Pakar Epidemiologi: New Normal Terlalu Dini di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.41)   |   COMPOSITE 5126.33 (-19.64)   |   DBX 964.304 (-0.77)   |   I-GRADE 140.573 (-0.45)   |   IDX30 429.149 (-1.96)   |   IDX80 113.629 (-0.3)   |   IDXBUMN20 294.159 (-1.91)   |   IDXG30 119.586 (-0.68)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-2.36)   |   IDXQ30 125.935 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.03)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.98)   |   IDXV30 106.718 (0.08)   |   INFOBANK15 842.264 (-3.11)   |   Investor33 375.573 (-1.66)   |   ISSI 150.643 (-0.06)   |   JII 545.954 (0.87)   |   JII70 186.804 (0.16)   |   KOMPAS100 1025.81 (-4.03)   |   LQ45 790.454 (-3.71)   |   MBX 1419.3 (-6.07)   |   MNC36 282.56 (-2.11)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.86)   |   SMInfra18 242.071 (-1.26)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.22)   |  

Pakar Epidemiologi: New Normal Terlalu Dini di Indonesia

Kamis, 28 Mei 2020 | 22:43 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kehidupan normal baru (new normal) akan segera diberlakukan oleh pemerintah. Dengan keputusan ini diharapkan roda ekonomi kembali hidup, tetapi wabah Covid-19 juga bisa dikendalikan. Namun para pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat menilai kebijakan new normal ini terlalu dini diterapkan di Indonesia. Artinya Indonesia belum siap untuk masuk ke kehidupan normal yang baru.

Epidemiologi sekaligus Guru Besar Universitas Andalas, Prof Ridwan Amiruddin, mengatakan new normal ini ibarat oase yang ditawarkan pemerintah. Terlalu dini dan terkesan dipaksakan untuk diberlakukan. Padahal ada syarat yang harus dipenuhi apabila masuk ke new normal tersebut, yaitu Covid-19 sudah terkendali. Faktanya, itu belum terjadi.

Di beberapa negara, misalnya Jepang, pelonggaran PSBB dilakukan setelah enam pekan periode melandai kurva Covid-19 Sementara di Indonesia kurvanya masih bertumbuh dan baru menuju titik puncak.

“Kurva kita belum melandai. Kita terlalu cepat masuk ke new normal. Sementara di beberapa provinsi masih dalam masa pertumbuhan kasus,” kata Ridwan dalam diskusi secara daring dengan topik “Pasca PSBB dan Kehidupan Normal Baru”, Kamis (28/5/2020).

Menurut Ridwan, pada situasi krisis seperti saat ini, kesehatan masyarakat mestinya menjadi prioritas. Setelah itu baru masuk ke ekonomi, lalu reputasi. Yang terjadi di Indonesia saat ini, kesehatan masyarakat belum tuntas tetapi sudah masuk ke ekonomi. Berbeda dengan negara lainnya, yang diutamakan mereka adalah kesehatan masyarakat, baru ke ekonomi, dan selanjutnya reputasi atau harga diri bangsa. Kesehatan masyarakat merupakan pilar utama pengendalian Covid-19.

Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Ridwan megatakan untuk masuk ke kehidupan new normal harus memenuhi enam syarat. Salah satunya harus memiliki bukti bahwa penularan Covid-19 di sebuah wilayah bisa dikendalikan. Bila menggunakan pendekatan effective reproduction number (Rt) sekarang ini di Indonesia masih di angka 3. Ini bermakna bahwa virus belum terkendali atau penularannya masih tinggi.

Untuk masuk ke new normal ada lima hal yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, memobilisasi semua sektor dan komunitas. Artinya setiap orang berhak dan bertanggungjawab mengambil peran dalam pengendalian virus ini.

“Tidak ada komunitas yang ditinggalkan dalam upaya pengendalian. Karena virus ini tidak mengenal ras, kebangsaan, strata sosial, dan struktur ekonomi, sehingga semua harus terlibat,” kata Ridwan.

Kedua, kontrol kasus sporadis dan klaster. Ini penting karena di sejumlah kota sekarang ini muncul kasus yang bersifat sporadis dan klaster yang sudah terjadi transmisi lokal, bukan lagi kasus impor. Ketika sudah terjadi transmisi lokal, maka tantangannya lebih berat. Bisa menimbulkan klaster baru yang tidak terdeteksi oleh pemerinah pusat.

Ketiga, menekan transmisi di tingkat komunitas. Keempat, mengurangi angka kematian dengan memberikan perawatan tepat, dan kelima, pengembangan vaksin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSBB Proporsional Jabar Diperpanjang Hingga 12 Juni

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memutuskan memerpanjang pembatasan sosial berskala besar secara proporsional hingga 12 Juni 2020.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Kemdikbud Dorong "Perjodohan" Vokasi dengan Industri

Kedua belah pihak akan berbagai peran dan berinvestasi hingga mengambil risiko bersama.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Gubernur Tegaskan Mal di Sulawesi Selatan Tetap Ditutup

Pusat perbelanjaan seperti mal di Sulawesi Selatan masih ditutup sampai ada kebijakan pusat untuk diperbolehkan dibuka kembali.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Wagub Melepas Relawan Covid-19 Bertugas di Berbagai Daerah di Papua

Wagub Papua Tim Relawan Covid-19 ke sejumlah Provinsi.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Realisasi Bansos Sembako Tahap III Sudah Capai 75%

Sementara, bansos reguler juga mendapatkan perluasan keluarga penerima manfaat (KPM) di masa pandemi Covid-19 ini.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Pemkot Bogor Longgarkan PSBB

Pelonggaran PSBB di Kota Bogor, Jawa Barat, disambut baik sejumlah pemilik usaha toko.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Juni, Bansos Tunai Tahap II Ditargetkan Sentuh 9 Juta Keluarga

Sebelum Idulfitri, data yang masuk ke Kemsos hanya 8,3 juta keluarga karena ada daerah yang tidak optimal menyampaikan usulannya.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Bekuk Pengedar, BNN Sita Sabu-Ekstasi Seberat 100 Kilogram

BNN membekuk seorang pengedar atas nama Agustiar (33) dan menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan berat sekitar 100 kg

NASIONAL | 28 Mei 2020

Polda Siap Dukung Pemprov Bengkulu Laksanakan New Normal

Polda Bengkulu mendukung Pemprov melaksanakan perilaku hidup baru.

NASIONAL | 28 Mei 2020

Kemsos Masih Terima Pembaruan Data Penerima Bansos

Perbaruan data penerima bansos yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) khususnya dilakukan daerah-daerah yang jumlah penduduknya padat.

NASIONAL | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS