Kopi Bergambar Wajah Ahmad Dhani Ternyata Ilegal
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kopi Bergambar Wajah Ahmad Dhani Ternyata Ilegal

Senin, 20 Mei 2019 | 15:16 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Di samping melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai Besar POM di Jakarta bersama Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya melakukan penindakan terhadap sarana importir dan distributor pangan di Jakarta Selatan pada 16-17 Mei 2019.

Dalam penindakan tersebut, petugas menemukan lebih dari 190.000 saset produk kopi merek Pak Belalang, dengan berbagai varian yang tidak memenuhi ketentuan ilegal. Ilegal karena tanggal kedaluwarsa kopi bergambar penyanyi Ahmad Dhani ini diubah oleh distributornya.

“Pelaku menghapus 2 digit tahun kedaluwarsa pada label produk, atau menggunting label kedaluwarsa pada kemasan saset produk,” kata Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito, kepada wartawan di Kantor Badan POM, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Petugas telah menyita seluruh barang bukti produk tersebut dengan nilai keekonomiannya mencapai Rp 1,4 miliar. Petugas juga menemukan peralatan yang digunakan untuk menghapus atau mengganti label kedaluwarsa tersebut.

Menurut Penny, hasil penelusuran terhadap produk kopi Pak Belalang ini menunjukkan pelaku melakukan setidaknya tiga pelanggaran.

Pertama, kopi ini diimpor dari luar negeri tanpa memiliki surat keterangan impor (SKI) dari Badan POM. Kedua, mencantumkan tulisan “Rajanya Kopi Nusantara”, padahal produk ini merupakan produk impor, dan ketiga label produk tidak sesuai dengan yang disetujui oleh BPOM, termasuk dengan sengaja mengubah tanggal kedaluwarsa.

"Perbuatan pelaku ini, selain dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsi produk, juga mengabaikan prinsip keamanan pangan, merusak pasaran kopi Indonesia, dan berdampak terhadap pendapatan negara,” kata Penny.

Menurut Penny, BPOM akan mencabut nomor izin edar (NIE) produk kopi Pak Belalang karena melakukan pelanggaran administratif dan pidana. Selain itu, BPOM juga akan menindak lanjuti dengan pro-justitia, karena melanggar Pasal 99 jucto pasal 143 Undang-Undang 18 tahun 2012 tentang Pangan.

BPOM juga akan mengembangkan temuan ini kepada pihak-pihak terkait yang berkontribusi terhadap pelanggaran tersebut.

Penny menegaskan, pihaknya tidak segan untuk menindak siapa pun yang dengan sengaja melanggar peraturan dengan melakukan kejahatan obat dan makanan. Karena itu, ia menyarankan setiap pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepada masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ajak Lakukan Makar, Mantan Danjen Kopassus Dilaporkan Polisi

Mayjen (purn) Soenarko dilaporkan atas tudingan mengajak melakukan upaya makar.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Tak Ada Kegiatan, 200 Koperasi di Kota Bengkulu Segera Ditutup

Tidak lagi melaksanakan ketentuan pemerintah, seperti menggelar RAT, tidak memiliki struktur organisasi kepengurusan resmi, serta tidak memiliki usaha jelas.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Peningkatan Kapasitas Anggota KSB Jadi Prioritas

Peningkatan kapasitas anggota Kampung Siaga Bencana (KSB)harus menjadi prioritas utama yang dilakukan pemerintah untuk penanganan bencana berbasis komunitas.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Jelang 22 Mei, Kapolda, Pangdam dan Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Tenang

Masyarakat diminta menghormati dan menerima keputusan dari KPU sebagai lembaga yang telah ditunjuk dalam melaksanakan pemilu.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Perayaan Waisak Momentum Merajut Kembali Persaudaraan

Perayaan Waisak 2563 BE di Candi Muarojambi dihadiri sekitar 3.000 orang umat Budha se-Provinsi Jambi dan ribuan masyarakat Jambi.

NASIONAL | 20 Mei 2019

BPOM Masih Temukan Takjil Mengandung Formalin dan Boraks

Selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri, BPOM melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran pangan di pasaran termasuk takjil.

NASIONAL | 20 Mei 2019

KPK Identifikasi Aset di Papua Ratusan Miliar yang Bermasalah

Aset-aset bermasalah itu diidentifikasi saat KPK melalui fungsi koordinasi dan supervisi.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Ribuan Personel TNI Gelar Apel Pengamanan Hasil Pemilu 2019

Para personel TNI siap mengamankan aksi 22 Mei

NASIONAL | 20 Mei 2019

57 Napi Lapas Narkotika Langkat yang Kabur Belum Tertangkap

Narapidana (napi) yang menyerahkan diri tercatat sebanyak 113 orang dari jumlah 170 orang kabur, saat terjadinya kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat.

NASIONAL | 20 Mei 2019

Polri Adang Massa People Power ke Jakarta

Polisi mengadang massa peserta people power datang ke Jakarta.

NASIONAL | 20 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS