkan perlindungan dari ketidakpastian di fasilitas kesehatan non Covid-19.

Yang diperlukan sekarang menurut Menaldi, adalah pedoman standar perlindungan dokter di era Covid-19 yang diterbitkan PB IDI harus dijalankan. Bila dilanggar harus ada sanksi penindakan. Apakah itu sanksi etik, sanksi profesi, atau sanksi hukum sekalin.

"Supaya tidak bertambah lagi saudara kita yang meninggal. Katakanlah kalau (dokternya) yang abai sendiri ya sudahlah itu pilihan sendiri. Tetapi kalau karena sistem yang tidak menjaganya, ini yang tidak benar, tidak boleh,” kata Menaldi.

Selain dipatuhi tenaga dokter, pedoman PB IDI ini pun harus dipedomani oleh regulator non medis dan pimpinan RS. Sebab, menurut Menaldi, belum semua pimpinan RS taat dan konsisten dalam penanganan Covid-19. Terutama dari kelayakan RS merawat pasien Covid-19. Banyak RS tidak tahu apakah struktur anatomi RS cocok untuk merawat pasien Covid-19 atau tidak. Misalnya, untuk merawat Covid-19, arah arus udara di RS harus betul 100%. Lalu lantai RS harus bertekanan negatif.

"Kalau kita mau rawat Covid-19, maka konsistenlah. Karena ada nyawa dokter yang terus berkurang dan ini terjadi pada RS yang menyatakan merawat Covid, tetapi tidak memenuhi standar perawatan pandemi infeksi saluran napas,” kata Menaldi.

Investigasi
Ditambahkan Ketua Tim Mitigasi PB IDI juga Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, Adib Khumaidi, dari hasil investigasi Tim Mitigasi ditemukan penyebab kematian dokter di antaranya karena kebanyakan tidak mengetahui pasien merupakan pembawa virus. Ada yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), atau kalaupun pakai tetapi tidak adekuat. Penyebab lainnya adalah kelelahan, pemahaman dan disiplin diri kurang, serta kondisi tubuh, seperti usia, gemuk, usia, gaya hidup, dan komorbid.

Sementara dari data yang dihimpun tim mitigasi PB IDI di Jawa Timur, kebanyakan dokter wafat berpraktik mandiri baru diikuti praktik di puskesmas. Tim Mitigasi juga menemukan sebayak 43% APD standar tidak memadai. Inilah yang menyebabkan risiko tinggi tertular. Sementara screening tenaga kesehatan di Jawa Timur juga menjadi masalah besar karena 47% tidak dapat fasilitas.

"Jadi permasalahan yang terjadi pada dokter bukan semata-mata APD, tetapi permasalah lainnya, baik dari tenaga itu sendiri, dan fasilitas kesehatannya,” kata Adib.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Membeludak, Dokter Makin Terancam

Jika kasus Covid-19 bertambah, maka rumah sakit atau fasilitas tidak akan sanggup untuk mengatasi lonjakan pasien.

KESEHATAN | 25 September 2020

Percepat Uji Spesimen, Pyridam Farma Sediakan Mobile PCR Lab

Mobile PCR Lab yang disediakan Pyridam Farma sudah memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

KESEHATAN | 25 September 2020

UGM Persiapkan “GeNose” Alat Pendeteksi Covid-19 dari Embusan Napas

GeNose adalah alat yang mampu mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19 hanya dengan embusan nafas.

KESEHATAN | 25 September 2020

PT HOCL Beri Alat Pembuat Cairan Disinfektan ke RSUD Kembangan

PT HOCL telah memberikan lima alat pembuat cairan disinfektan asal Korea Selatan kepada RSUD Kembangan untuk membantu mencegah penularan Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2020

Lagi, Kasus Baru Covid-19 Catat Rekor Baru 4.823

Penambahan harian Covid-19 kembali menorehkan rekor baru pada hari ini, Jumat (25/9/2020), yaitu mencapai 4.823.

KESEHATAN | 25 September 2020

Menkes: Anggap Semua Orang Positif, Bukan Sakit

Ini bertujuan supaya setiap orang menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker.

KESEHATAN | 25 September 2020

Tes Usap Kedua, Rektor IPB Negatif Covid-19

Hanya sepekan setelah tes pertama yang menyatakan positif.

KESEHATAN | 25 September 2020

Cegah Covid-19, GrabCar Protect Kini Hadir di Jayapura

Puluhan armada GrabCar Protect telah resmi diluncurkan di Jayapura untuk mencegah penyebaran virus corona di transportasi.

KESEHATAN | 25 September 2020

Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Mendampingi Anak Sekolah Dari Rumah

Allianz Life Indonesia mengajak nasabah dan masyarakat untuk menyeimbangkan pekerjaan dan mendampingi anak belajar secara daring dari rumah.

KESEHATAN | 25 September 2020

Cegah Klaster Perkantoran, Satgas Covid-19 Imbau Kantor Lakukan Tes Usap Gratis

Seluruh biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung pemerintah, baik yang mengikuti atau yang belum ikuti BPJS, termasuk WNA.

KESEHATAN | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS