Rukun Raharja Targetkan Penjualan Naik 60% tahun Depan

Rukun Raharja Targetkan Penjualan Naik 60% tahun Depan
Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) atau geothermal dalam rangka pertumbuhan ekonomi. ( Foto: Antara )
GUS / FMB Jumat, 15 November 2013 | 13:59 WIB

Jakarta -- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menargetkan pendapatan sebesar US$ 222,72 juta pada 2014 atau naik 61,46% dibandingkan estimasi pendapatan 2013 sebesar US$ 137,94 juta. Hingga September, pendapatan perseroan mencapai US$ 103,45 juta.

“Laba bersih juga dibidik naik menjadi US$ 7,42 juta dari estimasi tahun ini sebesar US$ 5,54 juta. Hingga kuartal III tahun ini, laba bersih perseroan mencapai US$ 4,5 juta,” ujar direktur keuangan Rukun Rahardja Djauhar Maulidi di Jakarta, Jumat (15/11)

Dia mengatakan, perseroan akan mengimplementasikan beberapa strategi perusahaan tahun depan seperti menaikan harga jual gas bumi dan memanfaatkan kapasitas pipa di Jambi. Proyek di Jambi bertujuan membantu penyaluran gas tambahan untuk PLN Payo Selincah.

Selain itu, perseroan akan menyelesaikan negosiasi penjualan gas 5 MMSCFD milik PDPDE Gas dan meningkatkan reliabilitas kompresor. Perseroan juga akan meningkatkan efisiensi biaya pada anak-anak usaha. Serta, giat mencari pasokan gas baru.

Direktur utama perseroan Budiman Parhusip mengatakan, perseroan akan agresif dalam bisnis pasokan gas dan infrastruktur. Perseroan akan menjajaki proyek pipa gas di Jawa Timur.

“Kita menyiapkan dana sekitar US$ 30 juta atau sekitar Rp 300 miliar untuk mengakuisisi perusahaan local,” ujar dia di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, akusisi tersebut akan dirampungkan akhir tahun ini. Kebijakan itu dibidik akan banyak membantu penjualan dan ekspansi usaha perseroan tahun depan.

Pada 2014, ujar dia, perseroan akan lebih giat lagi mengakuisisi. Rukun Raharja mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 30 juta untuk aksi korporasi itu. Dana tersebut juga akan dipakai untuk working capital.

Menurut dia, perseroan juga akan menjajaki proyek di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. “Kami juga berminat untuk menjajaki proyek hulu sebegai grand design perusahaan beberapa tahun ke depan,” imbuhnya.

Sumber: Investor Daily