Asupan Protein Penting Selama Pandemi, Hati-hati Mengkonsumsi Telur Ternak
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Asupan Protein Penting Selama Pandemi, Hati-hati Mengkonsumsi Telur Ternak

Minggu, 22 November 2020 | 23:02 WIB
Oleh : Elvira Anna Siahaan / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menguatkan isu keamanan dan ketersediaan pangan di seluruh negara. Salah satunya adalah ketersediaan asupan protein yang terjangkau semua kalangan, yakni telur. Sayangnya kebutuhan protein khususnya yang berasal dari telur ini patut diwaspadai.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada 2019, produksi telur ayam ternak dan desa berada di angka 4,7 juta dan diprediksikan akan terus meningkat. Sementara di Indonesia sendiri dikenal tiga tipe telur yang diproduksi secara ternak dan industri untuk konsumsi harian, yakni telur ayam ternak, telur ayam desa, dan telur bebek. Sayangnya, produksi telur ayam ternak di Indonesia cukup berisiko.

Sebuah hasil investigasi dari LSM internasional, Equitas Global, menemukan akan ada pandemi baru lewat praktik kandang telur baterai. Praktik ini menjadikan ternak ayam petelur tinggal di dalam kandang yang sangat sesak dan sempit hingga kesulitan untuk bergerak hingga menimbulkan kecacatan.

Bonnie Tang, campaign manager dari Equitas, dilansir dari siaran pers, Minggu (22/11/2020) mengatakan peternakan kandang baterai bisa menyebabkan penyakit menular baru pada manusia adalah zoonosis, yang berasal dari hewan liar namun dapat menyebar dan menular ke hewan ternak dalam industri.

"Hal ini sangat ironis mengingat saat ini dunia tengah berjuang melawan pandemi yang disebabkan oleh Covid-19," kata Bonnie.

Untuk itu Bonnie menyarankan masyarakat dan industri berkomitmen hanya mengkonsumsi telur yang berasal dari peternakan ayam bebas kandang di Indonesia. Dikatakan Bonnie terdapat lebih dari 50 perusahaan besar yang bergerak di bidang pangan, yang telah berkomitmen untuk hanya menjual telur yang berasal dari peternakan ayam bebas kandang di Indonesia, termasuk Starbucks, Subway, Burger King, Nestle dan sebagainya.

"Akan lebih baik bagi para pelaku bisnis, khususnya di Indonesia, untuk terus menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, salah satunya menghilangkan kandang telur baterai yang berisiko," tutup Bonnie.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Bersiap Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Kementerian Kesehatan mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Dibutuhkan Kerelaan Hati Masyarakat untuk Jalani Tes Swab

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 memerlukan kerelaan hati masyarakat dalam menjalani pemeriksaan.

KESEHATAN | 22 November 2020

Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Edukasi Vaksin Covid-19

Politisasi terhadap vaksinasi Covid-19 sudah mulai ramai dipergunjingkan masyarakat.

KESEHATAN | 22 November 2020

Ketua MPR Dorong Pemerintah Penuhi Standar WHO soal Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah segera bertindak cepat agar bisa memenuhi standar pemeriksaan spesimen Covid-19 yang ditetapkan WHO.

KESEHATAN | 22 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.360 Kasus Positif di Indonesia Jadi 497.668

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.360 dalam 24 jam sampai Minggu (22/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 497.668.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Lacak Kontak Kerja Kemanusiaan, Mengapa Ditolak?

Titik paling krusial saat ini dalam menekan risiko kematian akibat Covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit.

KESEHATAN | 22 November 2020

Lewat Zumba Kids, Denada Bangkitkan Semangat Anak Pengidap Kanker

Melalui kelas virtual Zumba Kids, Denada berharap dapat memberikan anak-anak pengidap kanker kebahagiaan dan alasan untuk tersenyum.

KESEHATAN | 21 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.998, Kasus Positif di Indonesia Jadi 493.308

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.998 selama 24 jam terakhir sampai Sabtu (21/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 493.308.

KESEHATAN | 21 November 2020

Penelitian Temukan 1 dari 4 Balita Minum Kental Manis Setiap Hari

PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU menemukan 1 dari 4 anak bayi di bawah lima tahun (balita) masih meminum kental manis setiap hari.

KESEHATAN | 21 November 2020

Testing Covid-19 Massal Masih Dibutuhkan untuk Memutus Pandemi

Per 17 November 2020, Indonesia telah menguji 0,12 orang per 1.000 setiap harinya selama rata-rata 7 hari. Angka ini jauh di bawah negara-negara lain di Asia.

KESEHATAN | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS