Jokowi: Pelaksanaan Vaksinasi Harus Dipastikan Keamanannya
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Jokowi: Pelaksanaan Vaksinasi Harus Dipastikan Keamanannya

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:55 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan keamanan dan efektifitasnya. Hal ini dilakukan karena vaksin tidak hanya berkaitan dengan keselamatan manusia, atau urusan kesehatan saja. Vaksin juga menyangkut ekonomi.

“Masuk ke pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi. Ada beberapa hal yang ingin saya tekankan, agar menjadi perhatian kita semuanya, betapa pentingnya vaksin, vaksinasi. Tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia, dan urusan kesehatan, tetapi juga menyangkut ekonomi,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas (ratas) tentang Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2020).

Jokowi menegaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi. Salah satu di antaranya adalah, ia meminta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan aman dan efektif.

Keamanan artinya, lanjut Jokowi, kalau disuntik betul-betul melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan ketidakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini.

"Saya melihat aspek keamanan vaksin menjadi perhatian utama masyarakat, termasuk para pakar dan peneliti,” terang Jokowi.

Karena itu, Jokowi meminta semua tahapan harus melalui kaidah-kaidah scientific atau kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data sains dan standar kesehatan.

"Hati-hati. Jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi. Sehingga kaidah-kaidah scientific dan data-data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa,” tegas Jokowi.

Ia tidak ingin timbul persepsi di masyarakat bahwa pemerintah tergesa-gesa melakukan vaksinasi. Karena pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi tidak mengikuti koridor ilmiah yang ada dan benar.

"Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-tergesa, terburu-buru tanpa ikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalu semuanya meski pun ingin dipercepat, hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” jelas Jokowi.

Diakuinya, yang diinginkan pemerintah dalam pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi adalah sebuah langkah gerak yang cepat. Tetapi ia ingin langkah gerak yang cepat itu tetap diimbangi dengan perencanaan dan persiapan yang matang.

“Yang dilakukan pemerintah adalah langkah gerak cepat. Memang kita ingin langkah gerak cepat, tetapi penuh perencanaan dan persiapan yang matang. Karena setelah saya detailkan, ini menyangkut banyak aspek yang kita harus siapkan. Kita harus persiapan secara matang,” papar Jokowi.

Mengapa perlu kecepatan, Jokowi menerangkan kecepatan diperlukan karena saat ini semua negara sedang berlomba-lomba memperoleh vaksin. Semua negara sedang kejar-kejaran mendapatkan vaksin untuk kesehatan warganya.

“Karena memang semua negara tengah berlomba-lomba untuk memperoleh vaksin secepat-cepatnya. Kita tahu, ini semuanya kejar-kejaran. Semua kejar-kejaran vaksin agar warga mereka bisa pulih, ekonominya bangkit,” tutur Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Minta Vaksinasi Covid-19 Wajib Ikuti Koridor Ilmiah

Presiden juga mengingatkan agar vaksinasi dilakukan secara hati-hati, agar tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah tergesa-gesa.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

80% Kematian Covid-19 Menimpa Lansia dan Komorbiditas

Lansia dan orang dengan penyakit penyerta harus lebih waspada di tengah pandemi agar tidak terinfeksi virus Covid-19.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Ketua Dewan Perawat Nasional: Nakes Hidup dalam Tekanan dan Ketakutan Luar Biasa

Selain itu, mereka juga harus terpisah dari keluarga dan menghadapi stigmatisasi sosial.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Dalam 7 Bulan, Covid-19 Renggut Nyawa 253 Nakes di Indonesia

253 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19 itu terdiri dari 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Ratusan Santri dan Guru Ngaji di Ponpes Yasina Bogor Dapat Swab Test Gratis

Sebelumnya, NU Care dan Tokopedia Salam juga sudah menggelar rapid test, swab dan PCR untuk ribuan santri dan guru ngaji.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk cermat dalam menjalin kerja sama dengan produsen vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

DPR Pantau Pengadaan Vaksin Covid-19

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR akan memantau pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

15 Provinsi Laporkan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Sebanyak 15 provinsi melaporkan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 pada Minggu (25/4/2020).

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Jadi Klaster Baru, 20 Pesantren di Banten Terpapar Covid-19

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banten menemukan sebanyak 20 pesantren di wilayahnya menjadi klaster penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.732, Kasus Positif di Indonesia Jadi 389.712

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.732, dalam 24 jam terakhir sampai Minggu (25/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 389.712.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS