Ubah Pola Makan Demi Kelestarian Hayati
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Ubah Pola Makan Demi Kelestarian Hayati

Minggu, 24 Mei 2020 | 18:00 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com – Tahukah Anda bahwa pola makan bisa memengaruhi kelestarian keanekaragaman hayati di bumi. Jika saja pola makan setiap orang tidak serakah, bisa jadi bumi menjadi tempat yang seimbang bagi setiap makhluk hidup.

Pandangan tersebut diungkapkan Dian Pitaloka, juru kampanye perlindungan hewan di Act For Farmed Animals. Sebuah kampanye yang dilakukan oleh LSM Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja saat merayakan hari keanekaragaman hayati di dunia yang jatuh pada 22 Mei 2020.

Dilansir dari siaran pers, Minggu (24/5/2020), LSM perlindungan hewan ini menampilkan data bahwa 60% populasi mamalia, burung, ikan, dan reptil telah lenyap, dalam rentang waktu 1970 sampai dengan 2014. Menurut laporan dari WWF, hal tersebut dipengaruhi dari pola makan dengan produk hewani.

"Ketidakseimbangan ini bukan hanya beresiko membahayakan hewan. Berkurangnya ekosistem alami juga berpengaruh pada ancaman kehidupan manusia di bumi, di mana hewan dan tumbuhan berperan penting dalam mengatur bumi yang kita tinggali melalui suhu, iklim, dan penyerbukan,” ungkap Dian Pitaloka.

Demi menyelematkan bumi, Dian pun memberitahukan beberapa alasan mengapa manusia harus mengubah kebiasaan pola makan dan mengurangi konsumsi produk hewani. Di antaranya mengubah pola makan demi mencegah hilangnya habitat makhluk hidup lainnya, tidak lagi melakukan aksi pemusnahan hewan liar, tidak akan ada lagi hewan liar yang kelaparan , dan mencegah polusi air serta perubahan iklim.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa peternakan hewan berperan secara signifikan dalam perubahan iklim dan juga kerusakan lingkungan sebagai dampaknya,” ungkap Dian.

Bukan hanya itu, perubahan iklim juga berdampak pada rusaknya terumbu karang, yang disebut oleh Unesco sebagai sumber pembibitan laut dan sumber keanekaragaman hayati.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Azis Syamsudin Apresiasi Warga Patuhi Aturan Saat Idulfitri

Azis mengatakan pihaknya juga mengapresiasi kinerja aparat yang bekerja tanpa henti dalam menegakkan aturan itu.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Wisata Pantai Banten Ditutup, Polisi Lakukan Penjagaan Ketat

Objek wisata yang ditutup yakni Pantai Anyer dan Pantai Cinangka, Kabupaten Serang. Selain itu, Pantai Carita dan objek wisata Pantai Tanjung Lesung.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Pencegahan Covid-19, Kemhub Perketat Pengawasan Arus Balik Idulfitri

Kemhub akan memerketat pengawasan arus balik Idulfitri 2020 dan menegaskan bahwa larangan mudik tetap berlaku.

NASIONAL | 25 Mei 2020

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang

Melalui Keputusan Gubernur Jatim nomor 188.258/KPTS/013/2020 tentang Perpanjangan Pemberlakukan PSBB di Surabaya Raya, selama 14 hari dimulai yang pada 26 Mei.

NASIONAL | 25 Mei 2020

7 Kali Beraksi Usai Bebas Asimilasi, Dua Mantan Napi Tersungkur Ditembak

Dua mantan napi yang dibebaskan dalam program asimilasi, tersungkur ditembak polisi saat melakukan transaksi penjualan sepeda motor hasil kejahatannya.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Mahfud MD: Perayaan Idulfitri Berjalan Lancar

Tidak ada gangguan berarti dalam rangkaian pelaksanaan Lebaran 2020.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Hari Ini Tidak Ada Pertambahan Kasus Positif Covid-19 di DIY

Pada Senin (25/5/2020) tidak terjadi pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19, sehingga jumlah kasus positif di DIY tetap sebanyak 226 kasus.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Hari Kedua Idulfitri, Sejumlah Objek Wisata di Bengkulu Sepi Pengunjung

Sejumlah objek wisata di Bengkulu, pada hari kedua Idulfitri 1441 Hijriah sepi pengunjung karena larangan pemkot berkunjung ke tempat

NASIONAL | 25 Mei 2020

Ini Kesaksian Petugas Covid-19 di Papua saat Ditembaki oleh KKB

Korban penembakan KKB Papua, Almelek Bagau, menceritakan perlakuan yang diterimanya bersama Heniko Somau.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Jatim Kembali Tertinggi dalam Pertambahan Kasus Positif Covid-19

Jatim kembali menjadi provinsi tertinggi dalam pertambahan kasus positif virus "corona" atau Covid-19 selama 24 jam dengan 223 kasus.

NASIONAL | 25 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS