Organisasi Ekstra Kemahasiswaan Masuk Kampus
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Radikalisme di Perguruan Tinggi

Organisasi Ekstra Kemahasiswaan Masuk Kampus

Selasa, 30 Oktober 2018 | 14:22 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Dengan diterbitkannya Permenristekdikti ini, maka organisasi ekstra kampus seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan lainnya dapat masuk kampus.

Kemudian, mereka bisa bersinergi dengan organisasi intra kampus di bawah pengawasan pimpinan PT untuk pembinaan ideologi kebangsaan.

"Permenristekdikti ini diterbitkan sebagai upaya Kemristekdikti untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa akan ideologi bangsa dan mencegah paham-paham radikalisme dan intoleransi berkembang di kampus,” kata Nasir pada konferensi pers dan sosialisasi Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 di Gedung Kemristekdikti, Selasa (29/10).

Nasir menyebutkan, pembinaan ideologi kebangsaan tersebut akan direalisasikan dengan dibentuknya Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB) yang akan dibentuk oleh pimpinan PT. Anggota UKM PIB ini berasal dari organisasi kemahasiswaan intra kampus dan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus.

Menurutnya, UKM PIB sebagai wadah untuk bersinergi, baik dengan pimpinan PT maupun organisasi kemahasiswaan yang telah berdiri sebelumnya di PT. Nasir berharap, kehadiran UKM PIB ini dapat memperkaya sudut pandang mahasiswa di kampus dan tidak terpaku akan satu pemikiran saja.

Meski organisasi ekstra kampus ini kembali hadir, Nasir menegaskan, mereka tidak boleh membawa bendera organisasinya. Mereka harus melebur di bawah UKM PIB dan di bawah tanggung jawab PT, yakni berada di bawah pengawasan rektor.

Dijelaskan Nasir, simbol organisasi tidak diperkenankan untuk masuk kampus karena PT fokus untuk pembinaan ideologi kebangsaan.

"Ini kami lakukan agar kampus terbebas dari radikalisme dan intoleransi. Jangan sampai kampus justru menjadi ajang membina dan mendidik radikalisme,”cetusnya.

Selain simbol, Nasir juga menegaskan, organisasi kemahasiswaan tidak boleh melakukan politik praktis di dalam kampus.

"Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus dapat menuangkan idenya tentang kebangsaan melalui UKM PIB. Yang tidak boleh adalah membawa politik praktis ke kampus,” ujarnya.

Untuk itu, Nasir menambahkan, hal utama yang perlu diperhatikan dari salah satu pasal dalam Permenristekdikti tersebut adalah mengamanatkan PT untuk melakukan pembinaan ideologi bangsa. Dalam pasal 1 disebutkan, PT bertanggung jawab melakukan pembinaan ideologi bangsa yang mengacu pada empat pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bagi mahasiswa dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Ia juga menambahkan, adanya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, maka Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus dalam Kehidupan Kampus tidak berlaku lagi.

Selanjutnya, Nasir juga menegaskan bahwa kehadiran Permenristekdikti ini sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. Permenristekdikti ini tidak ditujukan untuk membatasi suara mahasiswa dalam berpendapat, namun sebaliknya, justru bertujuan untuk mewadahi semangat tinggi dan daya kritis mahasiswa untuk membangun dan berkontribusi bagi Indonesia.

Untuk itu, Nasir mengatakan akan mengumpulkan para rektor dalam waktu dekat untuk menyosialisasikan Permenristekdikti tersebut. “Mungkin minggu depan para rektor kami undang untuk sosialisasi Permenristekdikti ini,” ujarnya.

Mentoring Kebangsaan
Pada kesempatan sama, Ketua Umum PB HMI Saddam Aljihad mengakui bahwa sebelumnya, organisasi mahasiswa Cipayung telah menggelar pertemuan dengan Menristekdikti.

"Ide awalnya kita harus membangun mentoring kebangsaan. Saya sampaikan seperti itu. Tapi mentoring kebangsaan ini harus ada wadahnya, yaitu UKM PIB yang mengacu pada Permenristekdikti. Pola ini yang kami bangun. Mentoring kebangsaan diisi oleh keterwakilan dari organisasi ekstra kampus ini. Jadi kami ingin membantu kampus menguatkan ideologi kebangsaaan dan kita perangi paham radikal,” ungkapnya.

Saddam juga mengatakan, Permenristekdikti ini tidak merugikan kebebasan organisasi ekstra kampus. Pasalnya, mereka diberi wadah untuk bersama-sama terlibat dalam penguatan ideologi kebangsaan.

Sementara itu, Ketua PP GMKI, Corneles Galanjinjinay, mengatakan, wadah UKM PIB menunjukkan pemerintah memperhatikan ideologi bangsa di situasi saat ini. Sehingga ada koordinasi dari pusat untuk setiap organisasi.

Nasir menuturkan, hadirnya Permenristekdikti bertujuan untuk menangkal radikalisme pada perguruan tinggi (PT) yang semakin marak. Hal ini berkaca dari survei yang dilakukan oleh survei Alvara Research Center dan Mata Air Foundation dengan responden 1.800 mahasiswa di 25 PT.

Dalam survei itu, terindikasi 19,6% mahasiswa mendukung peraturan daerah (Perda) syariah, 25,3% setuju dengan berdirinya negara Islam, 16,8% mendukung ideologi Islam, 29,5% tidak mendukung pemimpin Islam dan 23% berpotensi radikal.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Anggota DPD Ini Cari Sahabatnya yang Jadi Korban Lion Air Jatuh

Hingga saat ini Bahar masih terus mencari keberadaan sahabatnya.

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Arti Mendalam “Dharma Karya Dhika” bagi ASN Kemkumham

Artinya adalah “Manusia diberikan kelebihan untuk melakukan pekerjaan sesuai kewajibannya, aturan dan kebenaran”.

NASIONAL | 30 Oktober 2018

3 Kantong Jenazah Lion Air Dievakuasi ke Pantai Pakis Karawang Siang Ini

Dua kantong jenazah dan satu kantong berisi serpihan atau puing pesawat

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Pemkot Surakarta Diminta Segera Bangun Pasar Darurat

Pasar darurat diperlukan guna menampung pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Legi, Senin (29/10).

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Kantong Jenazah Berdatangan, Identifikasi Butuh 4-5 Hari

Karena banyak badan yang tidak lagi utuh sehingga harus dilaksanakan pemeriksaan DNA satu persatu pada tiap bagian.

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Hingga Selasa Siang, 11 Keluarga Korban Belum Lapor

Hingga pukul 12.37 WIB jumlah keluarga korban yang melapor ke sejumlah crisis center jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 sudah mencapai 170 orang.

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Ruang Publik Ramah Bahasa Butuh Dukungan Presiden

Sehingga permukiman dan merek dagang tidak lagi mengunakan bahasa asing.

NASIONAL | 29 Oktober 2018

Sanksi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Akan Diatur Perda

Denga aturan itu, pemda dapat menegakkan aturan berupa larangan menggunakan nama-nama dengan bahasa asing di ranah publik.

NASIONAL | 29 Oktober 2018

Kemkumham Sajikan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Informasi

Tahun 2018 menjadi tahun implementatif pelaksanaan pengelolaan pemerintahan berbasis teknologi informasi

NASIONAL | 30 Oktober 2018

Dukung Pembersihan Parlemen dari Koruptor

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin memangkas anggaran DPR jika berhasil duduk di Parlemen nanti.

NASIONAL | 29 Oktober 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS