Mencintai Kekayaan Laut Indonesia lewat Wisata Edukasi
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Mencintai Kekayaan Laut Indonesia lewat Wisata Edukasi

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:55 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, mengatakan pentingnya edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mulai belajar mencintai dan menjaga kelestarian laut Indonesia. Pasalnya, sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia ini sedang menghadapi permasalahan yang pelik.

"Hanya 40% saja kondisi laut Indonesia, terutama terumbu karang yang berada dalam kondisi baik. Selebihnya rusak karena destructive fishing. Dulu ada penangkapan ikan ilegal, tetapi berhasil kita kurangi. Sementara destructive fishing (penangkapan ikan dengan cara merusak ekosistem di dalam laut) ini masih marak,” terangnya saat hadir di acara Grand Launching Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

Selain terumbu karang yang rusak, Susi mengatakan Indonesia berada di peringkat kedua terbesar di dunia untuk penggunaan plastik setelah Tiongkok. Menurutnya peringkat tersebut patut diwaspadai, pasalnya jika keberadaan plastik dibiarkan dan dibuang begitu saja, maka bukan hal yang mustahil bila 2050 nanti jumlah sampah lebih banyak dibandingkan jumlah ikan di lautan Indonesia.

"Jika ingin Indonesia jadi poros maritim dunia, menjadi salah satu kekuatan ekonomi kemaritiman, menjadikan laut masa depan bangsa, ikan di Indonesia tidak cukup hanya banyak, tapi juga sehat. Bukan hanya cukup untuk dimakan tapi juga untuk usaha," ucap Susi.

Melihat kondisi tersebut, dirinya mengimbau, tugas menjaga laut bukan hanya tugas warga pesisir, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara yang menarik, salah satunya mengunjungi tempat-tempat wisata edukasi, seperti Jakarta Aquarium.

"Tidak adil rasanya bila kita mengimbau generasi muda untuk menjaga dan merawat, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka jaga. Hadirnya Aquarium di tengah perkotaan, menjadi sarana yang baik agar anak-anak bisa melihat bagaimana keindahan dan beragam jenis ciptaan Tuhan dengan ribuan bentuk ikan yang beraneka ragam warna, berada di bawah laut Indonesia. Mudah-mudahan misi Presiden sebagaimana laut adalah masa depan bangsa bisa terwujud,” tukasnya.

Edukasi dan Hiburan
Bekerja sama dengan Aquaria dan dikelola oleh Taman Safari Indonesia, Jakarta Aquarium merupakan sebuah tempat konservasi alam dan satwa yang memiliki konsep edutainment, sekaligus dapat menjadi sebuah destinasi wisata baru bagi masyarakat terutama keluarga di Jakarta.

Deputy Director PT. Taman Safari Indonesia, Hans Manansang mengatakan, Jakarta Aquarium memiliki 12 zona yang menjadi tempat tinggal bagi sekitar 600 jenis spesies, mulai dari mamalia, ikan, reptil, hingga serangga.

"Kami mengajak masyarakat terutama keluarga agar bisa memperkenalkan kepada generasi berikutnya mengenai keanekaragaman hayati nusantara. Mulai dari kepulauan, hutan, bakau, dan di dalam laut dengan cara yang sangat menyenangkan,” terangnya.

Jakarta Aquarium juga turut menggaungkan gerakan Lautku Bersih kepada seluruh pengunjung yang datang. Salah satu caranya adalah memperkenalkan beberapa contoh produk alternatif ramah lingkungan yang dapat digunakan oleh masyarakat urban untuk mengurangi penggunaan plastik.

Produk seperti kantong dengan berbahan dasar singkong, sedotan dari kertas atau sendok dan garpu kayu dapat ditemukan di Jakarta Aquarium.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Hadiah untuk Pelapor Korupsi Sebagai Apresiasi Negara

Pangi Syarwi Chaniago mengemukakan, Peraturan Pemerintah (PP) 43/2018 tentang pelaporan korupsi oleh masyarakat patut diapresiasi

NASIONAL | 15 Oktober 2018

TII: Selain Imbalan, Pelapor Kasus Korupsi Perlu Pendampingan

Dadang mengapresiasi upaya pemerintah untuk memberikan imbalan kepada pelapor, namun tetap perlu adanya pendampingan.

NASIONAL | 15 Oktober 2018

Pemberiaan Imbalan terhadap Pelapor Tak Cegah Praktik Korupsi

Peneliti Senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengapresiasi pemerintah dengan penerbitan PP 43/2018

NASIONAL | 15 Oktober 2018

Pesparani Katolik Pererat Kerukunan Umat Beragama

Hanya 10 persen panitia Pesparani yang beragama Katolik.

NASIONAL | 16 Oktober 2018

KPK Sesalkan PN Jaktim Tak Menerima Gugatan Intervensi Perkara Heli AW-101

KPK khawatir, gugatan perdata ini bakal menambah kerugian negara yang diakibatkan pengadaan heli AW-101.

NASIONAL | 17 Oktober 2018

Peran Perbantuan TNI di Ranah Sipil Masih Dibutuhkan

Peran TNI dalam pekerjaan sipil masih dibutuhkan, meskipun mereka juga harus dibekali dengan pelatihan terus menerus.

NASIONAL | 17 Oktober 2018

KPK Dalami Dugaan Penyimpangan Investasi Pertamina Era Karen

Proses pendalaman investasi Pertamina dilakukan berdasar aturan perundangan.

NASIONAL | 17 Oktober 2018

4 Pengedar Sabu Diringkus Polres Rejang Lebong

Para tersangka bersama barang bukti sudah ditahan di Mapolres Rejang Lebong.

NASIONAL | 17 Oktober 2018

Survei WWF: 91% Masyarakat Tidak Menyadari Ancaman Pangan terhadap Bumi

Kelompok usia 18-24 tahun tidak mengetahui kaitan antara makanan dengan keberlangsungan bumi.

NASIONAL | 17 Oktober 2018

Bangun Sulteng Baru Dua Tahun ke Depan

Pemerintah bangun Sulteng yang baru dua tahun ke depan.

NASIONAL | 17 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS