Wapres : Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Saat Covid-19

Wapres : Fatwa MUI Jadi Rujukan Umat Islam Saat Covid-19

Jumat, 16 Oktober 2020 | 22:20 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan umat Islam Indonesia. Bahkan fatwa MUI menjadi rujukan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan rakyat. Dalam soal vaksin, peran MUI pun juga penting bagi umat Islam.

Ma’ruf Amin yang juga menjabat Ketua MUI menjelaskan lembaga itu sudah dilibatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia. MUI sendiri sudah melaksanakan peranannya dalam pandemi Covid-19 di Indonesia sejak lama.

Demikian disampaikan Ma’ruf Amin saat melakukan dialog dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro, Jumat (16/10/2020).

Menurut Ma’ruf, Fatwa MUI banyak menjadi acuan. Misalnya dalam ibadah salat Jumat, salat Idulfitri, Iduladha, pembayaran zakat yang dapat dipergunakan penanggulangan pandemi, tata cara beribadah bagi tenaga medis yang menggunakan baju hazmat.

"Karena mereka tidak mudah membuka bajunya, bagaimana sulit melakukan shalat seperti biasa, melakukan ruku, sujud dengan sempurna. Itu (dari MUI) ada panduannya," kata Ma'ruf Amin.

Fatwa lainnya seperti pengurusan dan tata cara pemakaman jenazah atau pemulasaraan jenazah. Tata cara mengatur bagaimana memakamkan jenazah tanpa membahayakan pihak keluarga jenazah termasuk petugas pemakaman. Sehingga pemakaman jenazah dilakukan oleh orang yang mengerti dan menyelenggarakan dengan aman.

"Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di Tiongkok. Kemudian juga terus mensosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi," terang Ma’ruf Amin.

Mengenai masalah kehalalan vaksin Covid-19, Ma'ruf menekankan vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia.

"Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia," tegas Ma’ruf Amin.

Dalam dialog tersebut, Wapres berpesan agar masyarakat tetap istiqomah dan tidak boleh menyerah. Harus terus semangat menegakkan protokol kesehatan. Kepada para petugas diminta sosialisasi secara masif berikut edukasi tentang upaya pemerintah. Serta melakukan pendekatan dengan baik terutama daerah-daerah sumber penularan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Sudah Bayarkan Rp 7,1 Triliun untuk Klaim Covid-19

Kemkes telah membayarkan dana sebesar Rp 7,1 triliun kepada rumah sakit untuk klaim layanan Covid-19.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Duta Intidaya Targetkan Penambahan Gerai Baru

Merayakan hari jadinya yang ke-14 tahun, Watsons Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Health Wellness and Beauty (HWB) Awards 2020.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Selama pandemi, banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Kopmas Minta BPOM Serius Sosialisasi Aturan Kental Manis

Mindset masyarakat tentang kental manis adalah susu telah mengakar selama bertahun-tahun.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.301, Kasus Positif di Indonesia Jadi 353.461

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.301 selama 24 jam terakhir sampai Jumat (16/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 353.461.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Badan POM Inspeksi ke Tiga Produsen Vaksin Covid-19

Bersama Tim Kementerian Kesehatan, LP POM MUI, dan PT Bio Farma.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Ke Tiongkok, Badan POM Kawal Mutu Vaksin Covid-19

Badan POM mengawal keamanan dan mutu vaksin Covid-19 mulai dari uji klinik, proses produksi, hingga peredarannya.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Jangan Sampai Muncul Klaster Baru di Musim Hujan

Prof Wiku Adisasmito mengingatkan agar tidak ada penambahan klaster baru di tengah potensi bencana.

KESEHATAN | 16 Oktober 2020

Banyak Dokter Gugur Akibat Covid-19, Epidemiolog: Protokol Kesehatan di RS Harus Dibenahi

Pasalnya, risiko tenaga kesehatan di RS baik RS Covid-19 maupun RS non-Covid-19 sangat tinggi, melebihi penyebaran Covid-19 di pasar maupun tempat lain.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020

IDI: Kematian Dokter Berhubungan dengan Tingginya Kasus Covid-19 di Suatu Wilayah

Banyak dokter yang terpapar Covid-19 justru tidak menangani Covid-19 secara langsung. Mereka menangani pasien non-Covid-19 yang ternyata OTG.

KESEHATAN | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS