Pada Masa Pandemi, Inilah Seni Mendidik Anak dengan Hati
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pada Masa Pandemi, Inilah Seni Mendidik Anak dengan Hati

Kamis, 10 September 2020 | 21:39 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), guru-guru dituntut untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan materi, serta lebih kreatif untuk mendapat atensi dari anak-anak dan kepercayaan orang tua. Tak terkecuali guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memiliki peran penting dalam membimbing pendidikan anak di usia emas.

Namun, pelaksanaannya pembelajaran di rumah tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada dua faktor yang memengaruhi yakni semangat anak dan kemampuan orang tua dalam mendampingi.

Dua hal tersebut menjadi tantangan dalam penerapan pembelajaran, sebab jika semangat anak tiba-tiba hilang di tengah pembelajaran, otomatis orang tua kesulitan. Sebaliknya, jika orang tua tidak mengerti dalam mendampingi anak belajar daring maka proses belajar tidak maksimal.

Dua faktor utama ini pun sempat disinggung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengikuti program dialog bertajuk “Apa Adanya” yang ditayangkan di kanal media sosial BeritaSatu, Jumat (3/7/2020).

"Menurut saya memang semakin muda umur siswa itu semakin sulit melakukan pembelajaran jarak jauh. Bukan hanya karena bentrok teknologi, tetapi anak yang semakin muda itu membutuhkan interaksi tatap muka untuk bisa mencapai level keterikatan sehingga dia bisa belajar. Itu adalah hukum alamnya pembelajaran, semakin muda semakin rentan untuk tidak mendapatkan pendidikan yang optimal,” ungkap Nadiem.

Melihat kondisi yang rumit ini, tokoh pendidik anak yang dikenal sebagai sahabat boneka Susan, Ria Enes, angkat suara. Dalam diskusi daring bertajuk “Jadi Guru Itu Seru, Selalu Ada yang Baru”, Kamis (10/9/2020), Ria Enes membagikan kiat dan juga pandangan tentang seni mengajarkan anak-anak di masa pandemi.

Pada masa pembelajaran daring, guru diharapkan melek teknologi dan mengasah kreativitasnya. Di mata Ria, anak-anak di usia belia membutuhkan perhatian, interaksi, dan sosialisasi langsung dari pengajar. Berbeda dengan anak SMP hingga perguruan tinggi yang merasa lebih nyaman belajar menggunakan daring.

"Anak-anak usia dini, PAUD dan SD itu merasakan kasih sayang dari pertemuan langsung. Untuk itu, perhatian lebih saat belajar daring tetap harus kita berikan. Agar bisa menarik atensi mereka, guru-guru bisa menunjukkan sisi keartisan di sini. Dengan membuat video menarik yang menggunakan green screen, menjelma menjadi badut yang lucu, atau pun nenek sihir. Bergantung konteks pelajarannya, sehingga imajinasi anak tetap terbangun,” jelasnya.

Energi Positif
Kemudian, Ria juga menuturkan bahwa, guru harus membawa energi positif saat menghadapi murid. Meski masalah yang dihadapi saat pandemi ini begitu banyak, guru-guru tidak diperbolehkan untuk membawa emosi negatif saat mengajar. Mengingat, anak berusia belia memiliki sensitivitas yang tinggi atas emosi yang ada di sekelilingnya.

"Setiap orang pasti punya masalah, namun saat berhadapan dengan murid kita harus sadar yang dihadapi ini adalah jiwa yang baru. Murid-murid tidak ada hubungannya dengan masalah dari luar kelas. Usahakan mengajar dengan energi positif, sehingga berdampak baik bagi guru dan anak didik. Jadi, emosi itu ada sirkulasinya,” tutur Ria.

Ria pun yakin, meski awalnya sulit dilakukan terutama bagi guru-guru baru, tetapi lambat laun kebiasaan ini akan mengubah perilakunya selama mengajar. Ria yakin, biasanya seseorang yang telah berkomitmen dan menerima panggilan hati untuk menjadi seorang guru, ia akan berupaya untuk mengubah dirinya menjadi sosok yang penyayang, penyabar, jenaka, dan selalu gembira.

"Kalau saya bilang, guru PAUD adalah perpanjangan tangan Tuhan. Karena, mereka dipercaya untuk memegang jiwa yang masih murni dan bersih. Karena jiwa murid masih murni jangan kita kotori dengan pikiran kita yang sudah terkena polusi. Kita seperti petani, yang ingin menanam benih di tanah subur, dan buah dari hasil kebahagiaan itu nantinya bisa dinikmati oleh semua orang,” tukasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kesadaran Bapaslon Pilkada Dibutuhkan Saat Kampanye

Bakal pasangan calon (bapaslon), partai pengusung, tim pemenangan maupun relawan, diingatkan supaya secara bersama-sama meningkatkan kesadaran bahaya Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

I Gde Nala Antara Komitmen Melestarikan Bahasa Bali

I Gde Nala Antara bersama para ahli dan penggiat bahasa bekerja sama untuk melakukan pelestarian bahasa Bali.

NASIONAL | 10 September 2020

PSR Dinilai Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Program PSR merupakan kemitraan yang di bangun antara perusahaan dengan koperasi yang menaungi petani kelapa sawit.

NASIONAL | 10 September 2020

Vaksin Covid-19 Diusulkan Diberi Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu

Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar meminta agar pemerintah memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat yang secara ekonomi kurang beruntung.

NASIONAL | 10 September 2020

KPK Dalami Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Melalui Direktur Waskita Beton Precast

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur PT Waskita Beton Precast, Antonius Yulianto Tyas Nugroho, Kamis (10/9/2020).

NASIONAL | 10 September 2020

KPU Jambi Konsisten Batasi Kampanye Pengerahan Massa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Provinsi Jambi secara konsisten akan membatasi pelaksanaan kampanye rapat umum di ruang terbuka dan tertutup.

NASIONAL | 10 September 2020

Marwan Jafar Minta PLN Transparan dan Desentralisasi Pembangkit Listrik

Pembangkit tenaga listrik di PLN harus dilakukan secara desentralisasi.

NASIONAL | 10 September 2020

Kejati Papua Diharapkan Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Puncak Jaya

Para kepala kampung berharap Kejati segera memeriksa Bupati Puncak Jaya, karena dinilai telah menyalahgunakan kewenangannya.

NASIONAL | 10 September 2020

Wapres Harap BPIP Ambil Peran Besar Dorong Implementasi Pancasila

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar BPIP bisa mengambil peran yang lebih besar dalam rangka mengimplementasikan Pancasila.

NASIONAL | 10 September 2020

Wapres: Pahami Pancasila Secara Utuh

Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti liberalisme, komunisme, hingga radikalisme keagamaan.

NASIONAL | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS