Menko PMK: Banyak Orang Tua Gagal Menyiapkan SDM Unggul
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Menko PMK: Banyak Orang Tua Gagal Menyiapkan SDM Unggul

Selasa, 4 Agustus 2020 | 23:02 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com -Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan banyak orang tua yang gagal menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Kegagalan disebabkan dua hak yakni, orang tua lalai menyiapkan program pendidikan dan menyediakan gizi maksimal untuk anak.

“Jebakan yang pertama adalah rendahnya kesadaran ibu dalam kaitannya dengan pendidikan anak. Jebakan kedua atau faktor yang menyebabkan orang tua gagal menyiapkan generasi emas ialah kurangnya pemberian asupan gizi saat anak di usia dini,” kata Muhadjir ketika menjadi pembicara kunci pada kegiatan daring rangkaian Hari Anak 2020 di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Kegagalan para orang tua tersebut, menurut Muhadjir berimbas pada tahapan seorang anak ketika berada di usia produktif, sehingga susah bersaing karena tidak memiliki keunggulan.

Perlu diingat, pada tahapan prenatal jebakan yang umumnya dihadapi orang tua adalah stunting, namun pada tahapan anak di usia dini jebakannya ialah malnutrisi.

Muhadjir berharap, Kowani dan organisasi-organisasi membantu untuk penurunan angka stunting dimulai dari perencanaan rumah tangga.

Muhadjir menyebutkan, jumlah rumah tangga miskin di Indonesia menentukan angka stunting. Di Indonesia bisa dibilang masih sangat tinggi sekitar 76 juta rumah tangga miskin, maka secara rata-rata keseluruhan ada 20%r umah tangga miskin di Indonesia.

"Persoalan stunting harus ditangani dengan sungguh-sungguh, karena orang sudah stunting, kemampuan kecerdasannya sudah selesai. Masalah stunting ini berdampak pada kecerdasan anak,” ujarnya.

Sementara kegagalan orang tua menyiapkan program pendidikan juga dibuktikan dengan data angkatan kerja Indonesia dan rumah tangga miskin. Tercatat 56% tenaga kerja Indonesia masih tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah, yaitu sebagian besar adalah tamatan Sekolah Dasar (SD) dan tidak tamat SD.

Alhasil, jika angkatan kerja hanya lulusan SD atau SMP, menurut Muhadjir, kondisi ini akan sulit untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Berkaca dari fakta itu, Mudhajir mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) murni dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Ini ancaman yang paling berbahaya adalah drop out tingkat SMP. Banyak sekali yang tidak lulus SMP, kemudian menjadi angkatan kerja dengan bayaran murah tetapi tidak produktif,” kata Muhadjir.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perma No 1 Tahun 2020 untuk Perkecil Disparitas Hukuman Koruptor

Perma No 1 Tahun 2020 salah satu tujuannya adalah memperkecil disparitas hukuman koruptor.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Polda Malut Gelar Sidang Penentuan Kelulusan Taruna Akpol dan Tamtama

Polda Malut mengirimkan 3 orang calon taruna Akademi kepolisian (Catar Akpol), 13 orang Tamtama Polri.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Muannas Tidak Masalah Jika Hadi Pranoto Lapor Balik

Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyatakan, tidak masalah apabila Hadi Pranoto membuat laporan balik atas laporan polisi yang telah dibuatnya.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Ditjen Dikti Kerja Sama dengan Indosat Sediakan Kuota Murah Bagi Mahasiswa

Ditjen Dikti bersama PT Indosat menjalin kerja sama terkait kuota internet murah untuk mendukung kegiatan PJJ dalam jaringan di perguruan tinggi.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

NU dan Muhammadiyah Putuskan Tidak Bergabung dalam POP 2020

Setelah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menolak bergabung pada POP 2020. Kini, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga sepakat tidak bergabung.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Bantah Sudah Penyidikan, Polri: Djoko Tjandra Masih Saksi

Bareskrim Polri belum menetapkan terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia pada Kamis (30/7/2020) sebagai tersangka.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kesulitan Sinyal, Siswa di Sepatan Tangerang Belajar Daring di Tengah Sawah

Alif dan Amira dua orang siswa SD di wilayah Sepatan Kabupaten Tangerang yang harus rela belajar di pematang sawah untuk demi mendapatkan sinyal.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Guru-guru di Minahasa Tenggara Kunjungi Rumah Peserta Didik

Guru-guru di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), mengunjungi langsung rumah peserta didik.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Edy Rahmayadi: Masyarakat Sumut Sulit Diatur

Edy Rahmayadi mengaku heran melihat masyarakat yang masih sulit untuk bisa diatur.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kejagung Dalami Dugaan Aliran Dana dari Djoko Tjandra

Kejaksaan tengah mendalami dugaan aliran dana dari Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki.

NASIONAL | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS