Cikarang Listrindo Ekspansi US$ 130 Juta
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Cikarang Listrindo Ekspansi US$ 130 Juta

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 11:00 WIB
Oleh : Farid Nurfaizi / ELY

JAKARTA – PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 130 juta tahun ini. Hingga semester I-2016, perseroan telah menyerap capex sebanyak US$ 70 juta.

Direktur Keuangan Cikarang Listrindo Christanto Pranata mengatakan, pada paruh kedua tahun ini, perseroan akan menghabiskan US$ 60 juta untuk mengerjakan sejumlah proyek utama. Salah satunya adalah penyelesaian konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Babelan, Bekasi, berkapasitas 2x140 MW, yang telah digarap sejak 2012.

“Saat ini proses pekerjaan PLTU tersebut telah mencapai 86%. Awal tahun depan, PLTU ini masih butuh dana ekspansi, tapi mungkin sedikit,” jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat (26/8).

Total anggaran PLTU Babelan diperkirakan mencapai US$ 475,1 juta. PLTU Babelan diharapkan beroperasi pada kuartal IV-2016. Ekspansi ini bakal menambah kapasitas pembangkit terpasang perseroan menjadi 1.144 MW.

Christanto mengatakan, dana ekspansi tersebut berasal dari ekuitas perseroan. Dengan demikian, dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan divestasi pemegang saham senilai total Rp 3,6 triliun, yang diraih Juni lalu belum digunakan.

“Dana IPO itu untuk capex di masa mendatang. Untuk ekspansi tahun depan, masih kami hitung,” kata dia.

Sementara itu, RUPSLB Cikarang Listrindo menyetujui rencana penerbitan surat utang global (global bond) hingga US$ 550 juta. Emisi surat utang ini akan digunakan untuk melunasi kembali (refinancing) senior notes senilai US$ 500 juta yang jatuh tempo pada 2019.

Sebagai informasi, Cikarang Listrindo melalui anak perusahaannya Listrindo Capital BV menerbitkan senior notes US$ 500 juta pada Februari 2012 dengan tingkat bunga 6,95% per tahun. Bank of New York Mellon bertindak sebagai trustee dalam penerbitan ini. Senior notes jatuh tempo pada 21 Februari 2019.

Ketika itu, perseroan menggunakan US$ 280,6 juta hasil penerbitan untuk melunasi utang senior notes 2015 yang mencapai US$ 300 juta dengan bunga 9,25% per tahun.

Sesuai rencana, obligasi anyar ini bakal memiliki jatuh tempo selambat-lambatnya tahun ke-10 sejak diterbitkan. Suku bunga tetap direncanakan maksimal 8% per tahun, dan bunga akan dibayarkan setiap enam bulan.

“Pada obligasi yang jatuh tempo 2019 itu, perseroan punya opsi call. Dalam aksi ini ada harga yang harus dibayar. Jadi sebanyak US$ 50 juta dari obligasi baru nanti akan digunakan untuk membayar biaya premium call, underwriter, legal, dan sebagainya,” terang Christanto.

Setelah persetujuan pemegang saham, lanjut dia, perseroan akan menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditargetkan September 2016. Selanjutnya, perseroan berharap mendapatkan kupon yang menarik saat periode penerbitan global bond.

“Setelah dapat izin OJK, kami akan punya waktu satu tahun untuk memilih waktu penerbitan yang kami inginkan. Perseroan tentu berharap tingkat kupon yang affordable,” kata dia.

Terkait penerbitan notes kali ini, emiten bersandi saham POWR tersebut mendapatkan peringkat BB dari S&P Ratings. S&P meningkatkan peringkat kredit jangka panjang perseroan dari BB- yang telah disematkan sejak 2010.

Kinerja
Sepanjang semester I-2016, Cikarang Listrindo membukukan total penjualan US$ 274,66 juta, naik 1,5% dibanding periode sama tahun lalu US$ 270,58 juta. Dari situ, penjualan listrik ke kawasan industri berkontribusi US$ 200,18 juta, naik7,39% dari Juni 2015 US$ 186,39 juta, sementara penjualan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyumbang US$ 74,48 juta, turun 11,5% dari US$ 84,18 juta.

Lebih lanjut, laba periode berjalan perseroan hingga semester I-2016 mencapai US$ 106,51 juta, naik 153% dibanding periode sama tahun lalu US$ 42,08 juta. Menurut Christanto, proyeksi hingga akhir tahun akan tergantung dari pertumbuhan kawasan industri.

“Kalau memang pertumbuhan makro ekonomi membaik, penjualan listrik ke kawasan industri juga akan sejalan dengan itu,” jelas dia.

Saat ini, perseroan memiliki izin usaha kelistrikan umum (IUKU) di lima kawasan industri Cikarang, yaitu Jababeka, East Jakarta Industrial Park, MM-2100, Lippo Cikarang, dan kawasan Bekasi International Industrial Estate. Perseroan telah mengelola dua PLTG dengan total kapasitas 864MW.





Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS