Inilah Kilas Sejarah Hari Lahir Pancasila
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Inilah Kilas Sejarah Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Juni 2020 | 14:05 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni. Pemerintah pun menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional. Peringatan Hari Lahir Pancasila mengacu pada sejarah dicetuskannya Pancasila pada 1 Juni 1945 oleh Presiden pertama,Sukarno (Bung Karno) .

Bung Karno menyampaikan itu dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Hari yang bersejarah tersebut sempat menuai polemik ketika kepemimpinan Presiden kedua Soeharto.

Saat Orde Baru, ada upaya untuk tak mengaitkan Pancasila dengan Sukarno. Kala itu, seperti dillansir Harian Kompas pada10 Mei 1987, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak rutin diperingati setiap tahun.

Pemerintahan Soeharto lebih menaruh perhatian terhadap peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Hari untuk mengingat peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia.

Hari Lahir Pancasila pun belum menjadi sebuah hari nasional. Di luar itu, 1 Juni justru diperingati bukan sebagai Hari Lahir Pancasila, melainkan peringatan pidato Bung Karno.

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar 1 Juni kembali dijadikan sebagai hari nasional dan secara rutin diperingati setiap tahunnya. Usulan putri Sukarno tersebut disampaikan kepada Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Keinginan Megawati masih belum terwujud, walau SBY menjanjikan akan mengabulkan permintaan itu. Pada akhir Oktober 2015, Megawati kembali menyampaikan harapannya. Megawati menjadi pembicara pada acara seminar dan bedah buku di Jakarta.

"Saya menagih SBY pada tanggal 1 Juni jadikan hari libur nasional. Sampai hari ini pun boro-boro," kata Megawati di Jakarta Convention Center, Jakarta, 27 Oktober 2015.

Menurut Megawati, sebelumnya SBY pernah berjanji akan memenuhi usulan tersebut.

"Kalau seumpama bukan Bung Karno, apa dijadikan hari nasional? Aneh kadang pikiran bangsa kita ini, seperti ambivalen, sejarah diombang-ambing," tukas Megawati.

Berdasarkan pandangan Megawati, menjadikan momentum 1 Juni sebagai hari nasional dapat dimanfaatkan untuk merekatkan hubungan bangsa. Sementara dalam pidato peringatan sebelumnya pada 2011, SBY menyebut Pancasila sangat berkaitan erat dengan Sukarno.

"Jika berbicara Pancasila, tidak mungkin tidak berbicara tentang Bung Karno. Kita mesti memberikan apresiasi kepada Bung Karno atas pemikiran besarnya dan perjuangannya yang luar biasa. Bung Karno adalah pejuang, pemikir, dan penggali Pancasila," kata SBY seperti dikutip dari Antara, 2 Juni 2011.

Pada akhirnya, Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai peringatan sekaligus hari libur nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

"Keputusan Presiden tentang Hari Lahir Pancasila, pertama, menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Kedua, tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional," demikian bunyi diktum pertama dan kedua Keppres 24/2016.

Keppres ditandatangani dan mulai berlaku pada tanggal yang sama, 1 Juni 2016. Realisasi 1 Juni sebagai hari libur nasional baru diimplementasikan setahun berikutnya.

Penetapan Hari Lahir Pancasila diputuskan dengan menimbang sejumlah latar belakang. Salah satunya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara harus diketahui asal-usulnya oleh segenap bangsa dari waktu ke waktu. Tujuannya untuk melestarikan dan melanggengkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Anggota DPR: Libatkan Lebih Banyak Elemen Masyarakat Sosialisasikan Pilkada

Anggota Komisi II DPR Endro Suswantoro Yahman mengatakan KPU perlu membuat terobosan secara cerdas agar kualitas demokrasi tidak menurun,

POLITIK | 1 Juni 2020

Pancasila Representasi Kebersamaan di Segala Zaman

Pancasila disebut dalam sebuah forum yang cukup merepresentasikan kebersamaan seluruh elemen bangsa di Tanah Air.

POLITIK | 1 Juni 2020

Azis Syamsuddin Berharap Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Lawan Covid-19

Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin berharap, hari lahir Pancasila dapat menjadi momentum bangkitnya kembali gotong royong di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 1 Juni 2020

Gerindra Usul Bansos Tunai Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember

Bila Covid-19 ini terlalu berkepanjangan, maka sektor bisnis dan produksi bisa terpuruk semakin dalam.

POLITIK | 1 Juni 2020

Petinggi PAN Minta Rakyat Aktualisasikan Pancasila dengan Sabar Hadapi Pandemi

Menurut Saleh, dalam situasi seperti ini, nilai-nilai Pancasila perlu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

POLITIK | 1 Juni 2020

Ini Refleksi Megawati dan PDIP di Hari Lahir Pancasila

Megawati merasa bangga di tengah kesulitan hidup akibat pandemi Covid-19, Indonesia diakui dunia sebagai nomor satu dalam kerja gotong royong.

POLITIK | 1 Juni 2020

Anggota DPR Apresiasi Polisi Tangkap Penyebar Ujaran Kebencian tentang Dirinya

Mulyadi mengapresiasi kinerja Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumbar yang telah menelusuri keberadaan akun palsu penyebar kebencian.

POLITIK | 30 Mei 2020

Krakatau Steel Membukukan Keuntungan, Inefisiensi Dinilai Masalah Terbesar BUMN

Anggota Komisi VI DPR, Deddy Yevri Sitorus, mengapresiasi PT Krakatau Steel yang berhasil membukukan laba sesuai laporan keuangan yang diaudit auditor PWC

POLITIK | 29 Mei 2020

PKB: Siapkan Green Map Jelang New Normal

Pemerintah telah menyiapkan skema new normal bagi kehidupan masyaraka

POLITIK | 29 Mei 2020

Gelar Pilkada saat Pandemi, KPU Berharap Tidak Ada Hambatan

KPU berharap kesediaan perlengkapan kesehatan mutlak diperlukan karena Pilkada digelar pada saat pandemi.

POLITIK | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS